
" wah enak benar tuan muda mendapatkan madu yang manis " celetuk Soe yang melihat peri kenanga mencium bibir Lien feng.
setelah di rasa cukup peri kenanga melepaskan ciumannya itu dan menjauh dari Lien feng.
wushhhh.
tubuh lien Feng pun mengeluarkan energi yang sangat besar sehingga menyebabkan angin bertiup sangat kencang.
tak lama setelah energi itu meredup dan hilang, Lien feng pun membuka matanya.
ia pun menelisik tubuhnya dengan seksama.
wushhhh.
Tampa aba-aba peri kenanga melesatkan ranting kayu sehingga menancap pada tubuh Lien feng.
Lien feng, Soe dan Hutom terkejut dengan apa yang dilakukan oleh peri kenanga.
wushhhh.
peri kenanga menambahkan sihir angin agar ranting itu menembus tubuh Lien feng. dan benar saja ranting itu pun menembus dada Lien feng.
sehingga darah Lien feng mengucur deras.
Soe dan hitam marah dengan apa yang di lakukan oleh peri kenanga sehingga mereka langsung berubah wujud nya.
" tenanglah, saya hanya menguji apa ilmu yang saya berikan telah aktif atau belum " ucap peri kenanga Tampa rasa bersalah itu, ia mendekati Lien feng yang terkapar itu.
" bangunlah, buat apa kau terus tertidur seperti itu " seru peri kenanga.
Lien feng yang dikira dia telah mati itu pun membuka mata dan ia kaget karena ia masih berada di dunia itu.
peri kenanga pun langsung duduk di paha Lien feng dan merobek baju Lien feng.
hal ikut membuat line Feng makin terkejut dengan aksi peri kenanga.
" lukamu sudah sembuh " ucap peri kenanga ketika ia melihat tubuh Lien feng tidak apa-apa,
Lien feng meraba dadanya dan benar saja tidak ada luka di sana.
" ini adalah sihir regenerasi penyembuhan tingkat tinggi, kau tidak akan mudah mati jika terluka " ucap peri kenanga sembari berdiri , namun kaki peri kenanga tidak sengaja menyenggol apa yang tidak harus ia senggol.
karena peri kenanga tidak merasa menyenggol itu pun langsung pergi meninggalkan Lien feng, sedangkan Lien feng yang merasa bagian intinya bangun ia pun segera duduk agar tidak terlalu terlihat oleh mereka.
" peri sial " batin lien Feng.
" kamu tidak apa-apa nak " tanya peri anggrek.
Lien feng pun dengan sudah payah menelan Saliva nya saat gunung kembar peri anggrek yang hampir keluar itu terpampang di depan matanya.
Lien feng pun langsung bergegas menundukkan kepalanya dan berkata " saya tidak apa-apa Dewi "
" lalu kenapa kamu menundukkan kepala hemmm " ucap peri anggrek dengan mengangkat dagu Lien feng untuk menatap ke arahnya.
" tahan Lien, tahan " batin lien Feng sekuat tenaga, sebab Senjata pusaka miliknya telah terbangun sempurna dan meronta-ronta.
__ADS_1
" Bener bibi, saya tidak apa-apa " jawab Lien feng dengan Gaguk
" baiklah, ayo kembali " ajak peri anggrek yang mau mengangkat tubuh Lien feng.
" eh tidak bibik, saya mau di sini sebentar dengan Soe dan Hutom. ya kan Soe, Hutom " seru Lien feng.
ia tidak mau jika mereka melihat apa yang harusnya mereka lihat.
Soe dan Hutom yang telah kembali menjadi manusia itu pun langsung mendekati Lien feng dan berkata " bangun lah taun muda, bukanlah kita akan berkeliling " ajak Soe.
" Soe apakah kamu lupa, ketika tuan muda mendapatkan kekuatan baru maka tubuhnya akan lemas " ucap Hutom
para peri itu pun bingung dengan apa yang mereka bicarakan.
