SANG PENAKLUK

SANG PENAKLUK
AKHIR KEMENANGAN MEREKA


__ADS_3

wushhhh.


bommm duarrrrrr.


Lien feng yang marah karena peri Ambar menghina klan rubah ekor sembilan pun tidak segan-segan untuk mencekik leher peri Ambar dan menjatuhkan ke bumi.


" Hutom, kutukan bumi " teriak Lien feng.


Hutom pun mengangguk kepala dan merapalkan mantra sihir bumi.


wushhhh.


Peri Ambar yang masih di tanah itu pun hendak bangkit namun tanah disekelilingnya merambat ke tubuhnya.


peri Ambar pun meronta-ronta namun semakin ia meronta-ronta maka semakin kuat tanah itu mencekam tubuhnya.


" aaaaaaa "


Lien feng mengambil kesempatan itu untuk membuat tanah itu menjadi lumpur hidup.


tubuh peri Ambar yang di tutupi tanah hingga sebatas leher itu pun tenggelam sebatas pinggang.


Lien feng menuju ke arah peri salju.


wushhhh.


" bibi, apa yang harus kita lakukan pada peri ini "


peri Ambar yang kesulitan berkata itupun hanya bisa menggelengkan kepalanya tanda ia tidak mau di situ dan meminta dibebaskan.


" bibi akan berunding dengan para bibimu yang lain, jika dia di sini apakah dia akan bisa kabur "


" Hutom " tanya Lien feng sebab hanya Hutom yang bisa menjawab pertanyaan peri salju.


" tuan muda, sihir kutukan bumi sangat kuat dan tidak bisa lepas dari sihir ini jika bukan saya yang melepaskan kutukan bumi ini dan saya yakin dia tidak akan bisa kabur dan lolos dari kutukan bumi ini "


Lien feng pun mengangguk kepala tanda mengerti dan berkata " bagaimana bibi "


" baiklah, jika dia aman di sini maka dia harus masuk ke dalam istana itu dan mengambil mutiara peri hutan "


Lien feng, Soe dan Hutom pun mengangguk kepala.


mereka pun menuju ke istana.


" awas kalian semua, jika saya bebas kalian akan mati di tanganku " guman peri Ambar dalam hati ketika melihat mereka peri ke istana itu.


peri salju sedih melihat sekeliling istana itu, ia tidak menyangka jika istana yang dahulu damai dan tentram kini menjadi hutan tandus Tampa ada pohon dan bunga. kesedihan peri salju terlihat jelas di mata Lien feng.


Tampa berfikir panjang, Lien feng pun langsung berhenti dan membuat sihir hujan untuk membasahi tanah tandus itu.


peri salju, Hutom dan Soe pun ikut berhenti.

__ADS_1


namun sihir Lien feng tidak berfungsi.


wushhhh.


burung Phoenix tersebut yang tahu jika Lien feng kesulitan untuk membuat hujan itu pun melesat ke langit.



Lien feng kaget melihat burung Phoenix tersebut menyingkirkan asap hitam di sana.


lama semakin lama asap itu menghilang bersama burung Phoenix tersebut jatuh tak berdaya.


Lien feng pun langsung bergegas menuju ke arah burung Phoenix tersebut dan ketika di dekatnya Lien feng membuat sebuah mantra sihir angin agar burung Phoenix tersebut melayang di udara.


Lien feng pun langsung memberikan ramuan penyembuh tingkat tinggi itu ke tubuh burung Phoenix.


dan sekali lagi burung Phoenix itu di selamatkan oleh Lien feng.


" terimakasih banyak tuan muda " ucap burung Phoenix tersebut dengan kepala menyembah Lien feng.


" sama-sama, saya juga terimakasih kamu sudah menyingkirkan asap hitam itu "


Lien feng pun mendongak ke atas dan melakukan sihir hujan.


wushhhh.


Lien feng melesatkan sihir itu ke langit dan setelah beberapa menit awan menghitam dan angin bertiup kencang.


