SANG PENAKLUK

SANG PENAKLUK
MEMBUAT RAMUAN PENYEMBUH


__ADS_3

Lien feng pun langsung bergegas memangnya ketika rusa itu sudah bersih.


" coba kalian makan juga, kan kalian sudah memiliki tubuh manusia "


" eh emng kami bisa "


" coba saja, apalah kalian bisa merasakan atau tidak "


mereka berdua pun mengangguk kepala.


mereka memakan sedikit lalu menguyah nya.


" bagiamana "


" enak " ucap Soe yang di anggukan kepala oleh Hutom.


" oh ya kalian bagusnya memakai wujud ini saja, dan memakai wujud asli ketika kita sedang bertarung "


mereka berdua pun mengangguk kepala saja Karena mulut mereka masih penuh dengan daging rusa itu.


Lien feng pun langsung menggelengkan kepalanya melihat itu. ia pun melanjutkan makannya.


setelah semuanya habis mereka pun langsung melanjutkan perjalanan menuju ke rumah mereka.


" memakai tubuh ini saja mereka masih takut " keluh Soe saat melihat para binatang itu pada lari ketika melihat Soe.


" mungkin mereka masih bisa merasakan aura wujud aslimu Soe, para binatang itu pasti tahu " jawab Lien feng.


Soe pun mengangguk kepala mengerti.


tidak terasa mereka pun sampai di rumah itu.


Lien feng pun segera mengambil kitab yang dimana berisikan cara membuat ramuan penyembuh.


Lien feng dengan teliti membaca setiap tulisan yang ada dan memahami cara membuatnya.


setelah Lien feng paham ia pun langsung mencoba untuk belajar membuatnya.


Lien feng pun langsung membaca mantra sihir itu.


wushhhh.


sebuah cahaya biru muncul dan membuat tumbuhan itu melayang.


Lien feng pun langsung membuat api yang di mana akan di jadikan dan menggabungkan sihir air agar bisa memperoleh cairan penyembuh itu.


Lien terus mengamati dengan seksama.


sekian menit akhirnya ramuan itu pun jadi, Lien feng pun langsung bergegas menuju ke luar.


" Soe coba tangkap kelinci atau hewan lainnya, saya akan mencoba khasiat ramuan yang saya buat "


" baik tuan muda "


Soe pun langsung bergegas mencari hewan untuk di jadikan bahan percobaan tuannya itu.

__ADS_1


karena kekuatan Soe meningkat dengan pesat maka larinya sangat kencang hingga Lien feng pun hanya membutuhkan sedikit waktu saja untuk menunggu Soe Kembali.


" ini kelincinya tuan muda "


" coba buat dia terluka " perintah Lien feng.


Soe pun mengangguk kepala dan langsung melukai kelinci tersebut.


crash.


luka sayatan itu membuat darah segar kelinci itu keluar, dengan segera Lien feng pun langsung menuangkan cairan penyembuh itu tempat dimana luka itu berada.


wushhhh.


tubuh kelinci itu bersinar dan langsung seperti semula.


" berhasil " seru Lien feng dengan kegirangan.


ia pun mencoba membuatnya lagi,


Lien feng ingin mencoba di tubuhnya sendiri.


setelah ramuan kedua jadi Lien feng pun menggoreskan telapak tangan setelah darah itu keluar ia pun bergegas menuangkan cairan itu. dan cairan itu pun berhasil membuat Lien feng pilih.


ia pun makin semangat untuk membuatnya lagi.


setelah cairan ketiga jadi Lien feng pun mencoba kepada Soe. Soe yang sedang berdiri itu tiba-tiba terkena tebasan pedang Lien feng. ia pun sempat kaget namun Lien feng pun segera menuangkan cairan itu kepada luka Soe.


" maaf Soe " ucapnya sambil tersenyum.


" astaga tuan muda, hampir saja saja menggunakan bola api "


wushhhh.


" nah apakah kamu baik-baik saja sekarang "


Soe pun mengangguk kepala.


" kira-kira siapa lagi yang akan menjadi bahan uji coba tuan muda " ucap Soe yang menatap ke arah Hutom.


