SANG PENAKLUK

SANG PENAKLUK
Orang-Orang Terdekat


__ADS_3

Setelah mencuri dengar pembicaraan dokter Roberto dan Matthew, Geralt meninggalkan tempat itu.


Ia berjalan gontai menyusuri koridor rumah sakit menuju ruang  VIP tempat Alena di rawat. Pikirannya kosong begitu juga hatinya. Dari jendela kaca ia menatap wajah kekasihnya yang pucat, lingkar hitam di kedua mata Alena tampak jelas terlihat menghitam. Saat ia melihat pemandangan itu membuat hatinya terasa pedih. “ Sayaang, ternyata kau tidak baik-baik saja.” Lirihnya.


Diraihnya handle pintu, mendorong daunnya pelan-pelan, berusaha tak menghasilkan suara yang takutnya membangunkan Alena. Langkahnyapun tak bersuara hingga posisinya kini telah berada di sisi bed Alena.


Tak kuasa Geralt langsung memeluk tubuh Alena dengan erat hingga Alena terbangun. Namun seolah mengerti, Alena hanya terdiam tanpa suara. Tangannya kini mengusap punggung Geralt yang terguncang. Hatinya bingung, itu pasti. Sekilas telinganya mendengar isakan, hei…. Apakah dia menangis ? Alena terkejut  dalam hatinya.


“ Sayang, ada apa ? Katakan, mengapa kau menangis ? “ Tanya Alena sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan. Alena merasa gusar melihatnya.


“ Jangan sayang, biarkan aku memelukmu untuk beberapa waktu. Aku sangat merindukanmu.” Sergah Geralt sambil terus mempererat pelukannya.


Alena membiarkannya.


Setelah puas, Geralt lalu melepaskan pelukkannya saat merasa hatinya  sedikit lega. Kini gantian bibir Alena ia kecup dengan lembut, ia menciuminya dengan deraian airmata. Seakan ingin menyampaikan rasa cintanya lewat kecupan. “ Oh Alena sayangku, aku sangat mencintaimu.” Ujarnya lirih sambil jemarinya mengusap bibir Alena yang kering.


Mata Alena berkaca-kaca. Terharu dengan sikap Geralt. Tanpa disadarinya , airmatanyapun jatuh. Dengan perlahan


Geralt menghapusnya. Lalu menatap mata Alena yang tampak sayu.


“ Jangan menangis lagi yah sayang.Apapun yang terjadi , ingatlah kalau aku sangat mencintaimu. Apapun yang


terjadi yakinlah kalau aku akan selalu menjagamu , selalu berada disisimu untuk mendukungmu.” Ucap Geralt meyakinkan Alena.


Alena merasa sesak, ia mencurigai ada sesuatu yang disembunyikan. Tapi  apa? Geralt tak menjelaskan apapun. Apakah ada masalah dengan kesehatannya ? Tapi Alena merasa baik-baik saja walaupun sakit kepalanya tak kunjung reda.  Dokter Matthew bilang itu hanya efek samping dari obatnya, bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Ayah dan ibunyapun juga mengatakan demikian.


Tapi mengapa Geralt seperti ini? Tapi, entah mengapa ia pun tak berusaha bertanya langsung. Seolah ia percaya


sepenuhnya pada Geralt. Seolah ia telah menyerahkan hidupnya kepada pria itu.


Tiba-tiba pintu ruangan diketuk dari luar. Geralt dan Alena menolehkan kepalanya. Sesaat mereka saling tatap, lalu


Geralt melangkahkan kakinya kearah pintu untuk membuka.

__ADS_1


Dokter Roberto dan istrinya, dokter Karenina berdiri diambang pintu. Mereka menatap Geralt dengan hangat. “ Apa


kami telah mengganggu kalian ? “ Goda Karenina.


Geralt membalas senyumnya. “ Ah tentu saja tidak bu. Alena adalah putri kalian. “ Jawab Geralt sambil mempersilahkan kedua orangtua Alena untuk masuk.


Roberto menepuk-nepuk bahu Geralt. “ Terima kasih telah ada untuk putriku.” Ucapnya. Lalu berjalan mengikuti langkah istrinya.


Geralt menjawab dengan anggukan.


Karenina memeluk Alena. “ Apa khabarmu hari ini sayangku ?” Sapanya dengan senyuman hangat.


“ Aku merasa sangat bahagia ibu.” Jawab Alena tersenyum.


Roberto mengecup puncak kepala Alena. Tangannya menggenggam tangan Alena yang tersambung selang infus. “ Kau memang harus selalu bahagia sayangku.” Katanya kemudian sambil menatap putrinya dan  menganggukan kepala.


