
" maaf tuan muda jika saya tidak mengatakan ini sebelumnya " ucap Soe yang merasa malu karena rahasia yang ia simpan kini terbongkar dengan sendirinya.
" tidak apa-apa Soe, kita akan membangun ulang kejayaan klan rubah ekor sembilan dan menguasai dunia ini " ucap Lien feng dengan lantang
Soe pun mengangguk kepala setuju dengan perkataan tuan mudanya.
" baiklah, sekarang kita istirahat. agar besok bisa berangkat pagi untuk memulai petualangan kita "
Soe dan Hutom pun mengangguk kepala.
mereka pun masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.
" ayah, ibu ... tunggu Lien feng, Lien feng akan membebaskan kalian di sana dan membuat para musuh bersujud dan membayar apa yang telah mereka lakukan pada kalian " ucap Lien feng sambil menggenggam pedang pusaka klan rubah ekor sembilan itu.
setelah beberapa menit meredakan amarahnya yang muncul di hatinya, kini Lien feng beristirahat dengan tenang.
* esok harinya.
pagi-pagi sekali mereka sudah bersiap untuk meninggalkan rumah itu.
" Soe, Hutom apakah kalian siap "
" kami akan selalu siap kapanpun tuan muda " ucap mereka berdua dengan serempak.
Ling Feng pun mengangguk kepala.
wushhhh.
Lien feng pun langsung melesat pergi meninggalkan rumah itu.
wushhhh, wushhhh
begitu juga Soe dan Hutom. mereka berdua menyusul Lien feng yang sudah terlalu jauh dari mereka.
" roarghhhh "
suara Auman itu membuat mereka terhenti.
wushhhh, wushhhh, wushhhh.
mereka mendarat di atas pohon yang besar.
" suara apa ini "
" sang raja para binatang, naga Xiobie " jawab Soe yang merasakan keberadaan hawa naga itu.
" naga jahat itu Soe " Tanya Lien feng.
Soe pun mengangguk dan berkata " kita harus berhati-hati tuan muda, jika bisa kita jangan sampai menghadapi dia dahulu "
" kenapa bisa begitu "
" karena kita belum memiliki pedang naga itu, jika kita sudah memilikinya maka boleh saja kita menghadapinya "
Lien feng pun mengangguk kepala.
mereka pun langsung bergegas melanjutkan perjalanan mereka Menuju hutan peri.
__ADS_1
wushhhh, wushhhh, wushhhh.
" apakah masih jauh Soe " tanya Lien feng.
" masih cukup jauh tuan muda, jika ingin beristirahat kita bisa istirahat di disini "
Lien feng pun mengangguk kepala dan berhenti di sana.
wushhhh, wushhhh, wushhhh.
mereka turun di lembah sungai.
" tuan muda, saya akan melihat-lihat daerah sini " ucap Hutom.
Lien feng pun mengangguk kepala.
wushhhh.
Hutom pun langsung bergegas terbang ke sekeliling untuk melihat keadaan sekitarnya. karena tempat itu asing, ia tidak mau jika ada sesuatu yang membahayakan keselamatan tuannya.
" Soe kira-kira naga Xiobie kenapa bisa jahat " tanya Lien feng.
" yang saya tahu, dia adalah sosok ular yang mencuri mutiara naga karena ia berniat menjadi naga. karena keserakahannya lah yang membuatnya menjadi jahat "
" Mutia naga " ucap Lien feng yang mengulangi perkataan Soe.
" ya tuan muda, mungkin Dewi yang kita temui di goa sana adalah Dewi naga juga, karena saya sempat merasakan hawa naga di dalam dirinya. dan apakah tuan muda ingat perkataannya sebelum ia pergi "
" sampai jumpa di istana langit "
" kamu benar juga Soe "
" menurutmu, apakah dia yang memegang pedang naga tersebut sebab saya melihat dia terus melirik pedang ini "
" saya juga kurang tahu tuan muda, jika itu benar maka kita akan mudah untuk meminta pedang itu karena kita berhasil menyelamatkan dirinya dari kutukan itu "
Lien feng pun mengangguk kepala setuju dengan perkataan Soe.
wushhhh.
