
" apa yang terjadi" gumam lien Feng yang bergegas masuk kedalam kamar mandi.
di dalam kamar mandi Lien feng terus merenung apa yang terjadi semalam sehingga ia tidak menggunakan apapun saat bangun tidur.
ingatan tentang ia disuruh minun oleh peri kenanga pun langsung muncul.
" apakah bibi tidur denganku " ucapnya dengan kaget.
" tidak tidak tidak "
Lien feng pun bergegas mandi dan menghilangkan semua pikiran kotornya.
setelah selesai mandi dan menggunakan pakaian, ia pun turun ke bawah.
" tuan muda " seru Hutom saat ia ingin naik tangga dan memanggil Lien feng.
" sebaiknya kita pergi dari sini secepatnya " ucap Lien feng sambil berlalu itu.
" tuan muda kenapa ya " batin Hutom yang melihat wajah Lien feng tidak seperti biasanya.
" nak, sini makan " seru peri anggrek.
di sana sudah ada peri lain dan peri kenanga juga.
peri kenanga pun mengisyaratkan dengan jari tangan di jilat saat Lien feng meliriknya.
" benar, bibik melakukan hal itu " gumam Lien feng saat mengerti gerakan peri kenanga.
Lien feng pun langsung duduk ajaa tidak menghiraukan gerakan peri kenanga.
" bibi, kami akan pergi setelah makan. oh ya dimana letak bola kristal peri laut "
" di barat daya, ada sebuah pulau yang indah nanti akan di pandu oleh peri lain kesana " jawab peri salju.
" maaf peri, apakah bola kristal peri laut di pegang oleh para Sosok setengah ikan setengah manusia " tanya Soe.
para peri disana pun mengangguk kepala.
" wah makin cantik nanti wanita-wanita setengah ikan itu " gumam Soe yang membayangkan tubuh sosok setengah manusia setengah ikan "
Lien feng pun hanya mengangguk kepala dan dan menikmati makanan itu. agar ia secepatnya pergi dari sana.
tiga puluh menit berlalu.
Lien feng lainnya pun berpamitan untuk melanjutkan perjalanan mereka.
mereka pun saling berpelukan dengan Lien feng.
" terimakasih sayang, semalam kamu sangat **** dan bergairah " bisik peri kenanga saat mereka berdua berpelukan.
bisikkan itu membuat Lien feng menjadi tegang lagi. ia pun bergegas melepaskan pelukan mereka.
" kamu permisi bibi " ucap Lien feng sambil membungkukkan badannya.
mereka pun langsung bergegas pergi dari istana.
wushhhh, wushhhh, wushhhh, wushhhh, wushhhh,.
mereka mengikuti peri yang di tugaskan untuk mengantar mereka kelautan yang mereka tuju.
mereka terus terbang dan tidak ada suara yang berbicara.
Soe pun menyenggol Hutom dan bertanya " tuan muda kenapa "
" tidak tahu, dari tuan muda turun dari kamar wajah tuan muda begitu "
" apakah semalam terjadi sesuatu "
__ADS_1
" bukankah semalam tuan muda bersama kamu "
" tuan muda semalam mabuk dan di antar peri kenanga "
" kalian bisa diem atau mau beristirahat agar kalian bebas berbicara " seru Lien feng saat mendengar mereka berdua berbicara dengan suara pelan.
mereka berdua pun langsung diam.
" aneh, tidak seperti biasanya tuan muda, apakah memang terjadi sesuatu semalam " gumam Soe dalam hati.
" tuan-tuan, sebentar lagi kita akan sampai laut itu " seru peri yang mengabarkan mereka.
mereka pun mengangguk kepala.
sekitar dua puluh menit mereka pun akhirnya tiba di lautan yang mereka tuju.
" tuan-tuan, tunggu di sini saya kan berbicara dengan mereka "
Lien feng pun mengangguk kepala.
wushhhh.
peri itu pun ke tengah laut dan berseru " utusan peri hutan tiba "
sosok wanita pun muncul namun hanya sebatas leher saja dan berkata " apakah ada pesan "
" iya, saya disuruh peri salju membawa tuan-tuan itu kesini "
sosok itu pun langsung menoleh ke daratan.
