
" iya juga " pikir Lien feng.
ia pun mendekati burung Phoenix tersebut.
" apakah kamu ingin bisa berubah wujud menjadi manusia dan akan kembali lagi ke wujud ini sesuka hatimu "
" tidak perlu tuan muda, menggunakan sihir untuk itu harus menggunakan banyak tenaga dan sihir yang di butuhkan. begini aaja sudah cukup bagi saya "
" hemm, saya membuat Hutom tidak terlalu berpengaruh terhadap diriku atau memang berbeda-beda ya setiap ras "
" bisa jadi tuan muda, namun apa salahnya jika dia menjadi manusia dan jadi rekan kita " seru Soe yang setuju jika burung Phoenix tersebut menjadi manusia.
Lien feng pun langsung mundur beberapa langkah dan membaca mantra sihir perubahan.
wushhhh
pola lingkaran sihir terbentuk diantara burung Phoenix tersebut. dan pola itu pun langsung bersinar terang.
Lien terus menerus mengarahkan sihirnya itu agar perubahan wujud burung Phoenix itu sempurna.
tubuh burung Phoenix tersebut pun melayang di udara dan berputar sangat cepat.
dan Berubah menjadi cahaya yang sangat menyilaukan.
sekian menit akhirnya cahaya itu redup dan menampilkan sosok laki-laki.
sosok laki-laki itu pun langsung membuka mata dan turun lalu bersujud dan berkata " hamba memberikan hormat kepada tuan muda "
Lien feng mengangguk kepala dan berkata " siapa nama kamu "
sosok laki-laki itu pun langsung menggelengkan kepalanya tanda ia tidak memiliki nama.
" bagiamana kita akan memanggil kamu jika kamu tidak ada nama "
" tuan muda bisa memberikan hamba "
" hemmm apa ya nama bagus untuk kamu, burung Phoenix identik dengan warna emas dan api bagaimana jika Jinzi , apakah kamu suka dengan nama itu !" seru Lien feng.
sosok itu pun mengangguk kepala dan berkata " terimakasih banyak tuan muda "
" baiklah Jinzi, bangunlah "
Jinzi pun berdiri.
" sebaiknya kita beristirahat, sambil menunggu para bibi dan peri lainnya " ucap Lien feng yang mencari kamar untuk dia beristirahat.
" Hutom, kamu antarkan tuan muda. saya ingin berkeliling di sekitar sini dulu "
Hutom pun mengangguk kepala.
" Jinzi mau ikut saya atau beristirahat juga " tanya Soe.
" ikut tuan saja "
" eh kenapa saya di panggil tuan, panggil Soe saja "
" baiklah Soe "
" nah begitu kan enak " ucapnya sambil merangkul pundak Jinzi untuk mengajaknya berkeliling di sekitar istana.
Lien feng dan Hutom telah menemukan ruang kamar tidur dan Lien feng pun langsung bergegas merebahkan tubuhnya karena merasa lelah hari itu.
__ADS_1
" selamat tidur tuan muda " seru Hutom yang menutup pintu kamar itu.
Hutom pun berkeliling di dalam istana, ia ingin melihat isi istana para peri itu dan menunggu kedatangan para peri.
hingga malam hanpir tiba, namun para peri itu belum datang juga.
" Hutom, apakah tuan muda masih tidur "
Hutom pun mengangguk kepala.
" saya dan Jinzi ingin menyusul para peri, takut di sana terjadi sesuatu karena mereka lama kesininya "
" baiklah, jangan melakukan hal bodoh Soe "
" ya tidak akan, lagian ada Jinzi "
" iya sudah sana " usir Hutom
mereka berdua pun langsung bergegas pergi ke tempat para peri.
Lien feng yang sudah merasa lapar itu pun bangun.
ia mencari Hutom, Soe dan Jinzi.
" Hutom, kemana yang lainnya " tanya nya saat ia melihat Hutom saja di bawah.
