
" kenapa tuan muda menanyakan hal itu "
" kemarin saya bermimpi, sepertinya itu suara ibu yang meminta tolong, namun saya tidak bisa mendekati Pagoda itu karena ada sesuatu yang menghalangi saya sejenis kaca transparan "
" prisai " seru Soe
" prisai "
" iya tuan muda, itu prisai. pasti pagoda yang tuan muda lihat adalah pagoda iblis "
" pagoda iblis "
" pagoda itu akan terlihat dengan orang-orang yang memiliki kekuatan besar, kalau untuk sekarang kita tidak bisa melihat pagoda itu "
" lalu kenapa mimpi saya bisa melihat dengan jelas pagoda itu "
" mungkin tuan muda di bantu yang mulia ratu agar tuan muda dapat mengetahui posisi mereka "
Lien feng pun mengangguk kepala.
tidak terasa daging kelinci itu sudah matang, Lien feng pun langsung memakannya.
setelah itu mereka pun langsung beristirahat karena hari mulai gelap.
* esoknya
sepertinya biasa Lien feng belajar menggunakan sihir dahulu. sihir api sudah ia kuasai kini ia belajar menggunakan sihir air, angin terbang dan semua sihir yang ia pelajari dari kitab-kitab tersebut.
Lien feng terus berusaha untuk menguasai semua sihir itu hingga tiga bulan pun berlalu.
kini Lien feng sudah dapat menguasai beberapa sihir yang memang ia ingin gunakan dan kini ia bisa tebang sesuka hatinya.
kini ia ingin belajar teknik pedang dan berbagai jurus.
sebelumnya Lien feng membuat sebuah mantra bumi untuk membuat Golem sebagai teman dan lawan untuk latihan pedangnya.
Golem itu di berikan sihir kehidupan agar ia bisa bertindak sesuai dengan keinginan. namun Golem itu tetap di bawah kendali Lien feng. Lien feng memberikan nama Golem itu Hutom karena Golem itu Golem yang pertama kali ia buat.
Lien feng pun membuat mantra pemanggil.
wushhhh.
Golem itu pun muncul dari pola sihir yang di buat Lien feng.
" tuan muda "
Lien feng pun mengangguk kepala dan berkata " hari ini saya akan belajar menggunakan teknik pedang. ingat jangan menganggap saya tuan kamu, kamu harus menganggap saya musuh "
Hutom itu pun mengangguk kepala dan menjawab " baik tuan muda "
Lien feng pun langsung memberikan tongkat kayu untuk latihan mereka karena ia belum bisa menggunakan pedang.
mereka berdua pun bersiap-siap untuk bertarung.
Lien feng pun melancarkan serangannya.
__ADS_1
ia terbang melesat ke arah Hutom dan melakukan serangkaian teknik pedang.
teknik pedang yang di gunakan oleh Lien feng adalah teknik pedang ilusi. dimana teknik itu dibutuhkan kecepatan yang luar biasa.
serangan demi serangan Lien feng lancarkan namun masih bisa di tahan oleh Hutom.
tak, tak, tak , tak.
bughhh
Lien feng pun terkena serangan Hutom. hingga tubuhnya terpental jauh.
Hutom dan Soe pun langsung bergegas menghampiri Lien feng.
" maaf tuan muda, saya tidak sengaja " ucap Hutom penuh penyesalan.
" tidak apa-apa Hutom, saya yang menyuruh kamu bertindak seperti ini " ucapnya sambil bangkit dan di bantu oleh Hutom.
" tuan muda, sebaiknya kita sudahi latihan hari ini "
" tidak Soe, saya masih kuat. "
" tapi tuan muda "
Lien feng pun langsung menggelengkan kepalanya menolak halus perkataan Soe.
" Hutom kita lanjutkan "
" Hutom sebaiknya kamu menahan saja, jangan melawan tuan muda. ketika tuan musa sudah menguasai teknik itu maka kamu boleh melawan tuan muda " ucap Soe.
mereka berdua pun mundur untuk memberikan jarak terlebih dahulu.
wushhhh.
