SANG PENAKLUK

SANG PENAKLUK
BERMALAM DI HUTAN


__ADS_3

Hutom yang belum sempat menghindarinya pun terkena ekor ular itu.


bughhh.


" akkhhhh, sial "


Hutom terbentur rumah goa yang ia buat itu, sehingga Lien feng yang baru saja memejamkan matanya pun terbangun dan bergegas menuju keluar untuk melihat apa yang terjadi.


" ular " serunya saat ia melihat ular di sana, ia pun mencari keberadaan Hutom.


" tuan muda " ucap Hutom yang bangkit itu.


Lien feng pun langsung menoleh ke samping, ia melihat Hutom yang bangkit. ia pun bergegas menolongnya.


" apakah kamu baik-baik saja Hutom "


Hutom pun mengangguk kepala.


mereka pun menatap ke arah ular itu.


Lien feng pun langsung membuat sihir api.


wushhhh.


bola api itu dilesatkan ke arah ular namun dengan cepat ular itu membalikkan bola api itu dengan ekornya.


wushhhh.


Lien feng pun langsung membuat sihir angin untuk menahannya.


bomm duarrrrr.


bola api itu di belokan ke arah hutan dan meledak di sana.


Hutom membuat sihir bumi dan air untuk membuat tanah yang di sekitar ular itu menjadi lumpur.


wushhhh.


sebuah pola sihir terbentuk di antara ular itu dan tanah itu pun menjadi lumpur sehingga tubuh ukar itu masuk kedalam. ular itu berusaha untuk keluar dari lumpur itu.


Lien feng pun yang melihat kesempatan itu pun langsung bergegas menuju ke arah ular itu menggunakan pedang pusaka milik klan rubah ekor sembilan dan memberikan sihir pada pedang itu.


crashhhh.


ular itu yang pun terpotong menjadi dua bagian.


" kenapa ada ular disini, bukankah kamu sudah menyelidiki tempat ini " tanya Lien feng.


" maaf tuan muda, saya juga tidak mengerti. padahal saya sudah mengelilingi tempat ini tadi "


" lalu Soe kemana, apakah belum kembali "


Hutom pun langsung menggelengkan kepalanya dan berkata " tadi saya kelar berniat untuk mencari Soe, namun saat ingin pergi. semak belukar itu bergoyang karena saya penasaran saya pun ingin melihatnya namun saat saya berada di dekat semak belukar itu saya melihat ekor sehingga saya mundur, lalu ada seekor rusa melayang hampir mengenai saya. dan ular itu pun langsung muncul dan menyerang saya "


Lien feng pun melihat rusa tergeletak di sana.


" Soe " seru Lien feng.


ia takut jika Soe dalam bahaya, sebab tidak biasanya dia lama mencari hewan makana dan melihat rusa ia takut jika Soe dalam bahaya.


wushhhh


Lien feng pun langsung bergegas pergi mencari keberadaan Soe, di ikuti Hutom.

__ADS_1


Lien feng pun mencium sedikit aura milik Soe sehinga lien Feng mengikuti aura Soe yang di tinggalkan itu.


wushhhh.


lien feng terus mempercepat terbangnya.


ia pun berhenti di sebuah pohon besar dimana aura milik Soe sangat pekat di sana.


mata Lien feng pun menelisik ke segala arah.


" tuan muda, bukankah itu Soe " tunjuk Hutom saat ia melihat sosok yang bersembunyi di semak belukar.


" iya itu Soe, lalu kenapa dia seperti sedang mengintip "


karena banyak pohon yang besar dan rimbun meeeka tidak tahu jika di depan mwreka ada danau.


mereka berdua pun langsung bergegas menuju kw arah Soe.


" tap "


Lien feng memegang bahu Soe.


Soe pun kaget dan hampir menyerang mereka.


" tuan muda " seru Soe.


" kau kenapa disini, dan apa yang kamu lakukan " tanya Lien feng dengan nada tinggi.


