SANG PENAKLUK

SANG PENAKLUK
MENGINAP DI DESA PERI


__ADS_3

" ibumu adalah sosok wanita yang kuat bahkan paling kuat di antara kami, namun kekuatannya harus berkurang setelah ibumu menikah dengan ayahmu yang berasal dari dunia lain dan apalagi ibumu waktu itu sedang mengandung dirimu. dan kabar ibumu mengandung itu pun tersebar luas hingga tercium oleh raja iblis. raja iblis tahu jika anak yang akan di lahirkan ibumu memiliki kekuatan yang besar maka ia berniat mengambil dirimu, namun kabar itu pun terdengar oleh ibumu sehinga ayah dan ibumu menghilang dari dunia ini dan mereka kembali kedunia ini tampa membawamu sehingga kemurkaan raja iblis itu tak lagi di bendung. kami semua menjadi korban kebiadaban raja iblis. " ucap peri anggrek yang sambil menangis karena teringat akan kejadian perang besar itu.


" apakah tidak ada yang bisa mengalahkan raja iblis " tanya Lien feng.


peri mawar dan peri anggrek itu oung menggelengkan kepalanya.


" yang bisa mengalahkannya adalah orang yang bisa membawa tiga pedang yaitu pedang naga, pedang dewa dan pedang klan rubah ekor sembilan, namun waktu itu kami tidak tahu keberadaan pedang rubah ekor sembilan "


" berarti yang tertulis di kitab itu benar apa adanya " gumam Lien feng.


" kitap " seru peri mawar dan peri anggrek.


" iya, tuan muda Lien feng adalah orang yang terpilih. dia telah menemukan rumah kuno milik klan rubah ekor sembilan, bahkan tuan muda berhasil membaca kitap di sana dan berhasil mendapatkan pedang rubah ekor sembilan "


dua peri itu pun langsung mundur karena kaget, mereka tidak percaya jika Lien feng bisa menemukan pedang rubah ekor sembilan itu.


" tuan muda, mungkin mereka tidak percaya. sebaiknya tuan muda tunjukkan pedang itu kwpada mereka " ucap Soe.


Lien feng pun mengangguk kepala dan ia pun mengeluarkan pedang itu dari cincin penyimpanannya.


mereka berdua pun langsung mendekati Lien feng untuk melihat keaslian dari pedang itu.


" ini benar pedang itu " seru peri mawar.


" dari mana kalian mendapatkan pedang ini, padahal kami telah mencari keberadaan pedang ini selama bertahun-tahun" tanya peri mawar.


" di rumah kuno itu " jawab Soe.


" akhirnya, kakak bisa di bebaskan " seru peri anggrek dengan nada senang. dan mengembalikan pedang itu pada Lien feng.


Lien feng pun langsung mengambilnya dan berkata.


" maaf, kami terlalu kuat untuk mengalahkan raja iblis itu " ucap Lien feng yang menyela kebahagiaan mereka berdua.


" benar juga, kita butuh mutiara peri untuk meningkatkan kekuatan Lien feng " ucap peri mawar.


" mutiara peri " ucap Lien feng yang mengulangi perkataan peri mawar.


" iya, kamu harus mendapatkan mutiara peri hutan dan mutiara peri laut "


" lalu dimana mutiara itu " tanya Lien feng.


" jika mutiara hutan ada di saudara kami, dia peri yang sangat jahat " jawab peri anggrek.


" oh ya saya lupa, saya bingung dengan kawasan peri karena yang saya tahu kawasan peri bukan di hutan ini " ucap Soe yang teringat akan hal itu.


" memang benar, ini kawasan baru kami. kawasan yang lama dikuasai oleh saudara kami, karena keserakahan dan kekejamannya kami pergi dan membangun istana sendiri di sini " jawab peri anggrek.


Soe pun mengangguk kepala mengerti.

__ADS_1


" jadi kami harus mengalahkan saudara peri itu dulu jika ingin mendapatkan mutiara peri hutan "


peri mawar dan peri anggrek itu pun mengangguk kepala.