Lien feng pun melesat dan melancarkan serangannya lagi.
tak ,tak ,tak, tak ,tak.
bunyi adu kayu itu pun terus menggema hingga.
trakkkkkk
kayu mweeka berdua pun hancur.
" terimakasih banyak Hutom, kali ini kita sudahi dulu " ucap Lien sambil ngos-ngosan.
Hutom dan Soe pun mengangguk kepala mendekati Lien feng.
mereka pun beristirahat di sana.
setelah beristirahat cukup lama mereka pun kembali.
Lien feng sengaja membiarkan Hutom tetap muncul karena ia merasa aneh, setiap hari Soe berkata bahwa binatang-binatang seperti rusa, kelinci dan lainnya di sini sudah jarang di temui bahkan hampir binatang buas lainnya pun jarang ada.
hal ini membuat mereka berasumsi bahwa ada hewan buas yang lebih besar lagi sehingga mereka semua pada lari dari hutan itu.
__ADS_1
" Soe, untuk mendapatkan tumbuhan tanaman obat itu kita harus mencari kemana " tanyanya di sela-sela perjalanan.
sebab Lien feng ingin membuat ramuan penyembuh dan ramuan memulihkan energi karena Lien telah menguasai sihir untuk membuat itu.
" di hutan sebelah timur tuan muda, di sana terdapat banyak tumbuhan tanaman itu, namun di sana terdapat raja ular tuan muda "
" raja ular "
" iya tuan muda, raja ular itu menjaga tumbuhan itu sejak seribu tahun lamanya Sehingga Tamanan itu sangatlah berkhasiat "
" jika dia raja ular apakah ada sesuatu yang lebih dari tumbuhan itu !"
" Di sana juga terdapat harta berlimpah tuan muda, jika kita bisa membuat raja ular itu musnah dan mengambil mutiaranya maka mutiara itu akan memberikan kekuatan yang besar kepada tuan muda "
" benarkah "
Soe pun mengangguk kepala.
" oh ya apakah menurutmu karena keberadaan raja ular itu sehingga hewan-hewan yang lemah lari dari hutan sini "
Soe pun langsung menggelengkan kepalanya dan berkata " sepertinya tidak tuan muda, raja ular itu akan keluar dari persembunyiannya jika ia sedang lapar dan itu membutuhkan waktu sepuluh hari untuk dia lapar. lalu ia akan segera kembali untuk menjaga tumbuhan itu dan jika ada makhluk hidup yang mendekati wilayahnya maka raja ular itu tidak akan memberikan ampun kepada makhluk hidup itu "
" jadi apa penyebab hewan-hewan itu melarikan diri dari sini "
" kemungkinan besar Valco telah bangun dari pertapaannya , sehingga para hewan itu lari dari sini "
" siapa Valco " tanyanya sambil berhenti.
" Valco adalah rajanya para hewan tuan muda yaitu naga "
" apakah kamu tidak merasakan kehadirannya di hutan ini "
" untuk saat ini saya tidak bisa tuan muda, karena saya mengikuti perkembangan tuan muda, semakin tuan muda hebat maka saya juga akan menjadi hebat. ini sudah kodrat hidup kami "
Lien feng pun mengangguk kepala mengerti.
" jangan khawatir Soe kita akan menjadi hebat "
Soe pun mengangguk kepala. sebenarnya ada rahasia lain yang di sembunyikan oleh Soe dan tidak di ceritakan oleh Soe pada Lien feng. karena ia sangat malu untuk menceritakan rahasia ini. namun suatu saat pasti Lien feng akan mengetahui rahasianya.
mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke rumah.
" terimakasih Hutom, sekarang kamu boleh pergi dan beristirahat " ucap Lien feng saat di depan rumah.
" baik tuan muda "
wushhhh.
Hutom pun tenggelam ke bumi.
" tuan muda silahkan membersihkan diri, saya akan mencari makanan untuk tuan muda "
Lien feng pun mengangguk kepala.
Soe pun langsung bergegas pergi meninggalkan Lien feng di sana.
__ADS_1
" saya tahu kamu memiliki rahasia Soe, namun saya yakin rahasia itu tidak buruk bagi saya " batin lien Feng saat melihat kepergian Soe.