" sepertinya sudah cukup " jawab Lien feng.


Hutom pun langsung lega mendengar jawaban tuan muda sehingga ia mengelus dadanya.


" eh, tapi kan Hutom golem. jika kepala di tebas dan ternyata ramuan ini tidak berfungsi maka Hutom bisa di bangkitkan lagi " seru Lien feng.


Hutom pun langsung berjingkat mendengar perkataan Lien feng. ia pun bernegosiasi " maaf tuan muda, memang saya Golem dan memiliki tubuh yang bisa kembali lagi pasti itu tidak akan berpengaruh terhadap saya, lebih baik aaya hewan saja untuk di penggal "


" ah sudahlah, ini saja cukup kita pasti tidak akan terluka begitu parah " seru Lien feng yang berlalu dan masuk.


" syukurlah " ucap Hutom.ia pun ingin menghilang tenggelam ke bumi namun di cegah oleh Soe saat melihat setengah badan Hutom.


" mau kemana kau Hutom, tidak dengar perkataan tuan muda jika kamu tidak boleh pergi "


" ah ya saya lupa " ucapnya sehingga ia pun kembali naik lagi.

__ADS_1


" tuan muda ada-ada saja, menjadikan kita bahan percobaannya " ucap Hutom yang bergidik ngeri.


" jika ramuan itu tidak di coba, bagaimana tuan muda bisa memastikan ramuan itu berhasil atau tidak " sengal Soe yang jengkel karena cuma ia yang menjadi korban uji coba Lien feng.


beberapa jam kemudian, Lien feng pun sudah membuat beberapa ramuan penyembuh dengan lumayan banyak.


" bagaimana cara menyimpan ini semua " gumam Lien feng saat ia bingung untuk membawanya, sebab itu ramuan untuk mereka menjelajahi dunia ini.


" ah tanyakan Soe saja, mungkin dia tahu sesuatu yang biaa menyimpan ini "


Lien feng pun langsung bergegas mencari keberadaan Soe.


" Soe " seru Lien feng.


Soe dan Hutom pun menjadi tegang, meeeka takut akan menjadi bahan uji coba lagi.


" kenapa kalian takut begitu "


mwreka berdua pun langsung menggelengkan kepalanya.


" tuan saya akan mencari rusa untuk bahan uji coba tuan " ucap Soe yang bergegas pergi itu.


" tunggu Soe " teriak Lien feng.


Lien feng pun berhenti dan makin ketakutan, ia pun eb


membalikkan badannya dan berkata " saya tidak akan lama tuan muda, hanya menunggu sebentar saja "


" Soe, saya ingin menanyakan sesuatu, bukan untuk menguji coba lagi "


" o.. " Soe pun mendekati Lien feng.


" Soe, apakah ada sesuatu yang bisa menyimpan banyak barang kecuali Hutom "


" sepertinya cincin penyimpanan tuan muda "


" cincin penyimpanan "


" iya tuan muda, di dalam cincin penyimpanan itu terdapat ruangan yang sangat luas dan hampa "


" O begitu, lalu dimana saya harus mendapatkan cincin penyimpanan itu "


" itu harta yang berharga, biasanya di sini juga harusnya ada " ucap Soe sambil menelisik ruangan rumah itu.


" apakah di ruang bawah itu juga " seru Lien feng saat ia melihat berbagai macam bahan di sana.


" mungkin iya tuan muda "


mereka pun langsung bergegas menuju ruang bawah tanah.


setelah mereka sampai , mereka pun mencari cincin.


" Soe, bentuknya seperti apa cincin penyimpanan itu " tanya Lien feng yang masih mencari cincin penyimpanan itu.


" kita temukan saja dulu semua cincin tuan muda, karena saya juga tidak tahu pasti bentuknya seperti apa "

__ADS_1


" lalu darimana kita tahu jika cincin itu adalah cincin penyimpanan " seru Lien feng yang berhenti dan menatap ke arah Soe.


" ketika kita menyentuh cincin itu maka kita akan melihat ruangan luas di cincin itu tuan muda "


__ADS_2