
mereka terus mencari cincin penyimpanan itu.
ketika tengah kebingungan, Lien feng pun teringat jika ia bisa melihat atau mencium harta Karun.
ia pun mencobanya di sana.
ia pun memejamkan matanya dan memusatkan pikiran.
setalah itu ia pun membuka matanya dan menelisik ruangan itu.
" Hutom, gali lantai ini " perintah Lien feng saat ia menemukan sebuah kotak
mereka berdua pun langsung menoleh ke arah Lien feng dan bergegas mendekati Lien feng.
Hutom pun Langsung menggali lantai yang di tunjuk oleh Lien feng.
dan benar saja, meeeka menemukan sebuah kotak.
Hutom pun mengangkatnya.
" ini tuan muda "
Lien feng pun menerimanya dan langsung membuka kotak itu.
mereka pun terkejut ketika melihat isinya.
berbagai perhiasan di dalam kotak itu.
Lien feng pun mengambil cincin berwarna merah, ketika ia memegangnya Lien feng pun melihat ruangan hampa.
" Soe, coba periksa cincin ini. apakah ini cincin penyimpanan itu " ucap Lien feng sambil memberikan cincin itu pada Soe.
Soe pun langsung bergegas mengambilnya dan melihatnya. Soe pun mengangguk kepala dan berkata " benar tuan muda " dan menyerahkan ke Lien feng lagi.
lien Feng pun mengambilnya dan memakainya lalu mencoba memasukkan perhiasan di kotak itu pada cincin penyimpanan itu dan benar saja perhiasan itu masuk ke dalam cincin tersebut.
Lien feng pun langsung bergegas menuju tempat ia membuat ramuan penyembuh.
setelah sampai ia pun memasukkan semua ramuannya itu ke dalam cincin penyimpanan.
" ah lapar sekali " seru Lien sambil memegangi perutnya, ia pun bergegas keluar dari ruangan tersebut.
" Soe, tolong Carikan saya makanan. sepertinya menggunakan sihir saya menjadi lapar " ucapnya saat Lien feng melihat Soe dan Hutom.
" baik tuan muda "
Soe pun langsung bergegas pergi, di ikuti oleh Hutom.
" kenapa kau ikut "
__ADS_1
" jika di rumah takut jadi bahan ujicoba tuan muda " jawab Hutom.
Hutom pun entah kenapa merasa ngeri padahal jika dia di tebas maka dia akan bisa kembali utuh lagi dan Hutom memiliki kelemahan dimana kelemahan itu ada di tubuh Lien feng.
mereka berdua pun langsung melanjutkan perjalanannya mencari Hewan untuk di makan tuan muda mereka.
sementara Lien feng membersihkan diri.
setelah itu ia pun membaca kitab lagi untuk menunggu Soe dan Hutom.
" sepertinya mulai besok perjalanan petualangan saya akan di mulai " batin lien Feng saat dirinya tengah membaca.
ia merasa sudah cukup dengan kekuatan ini untuk pergi dari hutan ini apalagi sudah ada Soe dan Hutom.
" baiklah sudah diputuskan besok akan berangkat berpetualang " serunya sambil menutup kitab itu dan bangkit. lalu ia pun pergi meninggalkan ruangan itu, namun saat ia hendak ingin melihat Soe dan Hutom apakah sudah pulang atau belum eh Lien feng pun tidak menyangka jika mwreka berdua sudah membakar kijang di depan rumahnya itu.
" kenapa kalian tidak memberitahu saya jika sudah pulang, dan wah rupanya kalian sudah bisa membersihkan dan memanggang hewan itu " seru Lien feng.
mereka berdua pun langsung menoleh dan berkata " seperti kita butuh wanita untuk melayani tuan muda, agar bisa melayani tuan muda sehingga kami tidak seperti ini "
" melayani " ucap Lien feng sambil berfikir yang aneh-aneh sehingga ia pun tersenyum aneh.
" tuan muda kenapa " tnya Hutom.
