
setelah tiga burung itu musnah, mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju istana peri Ambar.
wushhhh, wushhhh, wushhhh, wushhhh.
" kalian harus berhati-hati, sebab banyak jebakan di sini " ucap peri salju yang memperingati mereka.
mereka bertiga pun langsung mengangguk kepala.
dan benar saja, setelah peri salju selesai berbicara. beberapa tombak dari bawah Melesat ke arah mereka.
wushhhh, wushhhh, wushhhh
Lien feng pun langsung bergegas menebas tombak itu menggunakan pedang klan rubah ekor sembilan.
mereka melanjutkan perjalanan mereka.
" berhenti " seru peri salju saat di depan mereka ada asap hitam.
" kita harus turun, jangan sampai menghirup asap hitam itu "
wushhhh
peri salju langsung bergegas turun, Lien feng, Hutom dan Soe pun mengikuti meski mereka heran ada apa dengan asap hitam itu.
" bibi, apa asap hitam itu " tanya Lien feng saat berada di bawah.
" racun "
" racun " ulang Lien feng.
peri salju pun mengangguk kepala, itu racun pelumpuh otot, jika kita menyerap racun itu maka kita akan lemas dan tidak berdaya. tidak ada penawar racun itu kecuali peri Ambar yang memberikan penawar racun itu.
Lien feng, Hutom dan Soe pun bergidik ngeri saat mendengar penjelasan peri salju.
" ayo kita bergegas menuju istana itu "
mwreka bertiga pun mengangguk kepala.
saat mwreka berada di dekat istana itu, seekor burung api melesat terbang ke arah mereka.
" burung Phoenix " seru peri salju saat melihat jelas sosok burung yang terbang ke arah mereka.
wushhhh.
peri salju langsung membuat sihir es untuk melindungi mereka dari serangan api milik burung Phoenix.
bomm duarrrrr.
Serangan kuat mereka membuat ledakan yang begitu kuat.
" selamat datang saudariku, lama kita tidak berjumpa "
wushhhh.
asap hitam merayap menjadi satu dan berubah menjadi sosok wanita.
" Ambar " seru peri salju kaget dengan peri Ambar yang muncul dari asap hitam itu.
" hahahaha, kenapa kau terkejut saudari, sangat keren kan sihir ku " ucapnya sambil memainkan bola api dan Melesatkan ke arah mereka.
peri salju pun langsung bergegas melesat serangan esnya
wushhhh.
__ADS_1
bomm duarrrrr.
Lien feng pun e membantu peri salju dengan kekuatan sihir bola hitam nya.
wushhhh.
peri Ambar pun kaget dengan sihir yang ia lihat dan melesat ke arahnya. dengan sekilas ia merubah dirinya menjadi asap dan menyatu lalu berubah menjadi manusia lagi.
" klan rubah ekor sembilan " serunya kaget dengan sihir yang ia kenal itu.
" hahaha rupanya kau selamat dari pembantaian itu " seru peri Ambar yang tertawa keras.
Lien feng dan Soe pun marah kerkka mendengar perkataan pembantaian klan rubah ekor sembilan.
wushhhh, wushhhh.
Lien feng dan Soe pun berubah menjadi manusia setengah rubah dengan aura merah menyelimuti seluruh tubuh mereka.
" Soe, kita tunjukkan klan rubah ekor sembilan yang sesungguhnya " seru Lien feng dengan nada marah dan emosi yang meluap-luap itu.
soe pun mengangguk kepala.
mereka pun bersatu menjadi satu.
wushhhh.
tubuh mereka menjadi besar dengan ujung ekor mereka terdapat api hitam.
peri salju pun kaget melihat wujud mereka yang menjadi satu itu sehingga ia bergumam " dari mana mereka mempelajari teknik gabungan ini "
peri Ambar pun lebih terkejut.
" Aira " seru peri Ambar.
wushhhh.
burung Phoenix tersebut menyemburkan api merah namun Lien feng dalam mode gabungan itu pun melesatkan juga api hitam dari ekornya.
wushhhh.
bommm duarrrrrr.
