SANG PENAKLUK

SANG PENAKLUK
DESA PERI


__ADS_3

setelah membersihkan wajah, Lien feng pun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju ke desa peri.


" apakah kalian sudah siap "


mereka berdua pun mengangguk kepala.


lien Feng pun langsung berjalan kaki menyusuri hutan itu.


sebelumnya Hutom sudah menghilangkan rumah goa tersebut.


mereka terus berjalan melihat - lihat hutan itu dan sekelilingnya.


" jamur nya sangat sebar sekali " batin lien Feng saat ia melihat beberapa jamur yang sangat besar besar.


" Hutom apakah ini benar jalan menuju desa peri ".


" iya tuan muda, sebentar lagi kita akan melihat jamur raksasa sebagai pintu masuk wilayah desa peri " jawab Hutom.


" jamur raksasa "


Hutom pun langsung mengangguk kepala.


mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.


" itu dia jamur raksasa tuan muda " tunjuk Hutom


Lien feng pun langsung bergegas melihat jamur yang di tunjuk oleh Hutom.



" baiklah, kita kesana " sambil berjalan mendekati jamur raksasa itu.


mereka berdua pun mengangguk kepala dan mengikuti arah Lien feng.


tepat mereka hampir dekat dengan jamur raksasa itu, mereka di hadang oleh kelompok peri yang mengelilingi mereka bertiga.


" siapa kalian " ucap salah satu peri itu.


" kami hanya ingin bertamu di desa peri ini, apakah kami boleh masuk " ucap Lien feng bernegosiasi dengan mereka.


" tidak, tidak ada orang asing yang bisa masuk ke wilayah kami. tangkap mereka " teriakannya


para penyihir lain nya pun langsung bergegas menangkap mereka.


Soe pun langsung bergegas merubah wujud menjadi rubah ekor sembilan.


hal itu membuat para peri itu mundur kembali.


" kalian menantang tuan muda kami " ucap Soe dengan maju kedepan melindungi Lien feng.


" biarkan mereka masuk "


sebuah perintah membuat oara peri itu pun membungkukkan badannya.


wushhhh.


sebuah gerbang pun terbuka.


" masuklah, maaf jika para prajurit ku tidak menyambut kedatangan kalian dengan baik "


lagi-lagi hanya suara itu yang mereka dengar.


" suara siapa itu Soe "

__ADS_1


" mungkin suara peri yang memiliki kekuatan tinggi " jawab Soe.


wushhhh


Soe pun merubah wujud menjadi manusia lagi.


para peri itu pun mempersilahkan mereka bertiga untuk masuk.


Lien feng pun sangat takjub dengan isi di dalam sana.


semua bayangan fantasi Lien feng pun menjadi kenyataan, ia melihat oara peri yang sangat cantik-cantik itu.


" mari tuan-tuan, para penguasa peri telah menunggu kalian " ucap salah satu peri yang datang menghampiri mereka bertiga.


mereka pun langsung mengangguk kepala dan mengikuti arah langkah peri itu.


mereka di bawa di sebuah rumah jamur raksasa.



" silahkan tuan-tuan " ucap peri itu dengan anggun.


pintu itu pun langsung terbuka dengan sendirinya.


hal itu membuat mereka bertiga kaget. namun mereka tetap melangkah memasuki rumah itu.



" selamat datang di kerajaan peri cahaya " ucap peri yang menyambut kedatangan mereka.


mereka bertiga pun langsung diam bak patung saat melihat sosok peri itu.


" perkenalkan nama saya peri anggrek " sambil membungkukkan badannya.


" silahkan duduk tuan-tuan " ucap peri itu memecah kesadaran mereka yang masih diam Tampa mengatakan apapun.


mereka pun langsung mengangguk kepala dan ingin berjalan menuju tempat yang sudah di sediakan.


" tunggu "


sebuah teriak membuat mereka kaget. dan mereka lebih kaget ketika mereka melihat peri dan di samping peri itu ada seekor serigala.



" qi serang mereka " teriak peri itu.


mendengar perkataan peri itu Soe dan Hutom pun langsung bergegas merubah wujud menjadi rubah ekor sembilan dan Golem.


wushhhh, wushhhh.