Geralt terpaksa menyela pembicaraan. Ia izin pamit untuk pergi mengurus masalah di perusahaan setelah sebelumnya ia menerima panggilan masuk di ponselnya. Alena dan orangtuanya memahami alasan Geralt.  Mereka tahu kesibukan Geralt dan tak ingin terlalu merepotkan pria itu.  Walaupun hati Alena tak sejalan dengan ucapannya. Karena dalam hatinya ia ingin Geralt tidak pergi dan tetap menemaninya.


Selepas kepergian Geralt.


keadaanmu. Hm….. sore ini ia akan datang menjengukmu.”


“ Sungguh bu ? Cathy akan datang menjengukku . Oh….Aku sangat merindukan sahabat nakalku itu.” Kata Alena tak sabar.


Orangtuanya tersenyum mendengarnya. Mereka paham dengan kedekatan kedua sahabat itu. Kedua gadis itu telah bersahabat sejak kecil saat sama-sama bersekolah di Anderson School. Sifat mereka yang bertolak belakang justru membuat mereka menjadi akrab. Alena dengan sifatnya yang lembut dan feminine sedangkan Cathy sifatnya keras dan tomboy. Namun meski begitu mereka berdua selalu saling melindungi.


Setelah mereka lulus dari sekolah menengahnya, Cathy memutuskan mengambil kuliah jurusan arsitektur di


Massachusetts Institute of Technology, Cambridge.  Sedangkan Alena memilih untuk berkarir di dunia akting seperti sekarang ini. Walau demikian Alena telah mengagendakan dirinya untuk menempuh pendidikan seni theater di Coventry University Inggris. Alena benar-benar serius dengan cita-citanya. Ia tak ingin setengah-setengah


menjalani.


Suatu hari, Alena dan Cathy membahas cita-cita mereka.

__ADS_1


“ Al, aku akan memilih arsitektur. “ Kata Cathy sambil berbaring di ranjangnya sambil menatap langit-langit


kamarnya.


“Hmm…. Aku akan selalu mendukungmu Cath.” Alena menanggapinya sambil membolak-balikkan majalah di pangkuannya.


“ Bagaimana denganmu Al ? Heh ? “ Tanya Cathy mengalihkan pandangannya ke Alena.


“ Kau tahu, aku tetap pada pilihanku. Walau ayah dan ibu menentang.” Jawabnya datar.


“ Kau yakin Al ?”


“ Hmm……” Gumam Alena dengan anggukan pasti.


“ Kau yakin menerima peran di drama itu ? Kalau ayahmu tahu apa yang akan terjadi ? “ Tanya Cathy tampak khawatir.


Alena langsung menutup majalahnya dan melemparkannya kearah Cathy. “Cath…. Tekadku sudah bulat. Aku sudah menandatangani kontraknya. Sudah kukatakan padamu, aku tak perduli dengan kemarahan ayah. Ini cita-citaku, impian hidupku. “ Tegas Alena.


“Bagaimana jika kau diusir dari rumah Al.”


“ Aku sudah memperhitungkannya Cath. Jika aku diusir dari rumah, aku telah menerima bayaranku maka masalahnya bereskan. Aku akan menyewa apartemen sendiri, tinggal sendiri…. Fix akhirnya aku bisa bebas. “ Ujar Alena dengan entengnya.


“Aku akan buktikan ke ayah, kalau aku bisa sukses dalam hidupku. Aku akan menjadi aktris terkenal. Aku bisa hidup bahagia. “ Lanjut Alena bersemangat.


“ Bagaimana studimu Al ? Jangan bilang kau tak ingin melanjutkan pendidikanmu yah, kau itu pintar  Al. Nilai-nilaimu selalu menjadi yang teratas di sekolah. “ Protes Cathy.


“ Tentu saja aku akan kuliah. Tapi bukan kedokteran. Dan juga belum sekarang, karena aku yakin ayah takkan setuju. Aku akan mengumpulkan uang dahulu , ayah tak mungkin mau membiayai kuliahku nanti.”


“ Kenapa kau sangat yakin ? Memangnya kau mau kuliah apa , heh ? “ Selidik Cathy.


“ Kuliah acting lah, aku mau ambil jurusan seni theater di Inggris.” Jawab Alena.


“ What!!!” Cathy shock mendengarnya. Ia akhirnya menghela nafas kemudian meraih tangan sahabatnya.

__ADS_1


 “Baiklah sayang, apapun keputusanmu, aku sahabat akan selalu mendukungmu. Percayalah , walau seluruh dunia menentang , aku akan berdiri disampingmu untuk melawan dunia.” Cathy melanjutkan ucapannya.


Alena memeluk Cathy dengan erat. Terdengar tawa mereka memenuhi ruangan kamar itu. Alena sangat bersyukur\, satu-satunya orang terdekat yang mendukung impiannya adalah Cathy\, sahabatnya. *****


__ADS_2