SANG PENAKLUK

SANG PENAKLUK
BERTEMU ULAR, KINGKONG DAN MACAN


__ADS_3

ia pun mengambil hewan yang telah di bawa pulang Soe dan di bersihkan lalu di panggang lagi.


setelah matang dan makan. Lien feng dan Soe pun berjalan menuju tempat di mana Soe tunjukkan yang cocok untuk Lien feng berlatih.


saat mereka di sana Lien feng pun mencoba untuk belajar sihir yang ia pelajari dari buku.


Lien feng melihat batu besar di sana ia pun membaca mantra api sehingga lingkaran pola sihir pun terbentuk.


Lien feng menggerakkan tangannya kearah lingkaran sihir itu sehingga muncullah api.


wushhhh.


namun karena Lien masih lemah api itu pun lenyap tidak sampai di tempat yang di tetapkan oleh Lien feng.


Lien terus mencoba untuk kedua kalinya. namun hasilnya sama dan mencoba yang ketiga kalinya.


wushhhh.


api itu hanya menyentuh batu tersebut lalu menghilang.


Lien terus mencoba hingga kesepuluh kalinya.


wushhhh


bomm duarrrrr.


batu itu pun retak.


Lien feng pun makin semangat lagi.


namun saat dirinya ingin menggunakan sihir lagi api lagi tiba-tiba tubuhnya menjadi lemas.


Soe yang melihat itu pun langsung bergegas menuju ke arah Lien feng dan menopang tubuh Lien yang hendak terjatuh itu.


Soe membawa Lien feng di sebuah pohon di sana.



Lien feng yang berada di punggung Soe berkata " terimakasih Soe "


" sama-sama tuan muda "


soe pun meletakkan tubuh Lien feng di dekat pohon agar Lien feng bersandar pada pohon itu.


Lien feng beristirahat di sana.


" Soe apakah sihir saya lemah sehingga saya lemas begini "


" maaf tuan muda, tuan muda baru saja mengaktifkan sihir dalam jiwa tuan muda dan itu belum sepenuhnya aktif. kita akan perlahan belajar sehingga sihir yang tuan muda miliki akan aktif sepenuhnya "


Lien feng pun mengangguk kepala.


" tuan muda bisa menggunakan energi alam untuk mengumpulkan energi sihir dan energi itu bisa meningkatkan kekuatan tuan muda "


" benar juga " gumam Lien feng saat mendengar perkataan Soe.


ia pun bergegas duduk bersila dan memejamkan matanya.


ia memusatkan pikiran ke alam. saat dirinya tenang dan menyatu dengan alam, sebuah energi muncul sedikit demi sedikit menuju ke arah Lien feng.


energi itu pun masuk ke dalam tubuh Lien feng.


Lien yang yang merasakan ada energi yang masuk, ia terus berkonsentrasi.


hingga setengah jam kemudian Lien feng merasa tubuhnya penuh dengan energi itu pun menghentikan aktivitasnya dan membuka mata.

__ADS_1


" bagaimana mana tuan muda "


" saya merasakan energi yang sangat besar dalam diri saya "


Soe pun mengangguk kepala.


Lien feng pun bangkit dari tempat duduknya dan mencoba sihir api itu lagi.


lingkaran pola sihir api itu berbeda dengan sebelumnya. kini pola sihir itu besar.


wushhhh.


bola api pun langsung melesat dan meledakan batu tersebut.


bommm duarrrrrr.


Lien feng pun merasa senang akhirnya ia bisa menguasai sihir ledakan api tersebut.


ia pun melihat beberapa batu dan ia pun mencobanya lagi.


wushhhh.


bomm duarrrrr,


wushhhh.


bommm duarrrrrr.


wushhhh.


bommm duarrrrrr.


Soe pun bangga atas apa yang dilakukan oleh Lien feng.


" tuan muda sebaiknya kita beristirahat dan melanjutkan besok lagi "


" ada tuan muda "


Soe pun mengajak Lien feng ke arah sungai di sana.


