SANG PENAKLUK

SANG PENAKLUK
BERHASIL MENGUASAI TEKNIK BOLA API


__ADS_3

Lien feng pun berjalan keluar untuk melihat apa yang di bawa Soe dan ternyata Soe membawa dua ekor kelinci.


Lien feng pun langsung bergegas membersihkan kelinci itu. setelah itu mengambil kayu bakar untuk memanggang nya.


" bagaimana kabar paman, bibi dan kakak ya " ucap Lien feng sambil membolak-balikkan kelinci tersebut.


setelah matang lien Feng pun langsung memakan dengan lahap sampai habis.


karena sudah larut malam akhirnya Lien feng pun langsung beristirahat lebih agar besok latihannya memuaskan.


* pagi harinya.


mereka berdua pergi ke tempat tanah luas lagi. mereka berdua cukup berhati-hati dalam melangkah menuju tempat tanah luas itu karena mereka takut akan hewan buas lagi yang menghampiri mereka. namun selama perjalanan mereka pun merasa aman karena tidak ada hewan buas yang mereka temui sampai tiba di tempat tanah luas.


Lien feng pun langsung bergegas mempelajari beberapa sihir dan teknik di sana.


Lien feng mengembangkan sihir ledakan bola api terlebih dahulu agar sihir itu menjadi senjata utama Lien saat bertarung. karena menurut Soe jika sampai mendalami sihir itu maka Lien feng akan bisa menggunakan bola hitam Tampa harus teknik gabungan.


wushhhh.


bomm duarrrrr.


sihir api pertama Lien feng pun berhasil memecahkan batu yang berukuran sedang.


ia pun beralih ke batu yang berukuran besar.


wushhhh.


trakkkkkk.


batu besar itu ternyata hanya retak saja.


Lien feng terus mengeluarkan bila api itu ke batu yang besar hingga kelima.


wushhhh.


bommm duarrrrrr.


Lien feng pun merasa kecewa karena untuk menghancurkan batu tersebut harus mengerahkan beberapa bola api batu bisa hancur.


Soe yang menemani Lien feng pun langsung mendekatinya kala melihat raut wajah kekecewaan Lien feng.


" tuan muda, untuk menghasilkan energi dan kekuatan yang besar. tuan muda bisa menyerap energi alam seperti kemarin "


" ah ya kenapa saya sampai lupa , terimakasih Soe "


Soe pun mengangguk kepala dan mundur kembali.


Lien feng pun langsung bergegas menyerap energi alam di sekitarnya.


wushhhh.


sebuah energi masuk ke dalam tubuh Lien feng.


Lien feng pun dapat merasakan energi yang masuk kedalam tubuh itu terus berkonsentrasi penuh.


setelah energi itu cukup banyak Lien feng pun langsung menghentikan aktivitasnya dan membuka mata.

__ADS_1


ia pun melihat sekelilingnya untuk mencari batu yang berukuran besar.


ia pun mengangguk kepala ketika melihat batu yang di rasa sangat besar dan ia pun langsung menggerakkan tangannya untuk membuat pola sihir api.


wushhhh.


bomm duarrrrr.


Lien feng pun merasa senang karena serangan pertama berhasil menghancurkan batu tersebut.


Soe pun langsung mengangguk kepala puas dengan hasil yang lebih baik dari yang pertama kali Lien feng mencoba.


namun ledakan itu mengundang hewan buas yang datang kearah mereka.


Soe yang bisa merasakan adanya hewan buas itu pun langsung menoleh kearah belakang.


Soe pun langsung memberikan sinyal agar Lien feng berhati-hati.


" tuan muda "


Lien feng pun langsung menoleh ke arah Soe, ia pun kaget karena ia melihat singa di sana.


Soe yang sudah bersiap untuk bertarung itu pun segera berlari ke arah singa. begitu juga singa pun berlari ke arah Soe.



Lien feng pun segera mengambil kesempatan itu untuk mengumpulkan energi alam lagi untuk membuat sihir api yang besar untuk mengalahkan singa itu.


wushhhh perlahan-lahan energi alam di serap oleh Lien feng.


bughhh.