" mana saya tahu "
" tuan muda " seru Soe , namun tidak ada sahutan dari Lien feng yang masih membayangkan wanita cantik bersamanya.
Lien feng pun yang masih berhalusinasi itu menoleh dan berkata " kamu sangat cantik "
Soe pun langsung bergegas mundur beberapa langkah dan bergidik ngeri.
" bughhh "
Hutom pun langsung memukul perut Lien feng sehingga ia langsung kesakitan dan sadar.
" kau menyakiti tuan muda Hutom " sarkas Soe.
" kenapa kau memukulku ha " sengal Lien feng pada Hutom.
" tuan muda, ingat pikiran tuan muda terhubung dengan saya "
" eh ya saya lupa " sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
" emng tuan muda memikirkan hal apa " ucap Soe pada hutom dengan suara kecil.
" gara-gara kata kamu yang wanita melayani tuan muda sehingga tuan muda berkhayal di kelilingi wanita cantik, bahkan kau saja di katakan sangat cantik "
" eh apakah saya salah berbicara " seru Soe.
" kehidupan di sini berbeda dengan kehidupan tuan muda di sana, kata melayani itu di sana seperti melayani di tempat tidur " jawab Hutom.
__ADS_1
" lalu harus bilang apa yang benar "
" membantu tuan muda, atau pelayan " jawab Hutom
Soe pun mengangguk kepala, sedangkan Lien feng pun hanya diam saja karena ia malu sudah membayangkan yang tidak-tidak.
" sudahlah, untuk sementara kita jangan pikirkan hal itu dulu " ucap Hutom.
" eh bau apa ini " seru Lien feng sambil mengendus-endus. Soe dan Hutom pun sama.
" daging kijang mu Soe " teriak lien Feng saat melihat daging yang mereka panggang sudah gosong sebelah.
Soe pun langsung bergegas mengangkatnya " yah jadi hitam begini " seru Soe saat melihat daging itu.
" yang itu kan masih bagus, kita makan yang itu saja, yang gosong buang " sahut Lien feng.
akhirnya mereka pun makan daging kijang itu dengan lahap.
setelah mereka makan, Lien feng pun langsung berkata " Soe, Hutom. besok kita pergi dari sini untuk memulai petualangan kita "
mereka berdua pun mengangguk kepala.
" untuk itu kita harus beristirahat agar besok pagi kita sudah pergi dari sini "
" tujuan pertama kita kemana tuan muda " tanya Hutom.
" menurut Soe kita kemana " tanya Lien feng pada Soe yang membalikkan pertanyaan Hutom pada Soe.
" sebaiknya kita pergi ke desa peri, di sana banyak wanita cantik " celetuk Soe.
" pluk "
Hutom langsung melempar kayu ke arah Soe sehingga kayu itu mengenai kepala Soe.
" jangan hasut tuan muda " sarkas Hutom.
" biarlah, tuan muda pasti di dunia sana tidak pernah tidur dengan wanita. iya kan tuan muda "
Lien feng pun hanya terdiam saja, tidak tahu harus menjawab pertanyaan Soe.
" justru itu, jangan sampai tuan muda memiliki anak sebelum menikah "
" kan tinggal nikahkan saja "
" terus kalau nikah apakah kamu ingin tuan muda melupakan tugas utamanya kesini dan tugas kamu yang ..... " Hutom pun langsung berhenti kala ia tidak sengaja berbicara seperti itu.
Soe pun langsung melotot tajam ke arah Hutom yang hampir keceplosan tentang misi utamanya.
" membalaskan dendam kematian kedua orang tuamu Soe " celetuk Lien feng sambil bangkit.
mereka berdua pun langsung bangkit juga. mereka tidak menyangka jika tuan mudanya tahu akan hal ini.
__ADS_1
" tenanglah Soe, kita akan membalasnya dengan lebih kejam " geram Lien feng sambil menggenggam tangannya dengan kuat sehingga urat dan ototnya keluar.