" baiklah, jika begitu segera kembali dan makan " ucap peri anggrek yang pergi meninggalkan mereka.
lien Feng pun langsung mengelus dada ketika para peri itu pergi.
" kau ini " kesal Lien feng pada Soe.
" kenapa tuan muda, bukankah bagus jika mereka melihat itu " ucap Soe sambil tersenyum jahil pada Lien feng
" terserah kau saja " ucap Lien feng, ia harus bisa berfikir jernih agar miliknya segera tertidur. jika tidak maka ia akan terus disana terus.
sekian jam akhirnya Lien feng berhasil menenangkan pikiran yang kotor itu dan mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.
" jika tidak ingin melihat ibu waktu muda saja saya sudah pergi dari sini " batin lien Feng saat melewati para peri-peri di sana dengan pakaian yang membuat Lien feng harus menundukkan kepalanya.
Lien feng pun merasa lega karena mereka telah masuk ke dalam rumah itu.
setelah beberapa menit akhirnya Lien feng keluar dari kamar mandi itu.
" lama sekali tuan muda di dalam " keluh Soe.
" tidak ah, hanya perasaan kamu saja Soe " jawab Lien feng.
" wajah tuan muda tidak kusut lagi "
" kan habis mandi jadi harus segar lah "
" sudah-sudah, ini tuan muda " lerai Hutom sambil memberikan makanan untuk Lien feng.
" terimakasih Hutom "
Hutom pun mengangguk kepala.
" kalian belum makan "
" bagaimana kami bisa makan, tuan muda sangat lama di dalam kamar mandi " jawab Soe.
" maaf, ya sudah ayo makan "
mereka pun makan dengan lahap.
setelah mereka makan, Soe berniat mengajak Lien feng dan Hutom keliling desa karena hari masih siang, namun mendapatkan penolakan jalur dari Lien feng.
__ADS_1
" jika kamu ingin pergi, pergi saja. saya ingin tidur " ucap Lien feng.
" beneran tuan muda tidak ikut " tanya Soe yang memastikan tuan mudanya benar-benar tidak ikut.
Lien feng pun mengangguk kepala tanda ia benar tidak mau ikut.
" baiklah, ayo Hutom kita pergi "
" eh kenapa saya. lebih baik saya menjaga tuan muda " jawab Hutom.
Hutom tidak akan pergi meninggalkan Lien feng sendirian di sini sebab pertahanan Lien feng melawan hawa nafsunya masih kurang. jika mwreka berdua pergi maka entah aoa yang akan terjadi nantinya.
" baiklah, saya saja yang pergi " ucap Soe sambil pergi dari rumah itu.
sementara Lien feng menuju ke tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya.
tak lama kemudian Lien feng pun langsung tertidur dengan sangat pulas.
sedangkan Hutom menjaga Lien feng di dekat pintu itu.
hingga malam tiba dan berganti dengan pagi.
" tok, tok, tok "
pintu kamar mereka di ketuk.
Soe langsung bergegas membuka pintu itu.
" ada apa nona manis " tanya Soe dengan senyum manisnya.
" dasar ruang licik " batin Hutom.
" maaf tuan, para tuan di tunggu peri anggrek, peri mawar, peri melati dan peri kenanga di pinggir hutan sana " ucap peri itu.
" kenapa harus di pinggir hutan " seru Soe.
" maaf jika itu saya tidak tahu tuan "
" baiklah, antar kan kami kesana "
" mari tuan "
" tuan muda, Hutom ayo "
mereka pun mengangguk kepala dan mengikuti peri itu.
saat mereka sampai di pinggiran hutan, mereka merasa suasana di sana sangat dingin sekali.
" dingin sekali " ucap Soe.
yang di anggukan kepala oleh Lien feng dan Hutom.
" maaf tuan, saya hany bisa mengantarkan Samapi di sini saja. tuan-tuan bisa melanjutkan perjalanan dengan mengikuti jalan ini, nanti akan bertemu dengan mereka "
" baiklah, terimakasih "
__ADS_1
peri itu pun mengangguk kepala dan pergi meninggalkan mereka.