" Soe " teriak Lien yang sudah berhasil mengumpulkan energi alam.


Soe pun langsung menoleh dan mengangguk kepala, ia akan membuat celah untuk Lien hua.


Lien feng pun langsung membuat pola sihir api.


wushhhh.


pola itu pun terbentuk.


kini ia tinggal menunggu kesempatan itu.


Soe yang masih berlari sempat menoleh kebelakang untuk melihat persiapan tuan mudanya, ia pun mengangguk kepala ketika tuan mudanya telah bersiap itu


Soe pun mengecoh singa itu dan memberikan celah untuk Lien feng.


wushhhh.


Lien feng pun langsung bergegas melesatkan bola api ketika ia melihat sebuah celah yang di berikan oleh Soe.


bommm duarrrrrr.


singa itu pun terkena bola api milik Lien feng sehingga macan itu terkena dan terbawa oleh bola api itu hingga menabrak bagi besar dan batu besar itu pun hancur bersama Kematian singa itu.


Lien feng dan Soe pun merasa lega.

__ADS_1


" kamu tidak apa-apa Soe " tanya Lien feng yang mendekati Soe.


" saya tidak apa-apa tuan muda "


" bagus, terimakasih Soe " ucap Lien feng sambil mengusap kepala Soe.


Soe pun merasa senang kala kepalanya di usap oleh Lien feng.


" kita sudahi hari ini Soe dan kembali "


Soe pun mengangguk kepala.


mereka pun kembali kerumah itu.


mereka terus berjalan, hati Lien feng riang karena telah berhasil mengalahkan singa tersebut dengan kekuatan bola api miliknya.


hingga tidak terasa mereka pun telah tiba di rumah itu.


dan perjalan pulang kali ini berjalan aman Tampa bertemu dengan hewan buas.


karena hari masih siang, Lien feng berjalan menuju ruang dimana kitab-kitab itu berada. dia akan menghabiskan waktunya hingga sore untuk membaca dan memahami isi kitab tersebut.


kitab yang berisikan sihir itu telah dibaca seluruhnya oleh Lien feng tinggal mempraktekkan sihir itu, kini Lien feng pun beralih ke kitab berbagai jurus dan teknik pedang.


ia pun membaca dengan teliti dan seksama, karena teknik pedan dan jurus ini kunci utama dia untuk menghadapi raja iblis.


" tuan muda, beristirahatlah sejenak nanti di lanjutkan lagi, saatnya tuan muda untuk makan "


Lien feng pun langsung menoleh dan mengangguk kepala lalu menutup kitab itu dan bangkit menghampiri Soe.


" bawa apa kamu Soe "


" kelinci lagi tuan muda, entah kenapa rusa dan hewan yang bisa dimana tidak ada lagi di hutan ini "


" kenapa bisa begitu !"


" mungkin mereka sudah berpindah tempat karena dihutan sini terlalu banyak yang memangsa mereka "


Lien feng pun mengangguk kepala mengerti.


Lien feng pun langsung memberikan kelinci itu dan mencari kayu bakar.


setelah semuanya selesai maka Lien feng pun langsung memanggangnya.


" tuan muda, sepertinya saya tadi melihat tuan muda membaca kitab jurus dan teknik pedang. apakah kitab sihir sudah di baca semua oleh tuan muda !"


Lien feng pun mengangguk kepala.


" oh ya Soe, apakah di dekat sini ada pagoda "


Soe pun langsung menatap ke arah Lien feng dan berkata " disini tidak ada pagoda tuan muda, tapi di negri sebelah barat ada sebuah pagoda "


Lien feng pun mengangguk kepala.


" kenapa tuan muda menanyakan hal itu "


" kemarin saya bermimpi, sepertinya itu suara ibu yang meminta tolong, namun saya tidak bisa mendekati Pagoda itu karena ada sesuatu yang menghalangi saya sejenis kaca transparan "

__ADS_1


" prisai " seru Soe


__ADS_2