SANG PENAKLUK

SANG PENAKLUK
MENGALAHKAN MACAN


__ADS_3

macan itu pun langsung bergegas turun sambil menampakkan taring tajamnya.


ada rasa ketakutan di dalam diri Lien feng namun jika ia terus saja takut dan berlari bagaimana ia akan menyelamatkan orang tuanya.


Lien feng pun langsung bergegas membuat lingkaran pola sihir api.


macan itu pun langsung melesat dengan kencang ke arah mereka berdua.


begitu juga Soe, dia tidak mau jika tuan nya sampai terluka.


Lien feng mengarahkan lingkaran sihir itu pada macan tersebut namun gerakan mereka membuat Lien feng menahan Sampai waktunya ada kesempatan.


bughhh.


mereka pun saling menabrak dan saling beradu kekuatan.


" Soe " teriak Lien feng.


Soe pun langsung membuat celah agar serangan Lien feng mengenai macan tersebut.


mereka sama-sama berlari kencang dan Soe pun melompat dengan tinggi sehingga Lien feng mendapatkan kesempatan itu langsung Melesatkan bola api ke arah macan tersebut.


bommm duarrrrrr.


bola api itu pun berhasil mengenai tubuh macan sehinga macan tersebut terpental hingga menabrak pohon.


macan itu bangkit dan menggelengkan kepalanya karena pusing akibat terbentur pohon tersebut.


setelah itu macan tersebut berlari ke arah Lien feng.


Lien feng pun segera membuat lingkaran sihir api lagi dan melesatkan ke arah macan itu.


namun macan itu dapat membaca serangan Lien feng sehingga ia dapat menghindari serangan bola api milik Lien feng.


duarrrrr, duarrrrrr , duaarrrr.


bola api itu meleset hingga mengenai pohon di belakang macan.


macan itu terus maju ke arah Lien feng. Soe pun bergegas berlari juga untuk menghalau macan itu.


bughhh


duarrrrr


macan itu pun terpental akibat Soe menabrak dari samping.


" roarghhhh "


macan itu mengaum keras karena sangat marah.


" tuan muda, bisakah melakukan teknik seperti yang kemarin agar saya bisa mengeluarkan bola hitam "


" Soe, kemarin saya tidak sengaja melakukan teknik itu dan saya tidak tahu lagi cara menggunakan teknik itu "


" tuan muda hanya perlu fokus menyalurkan energi tuan muda ke saya "


Lien feng pun mengangguk kepala dan mencobanya.


tangannya pun diulurkan ke arah Soe dan memusatkan pikiran.


wushhhh.

__ADS_1


cahaya merah itu pun keluar dari tangan Lien feng dan melesat ke arah Soe.


Soe yang mendapatkan kekuatan dari Lien feng itu pun langsung membuka mulutnya sehingga bola hitam yang besar pun tercipta.


wushhhh.


bola hitam itu melesat ke arah macan tersebut dan macan itu dapat menghindari namun siapa sangka bola hitam itu pun berbalik arah sehingga mengejar macan tersebut hingga bola hitam itu mengenai tubuh macan.


bomm duarrrrr.


tubuh macan itu pun langsung hancur tanpa tersisa.


Lien feng pun merasa sangat lelah sehingga ia pun langsung duduk di tanah.


" tuan muda " seru Soe saat melihat Lien feng duduk di tanah.


" saya tidak apa-apa Soe, sepertinya menggunakan teknik itu sangat menguras energi saya, sebenarnya itu teknik apa sih "


" itu adalah teknik gabungan tuan muda "


Lien feng pun mengangguk kepala mengerti.


Soe pun menelisik kesegala arah takutnya ada hewan buas lagi yang akan datang.


" Soe, sebaiknya kita kembali "


Soe pun mengangguk kepala dan mereka pun kembali ke rumah itu.


sesampainya di rumah itu, Lien feng pun langsung rebahan dan tertidur pulas karena terlalu lelah.


Soe yang melihat Lien feng tertidur pulas itu pun langsung bergegas pergi untuk mencari makanan tuan mudanya.