Hutom pun datang.
" bagaimana " tanya Lien feng.
" ada sebuah desa di dekat sini, namun orang-orang di sana seperti ras peri. tapi kata Soe hutan peri masih jauh dari sini " ucap hutom dengan heran.
" apakah kamu yakin Hutom " tanya Soe.
Hutom pun mengangguk kepala.
" ini sangat aneh, apa mungkin mereka berpisah sehingga mereka ada di sini juga " gumam Soe.
" apakah kita harus kesana " tanya Hutom.
" sebaiknya kita kesana nanti saja, jika kita kesana sekarang. takutnya nereka mengiranya kita musuh karena mereka juga pasti mendengarkan Auman itu "
Soe pun mengangguk kepala membenarkan perkataan Lien feng.
__ADS_1
" sebaiknya kita bermalam di sini " ucap Lien feng yang melihat ke langit meski masih sangat siang ia tetap ingin bermalam di sana.
" baiklah, saya akan membuat rumah kecil dari tanah "
" eh, apakah tidak bisa menggunakan sihir untuk membuat rumah biasa gitu jangan dari tanah " tolak Soe.
" jika kita menggunakan sihir membuat rumah biasa maka akan membutuhkan kayu itu untuk membangun, sedangkan kita hanya semalam saja. lagian hanya bagian luar saja yang terbuat dari tanah agar para hewan atau orang yang melewati tempat ini tidak akan menyangka jika ini rumah. akan saya buat seperti goa " sahut Hutom.
" benar yang dikata Hutom, jika menggunakan kayu di sini maka nanti rumah itu akan sia-sia sebab kita akan meninggalkannya "
" baiklah saya menurut saja " ucap Soe yang mengalah karwna Lien feng sudah bicara seperti itu.
" saya akan mencari hewan untuk makan malam kita " ucap Soe yang bangkit dari duduknya dan pergi mencari hewan.
sedangkan Hutom sudah bersiap untuk membangun rumah darurat.
wushhhh.
rumah berbentuk goa pun muncul di sana.
" tuan muda "
Lien feng pun mengangguk kepala dan masuk ke dalam.
ia melihat isi di dalamnya.
wushhhh
Lien feng pun membuat api sebagai penerangan di sana, dan Lien feng pun membuat sebuah tempat tidur tiga di sana.
" lengkap " seru Lien feng sambil mendekati tempat tidur itu. ia pun merebahkan tubuhnya.
Hutom pun keluar dari sana untuk menunggu Soe Kembali.
" kenapa Soe lama sekali, apa dia mengunjungi desa itu dulu " guman Hutom yang merasa tumben jika Soe lama untuk menangkap binatang sebagai makan malam mereka.
Hutom yang sedang mengamati sekeliling tempat itu pun langsung terdiam saat ia melihat semak-semak yang bergoyang-goyang.
karena penasaran Hutom pun mendekatinya dengan hati-hati. langkah demi langkah ia berjalan mendekati semak belukar itu.
sebuah ekor pun muncul di semak itu sehingga Hutom pun langsung mundur beberapa langkah dengan hati-hati.
bughhh.
sebuah rusa pun terlempar ke arahnya, untung saja Hutom segera menghindar jika tidak maka rusa itu akan mengenai dirinya.
perlahan-lahan sosok itu pun muncul dari dalam semak belukar itu.
" sial ular, bagaimana Soe bisa ceroboh, dia tidak tahu jika di sini ada ular " batin Hutom saat ia melihat ular yang menatap dirinya.
Hutom pun langsung bergegas membaca mantra sihir bumi untuk mengurung ular terbesar.
bomm duarrrrr.
sihir bumi milik Hutom hancur terkena sabetan ekor ular itu.
ular itu pun melesatkan ekornya ke arah Hutom.
__ADS_1