" hentikan "


teriak peri anggrek saat serigala, Soe dan Hutom ingin melancarkan serangannya.


" peri mawar, panggil kembali hewan peliharaan mu " perintah peri anggrek.


" qi "


serigala itu pun langsung kembali lagi ke peri mawar.


" tuan muda maaf, peri mawar seperti itu " ucapnya dengan nada rendah agar Lien feng mau memaafkan mereka.


" Soe , Hutom "

__ADS_1


mereka berdua pun langsung menoleh dan berubah wujud menjadi manusia.


wushhhh, wushhhh.


mereka berdua pun Kemabli ke sisi Lien feng.


" maaf sebelumnya, apakah tujuan tuan muda kemari " tanya peri anggrek dengan lembut.


" sebenarnya saya kesini untuk mencari bahan-bahan untuk membuat ramuan penyembuh tingkat tinggi " ucap Lien feng, ia asal bicara karena bingung harus bicara apa karena mereka memang tidak ada alasan tertentu untuk kesana.


" oh tuan muda juga memiliki sihir membuat ramuan "


Lien feng pun mengangguk kepala.


" di desa ini ada beberapa tanaman obat yang bisa memulihkan kekuatan dan penyembuhan. saya akan memanggil mereka untuk mengantarkan kalian. kalau boleh tahu tuan muda berasal dari mana " tanya peri anggrek yang entah kenapa bisa merasakan aura saudara itu


" maaf peri, tuan muda anak dari ratu seilien " jawab Soe.


" apa " teriak dua peri itu yang kaget akan perkataan itu hingga mereka pun bangkit.


" apakah benar kamu putra kakak kami " tanya peri anggrek.


" saya adalah anak dari Feng Hua dan seilien " jawab Lien feng.


mereka berdua pun langsung bergegas mendekati Lien feng dan memeluknya dengan erat.


hal itu membuat Lien feng semakin lemas di buatnya.


" aduh kenapa mereka memelukku Sampai begini " keluh Lien feng dalam hati ,tubuhnya seakan tersengat listrik bersentuhan dengan mereka berdua.


" sukurlah anak kakak masih hidup " ucap peri anggrek yang melerai pelukannya itu.


sementara kepala Lien feng terasa pusing sebab bagian sensitifnya tidak bisa ia kondisikan karena pengaruh sentuhan kulit para peri itu.


" tunggu, maksudnya tadi kakak itu bagaimana " tanya Soe.


" ratu seilien adalah kakak kami meski bukan kakak dalam satu rahim. kami berteman dengan beliau " jawab peri anggrek.


" apakah kamu anaknya vuzi dan Aaron " tanya peri mawar pada Soe.


" kenapa peri tahu nama orang tua saya "


" qi, adalah teman Aaron, dulu kami merawat mereka. saya minta maaf jika saya tidak bisa mengenali kamu " ucap peri mawar dengan menangkupkan kedua tangannya.


" eh qi teman ayah, tapi kenapa saya tidak tahu "


" mungkin waktu itu kamu masih kecil, jadi tidak tahu qi "


Soe pun mengangguk kepala mengerti.


" jadi selama ini berada dimana, dan kenapa tiba-tiba muncul di sini " tanya peri mawar pada Lien feng.


" saya berada di dunia lain, bukan di dunia ini. saya kesini karena selalu bermimpi mereka yang aaya kira mwreka telah tiada "


" jadi selama ini kamu tidak tahu jika kedua orang tua kamu masih ada "


Lien feng pun mengangguk kepala.


" saya dari kecil di rawat oleh bibi dan paman saya di dunia sana, dan paman saya merahasiakan hal ini sampai akhirnya saya mengetahuinya sendiri dari Mimpi yang terus mendatangi saya "


" maaf kami, kami tidak bisa membantu orang tuamu " ucap peri anggrek dengan nada sedih.


" tidak apa-apa, saya dapat memahaminya, kalau boleh. saya ingin mengetahui sosok ibu saya dari bibi, sebab sedari kecil saya tidak tahu sosok ibu saya "

__ADS_1


__ADS_2