" baiklah kami akan ke sana " ucap Lien feng sambil bangkit dari tempat duduknya.


" sebaiknya kalian beristirahat di sini dulu. besok baru boleh berangkat " ucap peri anggrek yang khawatir dengan mereka.


" kenapa harus besok " tanya Hutom yang bingung.


" karena naga Xiobie ada di sana " jawab peri mawar.


" apa naga itu berada di sana " seru Soe.


mereka berdua pun mengangguk kepala.


" hari ini dia pergi kesana, kami takut jika kalian bertemu dengannya di tengah perjalanan atau tepat saat di sana "


Soe pun langsung menoleh ke arah Lien feng dan lien Feng pun mengangguk kepala.


" baiklah, kami akan bermalam di sini " jawab Lien feng.


peri mawar dan peri anggrek pun langsung tersenyum.


" saya antar kalian ke kamar kalian " ajak peri anggrek.


mereka bertiga pun mengangguk kepala dan mengikuti arah peri anggrek.


" tuan muda " seru Hutom agar tuah mudanya tidak berfikir yang aneh-aneh.


Lien feng pun langsung menoleh kearah Hutom dan mengangguk kepala.


mereka di bawah di sebuah rumah yang seperti jamur.


" silahkan kalian masuk, kami akan pergi "


Lien feng, Soe dan Hutom pun langsung mengangguk kepala.


mereka pun langsung bergegas masuk kedalam rumah itu.


" sepertinya kita harus pergi dari sini " ucap Lien feng.


" kenapa tidak mencicipi mereka dulu tuan muda " celetuk Soe.


" Soe " seru Hutom. agar Soe tidak menghasut otak tuan mudanya.


Soe pun tersenyum saja.


" sebaiknya kita istirahat "

__ADS_1


Meeka berdua pun langsung mengangguk kepala dan mereka merebahkan tubuhnya di atas kasur mereka masing-masing.


namun baru saja tubuh mereka mendarat di atas kasur, sebuah ketukan pintu membuat mereka harus bangkit kembali.


Hutom pun langsung bergegas menuju ke pintu.


" permisi, ini makan malam untuk kalian " ucap peri itu yang membawakan mereka makanan.


" terimakasih "


Hutom pun langsung bergegas mengambilnya.


" siapa Hutom " tanya Soe


" ada yang memberikan kita makan malam "


Soe pun langsung bergegas mendekati pintu.


" eh silahkan masuk sini, tidak baik gadis cantik berada di luar "


" Soe "


" hustttt "


" tidak terimakasih, saya harus segera kembali "


peri itu pun langsung berbalik arah dan pergi.


" kau ini isi otaknya apa sih " sengal Hutom.


" emangnya kenapa jika ada wanita di kamar disini "


" sudah-sudah, lebih baik kita makan " lerai Lien feng pada mereka berdua.


mereka pun makan dengan lahap. dan setelah makan Lien feng pun merebahkan tubuhnya karena ia merasa sangat lelah.


" putraku "


" putraku, tolong kami "


sebuah mimpi itu pun kembali lagi.


karena Lien feng yang sudah tahu arti mimpi itu pun hanya bisa menjawab.


" Lien feng akan segera membebaskan kalian ibu ayah " teriak Lien feng.


ia pun terus berjalan di hutan itu. ia akan mengingat ssmua jalan yang pernah ia temui di sana agar kelak dia sudah tahu jalan mana yang harus dia lalui agar sampai di pagoda iblis itu.


" ini prisai nya " seru Lien feng saat ia meraba dan menyentuhnya.

__ADS_1


Lien feng pun terus berfikir cara menghancurkan prisai itu.


ia pun mengingat semua kitab yang ia baca. mungkin ia melewati sebuah bacaan yang nisa menjelaskan tentang menghancurkan prisai itu namun setelah ia berusaha untuk mengingatnya, lien Feng tidak mendapati ingatan jika ia pernah membaca kitab tentang prisai iblis.


__ADS_2