Hutom pun langsung menoleh ke arah tangga dan bekata " Soe dan Jinzi sedang menyusul mereka tuan muda, Soe khawatir jika terjadi sesuatu di sana sebab mereka sangat lama untuk datang kesini nya "
Lien feng pun mengangguk kepala dan berkata " apakah di sini ada hewan, saya lapar "
" saya akan mencarikannya tuan muda, tunggulah sebentar "
Lien feng pun mengangguk kepala.
Hutom pun langsung berbalik arah dan mendekati Lien feng.
" ada apa Hutom "
" tuan muda, mereka sudah tiba di depan "
Lien feng yang baru saja duduk itu langsung bangkit dan menuju ke arah pintu istana.
" aaaaaa Lien feng " seru peri kenanga yang meleset menuju ke arah Lien feng dan memeluknya dengan erat.
" astaga, runtuh juga pertahanan ku jika begini terus " batin lien Feng.
" bibi, bisa lepaskan saya tidak bisa bernafas " elaknya.
" ah ya maaf, maaf "
para bibi yang lain nya pun langsung bergegas memeluk Lien feng juga.
mereka sangat senang akhirnya istana ini kembali kepada mereka.
" mari masuk bibi " sambil menggiring para bibi nya itu.
" Soe, apakah kamu membawa makanan untuk tuan muda, soalnya tuan muda sudah lapar " tanya Hutom.
" tenang para peri sudah menyiapkan makanan "
" baguslah "
__ADS_1
mereka bertiga pun menyusul mereka. di ikuti peri yang lainnya.
" Akhirnya kita kembali kerumah asli kita " seru peri kenanga yang sangat senang, ia pun terbang hilir mudik di dalam ruang itu.
" kenapa tadi bibi lama sekali, apakah ada masalah " tanya Lien feng.
" tidak nak, para bibimu menyiapkan pesta hingga lama untuk kesininya " jawab peri salju
" pesta "
" iya pesta makan besar " tunjuk peri salju para para peri yang lain yang membawa beberapa makanan dan minuman.
" kamu pasti lapar ayo makan "
Lien feng pun langsung menoleh dan mengangguk kepala.
pesta malam itu pun di mulai.
Soe di kelilingi peri cantik nan ****, para peri itu memanjakan Soe, dari mengambilkan makanan hingga menuangkan minuman yang memabukkan.
Lien feng di paksa meminum air yang memabukkan itu setelah makan.
sementara Hutom dan Jinzi tidak ikut bersama yang lain, mereka memilih untuk di luar istana.
" cukup bibi " ucap Lien feng sebab kepalanya sudah terasa sangat pening apalagi peri kenanga duduk di paha Lien feng.
" ayolah sekali lagi " ucap peri kenanga sambil mengelus wajah Lien feng dengan gerakan sensual.
" sudah ya bi, saya tidak kuat lagi "
" sekali lagi ok "
" baiklah cuma sekali saja ya, habis ini sudah "
peri kenanga mengangguk kepala.
setelah Lien feng meminumnya, Lien feng benar-benar mabuk.
peri kenanga pun langsung tersenyum misterius saat Lien feng benar-benar mabuk.
" ayo kita kekamar, kamu sudah mabuk perlu istirahat "
Lien feng pun mengangguk kepala.
peri kenanga pun membantu Lien feng berjalan menuju ke kamarnya.
sesampainya di kamar Lien feng,
peri kenanga pun langsung beraksi melancarkan serangan hingga malam pesta itu menjadi malam terpanas bagi Lien feng dan peri kenanga.
setelah melakukan hal itu, peri kenanga pun meninggalkan kamar itu.
sementara Lien feng telah tertidur pulas.
malam pun berlalu hingga pagi pun tiba.
Lien feng pun terbangun akibat sinar matahari yang masuk kedalam kamarnya dan menyilaukan matanya.
Lien feng membuka mata sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
setelah itu ia berniat untuk bangun dan dia pun terkejut ketika ia sadar jika dirinya tidak memakai apapun.
__ADS_1