Lien feng pun langsung menceburkan dirinya kala ia Melihat sungai yang begitu jernih.


Soe yang merasakan adanya bahaya itu pun langsung berteriak mendekati pinggir danau itu " awas tuan muda "


Lien feng pun merasa kaget dan bergegas menuju ke sisi Soe.


" ada apa Soe "


" ada mahluk buas di dalam danau itu "


Lien feng pun langsung bergegas naik dan menatap ke arah danau itu.


dan benar saja ada seekor ular yang besar keluar dari danau itu.


Lien feng dan Soe pun mundur beberapa langkah.



ular itu mendekati mereka berdua.


" lari tuan muda " seru Soe.


mereka pun langsung berlari meninggalkan danau itu.


alasan Soe menyuruh lari itu karena Lien feng belum bisa menggunakan kekuatan untuk melawan hewan-hewan buas.

__ADS_1


namun ular itu tetap mengejar mereka.


Soe pun merasa bersalah karena sudah membawa tuan muda nya ke danau yang ternyata ada ular besar.


mereka terus berlari menghindari kejaran ular itu sehingga mereka masuk di tengah hutan dan mereka pun di bertemu dengan sosok yang lebih mengerikan saat di dalam hutan tersebut.


mereka pun langsung berhenti.


" tuan muda, kearah sana " ajak Soe dengan suara pelan.


Lien feng pun mengangguk kepala.


mereka berdua pun berjalan dengan perlahan-lahan.


tak.


Lien feng tidak sengaja menginjak ranting pohon di sana, akibatnya sosok itu menoleh ke belakang. mereka pun langsung bergegas bersembunyi di balik pohon besar.



Dan ketika sosok itu berbalik arah tepat saat itu juga ular itu datang. sehingga kedua sosok itu saling menunjukkan taring tajamnya mereka.


kingkong itu pun langsung melesat ke arah ular itu.


mereka pun langsung bertarung satu sama lain.


pertarungan sengit mereka di saksikan oleh Lien feng dan Soe.


mereka pun langsung mengambil kesempatan itu dan bergegas meninggalkan tempat itu.


Lien feng kelelahan akibat berlari sehingga ia pun berhenti di sebuah pohon besar.


" maafkan saya tuan muda, karena saya tidak berhati-hati memilih tempat "


" tidak apa-apa Soe, oh ya apakah hutan ini berisikan binatang seperti mereka semua "


Soe pun mengangguk kepala.


setelah Lien feng membaik mereka pun akhirnya melanjutkan langkahnya menuju ke arah rumah itu.


mereka berdua berjalan dengan sangat hati-hati. karena mereka tidak akan pernah tahu akan bertemu hewan apalagi saat berjalan itu.


" Soe, apakah para binatang itu juga tidak bisa melihat rumah itu "


" ia tuan muda, para binatang tidak bisa melihatnya karena pengaruh sihir dan ilusi "


Lien feng pun mengangguk kepala.


tepat saat mereka mendekati rumah itu, mereka pun melihat macan sedang berbaring di atas pohon yang besar.



" tuan muda, cepatlah lari saya akan menahannya " ucap Soe yang melihat macan itu sedang menatap mereka.


" tidak Soe, kali ini saya kiya harus melawannya. jika saya terus berlari maka saya tidak akan tahu kemampuan saya sampai mana " tolak halus Lien feng.


" tapi tuan muda "


" tidak apa-apa, jika kita tidak bisa melawannya maka kita akan lari namun untuk saat ini kita coba dulu "


Soe pun mengangguk kepala dan maju depan melindungi Lien feng.


macan itu pun langsung bergegas turun sambil menampakkan taring tajamnya.


ada rasa ketakutan di dalam diri Lien feng namun jika ia terus saja takut dan berlari bagaimana ia akan menyelamatkan orang tuanya.

__ADS_1


Lien feng pun langsung bergegas membuat lingkaran pola sihir api.


__ADS_2