" siapa mereka "
" yang di depan adalah putra dari ratu seilien "
" ratu seilien"
" tunggu, saya akan mengambilkan tanaman laut agar mereka bisa bernafas di laut "
sosok itu pun masuk kedalam laut.
tidak lama sosok itu pun muncul kembali dengan membawa tumbuhan laut dan memberikan kepada peri itu.
peri itu pun mendekati Lien feng dan lainnya dan berkata " tuan-tuan, makanlah ini agar bisa bernafas di dalam air laut "
karena mereka harus segera mendapatkan bola kristal peri laut itu pun langsung bergegas memakannya.
" tidak enak " seru Soe dan Hutom serempak.
" silahkan ikuti dia tuan, dia akan mengantarkan tuan-tuan "
Lien feng dan lainnya pun langsung bergegas menuju ke arah sosok itu.
wushhhh, wushhhh, wushhhh, wushhhh,.
mereka pun langsung masuk ke dalam laut dan mereka kaget ternyata sosok wanita itu adalah setengah manusia setengah ikan.
karena mereka lupa jika mereka bisa bernafas di dalam air itu pun masih menahan nafas mereka.
" tuan-tuan, kenapa kalian menahan nafas. apakah kalian tidak memakan tumbuhan itu "
Lien feng dan lainnya pun yang teringat akan tumbuhan itu pun langsung bergegas bernafas dan benar saja mwreka bisa bernafas di dalam iar laut.
" tuan " seru Soe .
Lien feng pun mengangguk kepala.
" mari tuan-tuan kita ke istana "
__ADS_1
mereka pun berenang menuju ke istana laut.
entah berapa lama mereka berenang itu, mereka pun melihat istana di dalam air.
mereka pun terus berenang hingga mendekati pintu istana itu.
penjaga pintu itu pun membuka pintu istana.
dan mwreka kaget saat melihat para sosok setengah manusia setengah ikan di sana, ada juga sosok manusia setengah gurita.
" wah cantik-cantik " gumam Soe dalam hati.
" maaf taun putri, menurut informasi yang di depan itu adalah anak dari ratu seilien "
mereka semua pun terkejut saat mendengar perkataan salah satu rekannya.
" apakah benar " tanya sosok wanita itu.
Lien feng pun mengangguk kepala dan berkata " saya Lien feng anak dari ibu seilien "
" buktinya apa jika kamu adalah putra kakak "
wushhhh.
Lien feng pun langsung berubah wujud menjadi manusia setengah rubah ekor sembilan.
mereka semua pun terkejut melihat kebenaran itu.
sosok itu pun mendekati Lien feng dan memeluknya.
" kamu bener, putra kakak. selama ini kamu kemana sayang. kami mencari keberadaan kamu setelah ibumu di penjara oleh raja iblis "
" saya berada di sunia lain, dan tidak berada di dunia ini " jawab Lien sambil melerai pelukannya.
"dunia lain " tanya sosok itu.
Lien feng pun mengangguk kepala.
" oh ya perkenalkan nama bibi adalah eryu, dia adalah bibi Yue dan itu bibi Lin Dan itu bibi Aichi "
Lien feng pun mengangguk kepala dan membungkukkan badannya.
" salam bibi "
mereka semua pun mengangguk kepala dan tersenyum.
" kamu di sini sudah berapa lama nak "
" tidak ingat bibi, soalnya saya belajar sihir di rumah lama klan rubah ekor sembilan "
" apakah kamu menjadi orang terpilih "
Lien feng pun mengangguk kepala.
" sayangnya, kita tidak tahu keberadaan pedang klan rubah ekor sembilan " ucapnya dengan nada sedih.
" bibi, pedangnya bersama denganku. kami menemukannya di rumah itu "
" apa " seru mereka semua yang kaget dengan perkataan Lien feng
__ADS_1