Lien feng yang tertidur pulas itu pun bermimpi.


Lien feng pun langsung membuka matanya dan ia kaget karena ia berada di hutan.


" dimana ini " gumamnya sambil bangkit.


" putraku, tolong kami "


Lien feng pun langsung menoleh ke segala arah setelah mendengar suara itu.


" putraku, tolong kami "


" apakah itu suara ibu ! " batin lien Feng. ia pun bergegas mencari sumber suara.


" putraku "


Lien feng pun semakin penasaran dengan suara itu sehingga ia berlari menuju sumber suara.


" sepertinya tadi dari arah sini suara itu berada namun disini tidak ada siapa-siapa "


" putraku "


Lien feng pun langsung bergegas karena sumber suara itu makin jelas.


bughhh.


Lien feng pun terjatuh akibat ia menabrak sesuatu.


ia pun bangkit dan meraba-raba di depannya, pasalnya ia sangat heran karena didepannya tidak ada apa-apa.

__ADS_1


ketika tangan ia terus merasa hingga maju beberapa langkah, tangannya pun menyetuh sesuatu.


" apa ini " seru Lien feng saat tangannya menyentuh seperti kaca transparan.


ia pun memukulinya namun setiap pukulan membuat tangannya sakit sebab ia seperti memukul batu yang sangat keras.


ia pun baru sadar jika di depannya ada sebuah pagoda ketika ia mendengar suara itu lagi. pagoda itu terlihat dari hanya sebagiannya saja



" anaku, lien Feng "


" apakah ibu dan ayah ada di dalam sana " seru Lien feng.


" Lien feng , Lien feng, Lien feng "


suara itu membuat hati Lien feng sangat perih karena suara itu seperti orang yang sedang kesakitan.


" ibu..... " teriak Lien feng.


setelah berteriak, Lien feng pun terbangun dari mimpinya.


" ha mimpi " gumam Lien feng sambil duduk dan mengatur nafasnya.


" ibu, ayah. tunggu Lien feng " ucapnya ketika ia teringat mimpi sang ibu memanggilnya dengan nada seperti itu.


ia pun bangkit dan keluar dari rumah itu.


" kemana Soe " serunya saat ia tidak melihat keberadaan Soe.


Lien feng pun kembali masuk dan menuju ke arah dimana kitab-kitab itu berada. dia ingin mempelajari semua isi kitab tersebut demi ayah dan ibunya.


Lien feng pun terus membaca satu persatu dan memahami isi kitab tersebut.


" apakah sihir dan teknik ini bagus untuk di kembangkan " ucap Lien feng dengan dirinya sendiri.


sihir yang sedang di amati Lien feng adalah sihir perubahan wujudnya menjadi rubah ekor sembilan yang dimana setiap ekornya bisa mengeluarkan bola hitam seperti Soe.


" namun di sini dijelaskan untuk menggunakan sihir dan teknik itu harus memiliki kekuatan yang besar, contoh kekuatan besar itu seperti apa "


Lien feng pun berasumsi sendiri tentang kekuatan besar.


" apakah harus menguasai beberapa sihir dan teknik atau memiliki pedang-pedang itu " ucap Lien feng dalam hati.


ia pun melanjutkan lagi membacanya.


hingga Soe pun telah kembali.


" tuan muda "


Lien feng pun langsung menoleh dan mengangguk kepala lalu menutup kitab itu dan bangkit mendekati Soe.


" kamu dari mana Soe "


" mencari makanan untuk tuan muda "


" terimakasih banyak Soe "


" sama-sama tuan muda "


Lien feng pun berjalan keluar untuk melihat apa yang di bawa Soe dan ternyata Soe membawa dua ekor kelinci.

__ADS_1


Lien feng pun langsung bergegas membersihkan kelinci itu. setelah itu mengambil kayu bakar untuk memanggang nya.


" bagaimana kabar paman, bibi dan kakak ya " ucap Lien feng sambil membolak-balikkan kelinci tersebut.


__ADS_2