SANG PENAKLUK

SANG PENAKLUK
BELAJAR MENGGUNAKAN SIHIR API


__ADS_3

" apakah tuan sudah membaca semua kitab itu "


Lien feng pun menggelengkan kepalanya dan berkata " hanya tersisa beberapa lembar lagi "


" maaf tuan muda, di bagian bab akhir ada mantra sihir api. tuan muda bisa membacanya dan mempelajarinya"


Lien feng pun mengangguk kepala dan membalikkan badannya untuk mengambil kitab itu lagi.


ia pun membuka lagi kitabnya itu.


Lien feng dengan berhati-hati membaca mantra sihir itu.


setalah ia hafal ia pun keluar dari rumah itu dan ketika sampai di luar, Lien feng pun mencobanya.


wushhhh.


api kecil terbentuk ketika Lien feng membacakan mantra sihir api namun durasinya sangat pendek.


wushhhh.


lagi-lagi api itu hanya kecil dan durasinya masih belum cukup.


dan entah berapa kali ia terus mencoba hingga akhirnya ia pun bisa mengunakan sihir api itu dengan sempurna.


" keturunan yang mulia raja dan ratu memang luar biasa, padahal keturunan yang lalu mwreka belajar sihir ini membutuhkan waktu yang lama " batin apa saat ia melihat Chen lie berhasil menguasai teknik sihir api tersebut.


Lien feng pun membuat sihir api namun ia takut juga rumah itu akan terbakar jika ia tertidur.


" Soe, apakah ada sihir untuk melindungi alai ini agar tidak membakar rumah ini ketika kita tertidur "


" tuan muda, tuan muda bisa mengontrol api itu lewat aura yang tuan muda berikan. contohnya tuan muda ingin api itu Dian tidak bergerak dan tidak akan merusak apapun ketika api itu menyentuh sesuatu "


" aura "


" tuan muda bisa memejamkan mata dan rasakan dan ucapkan apa yang ingin tuan musa kehendaki "


Lien feng pun mengangguk kepala dan mencobanya.


ia memejamkan matanya dan berkata " tetap diam dan tidak membakar apapun ketika menyentuh sesuatu "


wushhhh.


aura merah itu keluar dari tubuh Lien feng dan masuk kedalam api itu.


" tuan muda bisa membuka mata, dan mencoba untuk membakar apa yang mudah untuk di bakar "


Lien feng pun mengangguk kepala dan membuka matanya.

__ADS_1


ia pun mengambil dedaunan kering lalu meletakkan diatas api tersebut. dan benar saja dedaunan kering itu tidak terbakar. sehingga ia mencoba menempel api itu pada dinding rumah itu dan hasil nya pun sama.


" Soe jika api yang kamu gunakan bagaimana caranya "


" cukup mudah tuan muda, tuan muda hanya memberikan perintah pada api yang akan tuan muda keluarkan "


Lien feng pun mengangguk kepala.


ia mencoba mengeluarkan api di tangannya dan berkata " meledek "


wushhhh.


bomm duarrrrr.


api itu meledak ketika menghantam pepohonan di sana.


Lien feng pun merasa senang.


setelah itu Lien feng pun mengambil hewan buruan Soe. ia akan memanggangnya.


" Soe, saya tadi sempat membaca di kitab itu yang dimana disitu dijelaskan bisa mengalahkan raja iblis dengan pedang naga, pedang dewa dan pedang klan rubah ekor sembilan, dari manakah kita akan mendapatkan pedang itu " tanya Lien feng sambil membolak-balikkan hewan yang sedang ia panggang.


" tentu kita akan menemui mereka tuan muda, dan mereka akan tahu jika kita membutuhkan pedang tersebut karena mereka tahu jika hanya keturunan dari yang mulia raja dan ratu yang bisa mengalahkan raja iblis "


Lien feng pun mengangguk kepala mengerti.


Lien feng yang sudah kenyang pun mengajak Soe untuk masuk kerumah itu.


" Soe, apakah rumah ini peninggalan dari klan rubah ekor sembilan! "


" ya tuan muda, di sini lah tetua terdahulu memulai mendirikan klan sampai klan rubah ekor sembilan di akui oleh para dewa dan lainnya "


" lalu kenapa di biarkan seperti ini, apa tetua tidak merasa takut jika kitab-kitab itu akan hilang atau di curi "


" tidak tuan muda, sebenarnya hanya keturunan yang terpilih saja yang bisa melihat rumah ini, meskipun keturunan klan mencari keberadaan namun ia tidak terpilih maka ia tidak bisa melihat rumah ini "


" apakah ibuku termasuk orang terpilih "


Soe menggelengkan kepalanya dan berkata " keturunan yang terpilih akan lahir setiap sepuluh ribu tahun, namun harus memiliki tanda bintang di dahinya "


" memangnya ada yang terpilih namun tidak ada tanda bintang di dahinya "


" ada tuan muda, dialah tetua ke sebelas. beliau terpilih namun tidak ada tanda bintang di dahinya. maka dari itu beliau tidak bisa melihat rumah ini apalagi sampai membaca kitab-kitab itu "


Lien feng pun mengangguk kepala dan mengambil kitab itu lagi untuk melanjutkan membaca isi kitab tersebut.


" dari yang tertulis disini sepertinya gadis-gadis klan peri sangat cantik dan kuat "

__ADS_1


ia pun membayangkan memiliki gadis yang cantik dan kuat.


" oh ya jika saya keturunan dari rubah ekor sembilan maka saya juga bisa berubah wujud menjadi rubah ekor sembilan " gumamnya ketika ia ingat keturunan dari rubah ekor sembilan.


kitab pertama pun telah selesai di baca semuanya, kini ia akan mengambil beberapa kitab lagi.


" ini sih buku bukan kitab seperti tadi " gumamnya saat ia melihat beberapa buku dirak buku.



" Soe "


Soe pun menghampiri Lien feng dan berkata " ada apa tuan muda "


" apakah tidak ada kitab lagi "


" itu semua kitap tuan mudadan ketika tuan muda menyentuhnya maka buku itu akan berubah bentuk menjadi kitab "


" hemmm "


Lien feng pun mengangguk kepala dan mengambil beberapa buku dan benar saja ketika Lien feng menyentuh buku tersebut berubah menjadi kitab.


Lien feng pun langsung duduk dan membaca kitab-kitab yang ia ambil.


ia membaca kitab itu sampai tertidur.


* pagi harinya.


Lien feng yang masih tertidur pulas itu membuka matanya kala matanya terkena cahaya matahari yang masuk dari celah-celah rumah itu.


" sudah siang ya "


ia pun berdiri dan keluar dari rumah itu.


" Soe " serunya saat ia melihat Soe membawa binatang lagi.


" maaf tuan muda, saya meninggalkan tuan muda karena saya tidak berani membangunkan tuan muda "


Lien feng pun tersenyum dan berkata " tidak apa-apa Soe "


" Soe, saya ingin belajar sihir. kira-kira tempat yang aman di mana "


" sebelah barat ada tempat yang luas yang tidak ada pohon dan binatang di sana, di situ cocok untuk tuan muda latihan . namun sebaiknya tuan muda harus makan dahulu sebelum berlatih "


Lien feng pun mengangguk kepala.


ia pun mengambil hewan yang telah di bawa pulang Soe dan di bersihkan lalu di panggang lagi.

__ADS_1


setelah matang dan makan. Lien feng dan Soe pun berjalan menuju tempat di mana Soe tunjukkan yang cocok untuk Lien feng berlatih.


__ADS_2