" ayo kita ke istana " ajak Lien feng pada burung Phoenix itu.


sebelum mwreka masuk ke istana, mwreka menghampiri peri salju, Hutom dan Soe.


mereka semua pun langsung bergegas melesat menuju ke arah istana itu.


dan tepat sekali ketika mereka sampai di istana, hujan pun turun.


" bibi, bibi tenang saja. istana ini akan pulih seperti sediakala " ucap Lien feng yang berjanji akan memulihkan istana para bibinya.


" terimakasih Lien feng "


Lien feng pun mengangguk kepala.


" sebaiknya kita mencari mutiara peri hutan itu " ajak peri salju.


mereka bertiga pun mengangguk kepala dan mereka semua melangkah masuk ke dalam istana.


istana itu sudah seperti bangunan yang rusak banyak sekali debu akar pohon berserakan di dalam dan di dinding istana.


" bibi, mutiara peri hutan itu seperti apa "


" bola kristal yang memiliki pola hutan di dalamnya "

__ADS_1


Lien feng pun mengangguk kepala tanda mengerti, begitu juga Hutom dan Soe.


mwreka semua bergegas mencari keberadaan mutiara peri hutan itu.


setelah beberapa menit kemudian, peri salju pun berhasil menemukan mutiara peri hutan itu.


" Lien, mutiaranya sudah ketemu " teriaknya sambil membawa mutiara peri hutan itu.


mereka bertiga yang masih sibuk mencari keberadaan mutiara peri hutan itu pun langsung menghentikan pencarian mereka kala mendengar teriakkan peri salju. mereka pun langsung menuju ke arah peri salju.


peri salju menyerahkan mutiara itu kepada Lien feng.


Lien feng pun menerimanya dengan hati-hati.


wushhhh.


mutiara peri hutan itu pun langsung bersinar terang saat berada di tangan Lien feng.


peri salju, Soe dan Hutom pun langsung menutup mata mereka begitu juga Lien feng.


setelah sekitar tiga menit cahaya pun itu redup.


mereka membuka matanya dan tepat mereka membuka mata, dari pijakan kaki Lien feng istana itu kembali kesemula.


sedikit demi sedikit melebar hingga menyeluruh.


istana pun kini kembali kesemula pada waktu masa kejayaan istana para peri.


peri salju pun langsung senang melihat itu, ia berlari ke luar istana.


dan ia pun terkejut di luas istana pun kembali normal seperti dulu.


pohon berjajar rapi dengan bunga warna-warni dan di tambah hujan yang di buat oleh Lien feng membuat daerah itu semakin indah.


Lien feng, Hutom dan Soe lalu Burung Phoenix yang mendekati peri salju pun kaget dengan perubahan di luar istana yang begitu indah.


" Lien, terimakasih nak. bibi tidak tahu aoa yang harus bibi berikan kepadamu atas apa yang telah kamu lakukan pada kami para bibimu dengan mengembalikan istana ini seperti dahulu "


" bibi, tidak perlu memberikan apapun pada diriku. bibi adalah teman ibu maka aku akan menganggap bibi adalah orang tuaku juga "


" terimakasih nak " ucapnya sambil memeluk Lien feng.


" astaga, enak banget tuan muda di peluk peri cantik terus " celetuk Soe dalam hati.


" baiklah, bibi akan menjemput para bibimu yang lain dan peri lain untuk kembali kesini. dan kamu jangan pergi dulu. kita akan berpesta ria nanti " ucapnya sambil melerai pelukannya dan melesat pergi.


" yah, sudah pergi saja. padahal mau cepat-cepat pergi agar tidak bertemu dengan mereka " keluh lien Feng.


" Hutom kita berpesta " girang Soe yang membayangkan para peri cantik menari-nari.


" tuan muda, burung Phoenix ini bangsa seperti tuan muda dan Soe, apakah tuan muda tidak bisa membuatnya merubah wujud menjadi manusia juga " tanya Hutom.

__ADS_1


__ADS_2