" tuan muda, sebaiknya dengan tampilan wujud manusia setengah rubah akan lebih mudah di gunakan saat menggunakan pedang klan rubah ekor sembilan " ucap Soe lewat telepati pada mode gabungan itu.
Soe pun mengangguk kepala mengerti.
wushhhh.
tubuh rubah ekor sembilan itu pun langsung berubah menjadi manusia setengah rubah.
Lien feng pun meletakkan tangannya di dada.
wushhhh.
dari dadanya itu Lien feng menarik pedang klan rubah ekor sembilan.
peri Ambar yang melihat itu pun langsung bergegas melarikan diri namun naas kecepatan tinggi mode gabungan mereka membuat peri Ambar tercengang sebab mereka sudah berada di depannya.
" kau meremehkan klan rubah ekor sembilan kan tadi maka lihatlah klan rubah ekor sembilan yang kau hina "
wushhhh.
Lien feng melesatkan pedangnya ke arah peri Ambar, namun peri Ambar menarik sebuah rantai yang tidak terlihat oleh mereka dan rantai itu ternyata melekat di leher burung Phoenix itu, sehingga saat peri Ambar menarik rantai itu maka burung Phoenix tersebut melesat di antara pedang dan dirinya.
__ADS_1
crashhhh
Lien feng pun yang melihat itu pun kaget.
" sial, rupanya burung Phoenix itu adalah tahanannya "
burung Phoenix yang terkena pedang Lien feng pun langsung terjatuh.
wushhhh.
Lien feng pun langsung bergegas kembali ke mode biasa. lalu mendekati burung Phoenix yang sedang sekarat.
" Soe urus wanita licik itu "
" baik tuan muda "
Soe pun langsung bergegas menuju ke arah peri Ambar.
" Hutom bantu Soe "
" baik tuan muda "
Hutom pun membantu Soe dengan mode Golem nya.
Lien feng pun langsung bergegas mengambil ramuan penyembuh tingkat tinggi dari cincin penyimpanan itu. lalu menuangkan cairan ramuan penyembuh itu ke arah burung Phoenix.
peri salju pun mendekati mereka berdua.
satu botol tidak cukup sehingga Lien feng menuangkan cairan itu kembali. dan luka burung Phoenix tersebut pun mulai menghilang sedikit demi sedikit.
Lien feng terua menuangkan cairan penyembuh itu sampai luka yang di dapat dari pedangnya itu sembuh total.
setelah lima botol dan luka itu menghilang, Lien feng bergegas menyembuhkan jiwa burung Phoenix agar burung Phoenix tersebut bisa hidup kembali.
Lien feng merapalkan mantra sihir penyembuhan jiwa.
wushhhh.
pola sihir terbentuk diantara burung Phoenix dan tubuh burung Phoenix itu bersinar terang.
sekian menit akhirnya burung Phoenix itu hidup kembali.
" terimakasih banyak tuan muda " ucap burung Phoenix tersebut saat dirinya benar-benar sudah sembuh.
Lien feng pun tidak kaget jika dirinya bisa mendengar suara burung Phoenix sebab ia sudah di beritahukan oleh Dewi yang pernah ia tolong waktu Dewi itu dalam wujud ular.
" maaf, saya tidak tahu jika dirimu di paksa olehnya "
" tidak tuan muda, harusnya saya yang meminta maaf sebab telah menyerang tuan muda "
" Lien, apakah bibi boleh bertanya " ucap peri salju yang heran di tadi dengan wujud mode gabungan mereka.
" sepertinya pertanyaan bibi akan saya jawab setelah saya berhasil mengalahkan dia " jawabnya sambil melihat pertarungan Soe, Hutom melawan peri Ambar.
" baik lah "
" saya akan menjawab semua pertanyaan bibi "
peri salju pun mengangguk kepala saja meski dirinya sangat penasaran.
wushhhh.
Lien feng pun langsung melesat terbang ke arah pertarungan sengit itu.
__ADS_1