" hustttt pelankan suara tuan muda " dengan nada pelan.


" kau tidak tahu jika kami khawatir denganmu ha " sengal Lien feng


" maaf tuan muda, jika membuat kalian khawatir "


" ada wanita cantik tuan putri, dia seorang peri " jawab Soe.


" astaga, kita khawatir dia malah enak-enakkan mengintip " sengal Hutom.


" coba tuan muda lihat, mungkin tuan muda bisa tertarik "


karena penasaran Lien feng pun langsung mengintipnya.


dan benar saja ada peri yang sedang menari di atas daun.



" ayo pergi, jangan suka mengintip " ucap Lien feng pada Soe


mereka pun pergi dari sana.


wushhhh, wushhhh, wushhhh.


" lalu mana Hewan yang kau tangkap Soe " tanya Hutom di sela-sela perjalanan mereka.


" belum dapat " jawab Soe sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


" astaga " guman Hutom.


" sudahlah, kita kembali saja. saya juga tidak lapar malam ini " lerai Lien feng.


" ini semua gara-gara kau mengintip jadi tuan muda tidak makan malam ini "


" lalu kenapa kau tidak mencari juga "

__ADS_1


" apakah kamu fikir saya sana diam saja, karena kecerobohan kamu ada ular besar di sana. dan jika saya meninggalkan tuan muda yang sedang tertidur maka ular itu leluasa untuk memakan tuan muda " sengal Hutom.


" apa ular besar " seru Soe yang berhenti karena kaget.


namun Lien feng dan Hutom tetap terbang menuju tempat goa yang di buat oleh Hutom.


" kenapa saya tidak merasakan keberadaan ular di sana tadi jika ada ular besar di sana ! " gumam Soe yang masih bingung kenapa sampai bisa seperti ini.


Soe pun langsung bergegas menyusul mereka berdua.


wushhhh.


mereka pun tiba di sana.


" tuan muda, apakah tuan muda yakin tidak akan makan malam " tanya Hutom dengan nada khawatir sebab tuan mudanya belum makan apapun dari pagi.


" tidak ada makanan " sahut Lien feng sembari masuk ke dalam.


Hutom pun langsung bergegas menuju ke sungai di dekat sana untuk mencari ikan untuk makan makan tuannya.


rupanya di sana banyak ikan jadi Hutom tidak terlalu lama untuk mendapatkan ikan.


setelah mendapatkan cukup banyak, ia pun membersihkan ikan tersebut. lalu memanggangnya.


" dapat ikan dari mana " tanya Soe.


" sungai "


Soe pun langsung membantu Hutom.


setelah beberapa menit ikan-ikan tersebut pun telah matang.


Hutom pun membawa masuk kedalam agar tuan mudanya bisa makan malam itu.


" tuan muda, tuan muda " ucap Hutom yang membangunkan Lien feng yang tertidur pulas.


Lien feng pun terbangun dan berkata " ada apa Hutom "


" ini tuan, makan dulu setelah makan tuan muda bisa melanjutkan tidurnya "


Lien feng pun bangkit dan duduk di atas tempat tidur itu.


Hutom pun langsung memberikan ikan tersebut kepada Lien feng.


Lien feng pun langsung mengambilnya dan berkata " terimakasih Hutom "


Hutom pun mengangguk kepala.


" apakah kalian sudah makan "


" kami akan makan di luar, saya permisi tuan muda "


Lien feng pun mengangguk kepala.


mereka pun akhirnya bisa makan malam.


setelah mwreka kenyang mereka pun langsung beristirahat.


sebelumnya Lien feng sudah membuat prisai untuk melindungi mereka, ia takut jika tidak memasang prisai akan ada hewan buas yang mendatangi mereka.


malam berlalu dan berganti dengan pagi.


Lien feng pun langsung bergegas membersihkan wajahnya di danau dekat sana.

__ADS_1


" airnya sangat segar " seru Lien feng saat air itu mengenai wajahnya.


__ADS_2