
setelah Lien feng berkata pedang itu pun langsung terbang dan mengelilingi tubuh Lien feng.
Lien feng pun merasakan energi sihir yang besar setelah Cahaya merah itu masuk kedalam tangannya.
Soe pun merasakan hal yang sama, ia pun dapat merasakan kekuatan yang besar mengalir di dalam dirinya
Lien feng pun langsung memegangi pedang itu.
wushhhh.
energi besar keluar dari tubuh Lien feng. begitu juga dengan penampilan Lien yang berubah.
" tuan muda " seru Soe saat ia melihat mata Lien memancarkan cahaya kemarahan.
" tuan muda, tuan muda, tuan muda " seru Soe yang tidak bereaksi dengan panggilan dirinya.
saat ini Lien feng sedang melihat masa lalu yang telah di jalani oleh pedang itu, peperangan demi peperangan ia lihat dan puncak kemarahan Lien feng adalah klan rubah ekor sembilan telah di bantai dengan begitu kejam dan ayah, ibu nya telah di siksa.
bughhh.
Lien feng terpental.
ia pun akhirnya sadar ketika ia terbentur tembok ruangan itu.
" maaf tuan muda, saya harus melakukan hal itu agar tuan muda sadar " ucap Soe yang merasa bersalah harus menggunakan sihir angin untuk menyadarkan Lien feng.
" tidak apa-apa Soe, terimakasih telah menyadarkan saya " ucapnya sambil bangkit
" maaf memang nya tuan muda tadi kenapa "
" entahlah, saya tadi melihat sebuah gambaran tentang perperangan masa lampau "
Soe pun mengangguk kepala mengerti.
" sebaiknya kita keluar dari sini Soe, saya sangat lapar "
" baiklah tuan muda, mari "
itu hanya alasan Lien saja ingin keluar dari ruangan tersebut karena ia tidak mau melihat kepedihan yang orang tuanya rasakan dan kepedihan orang-orang klan rubah ekor sembilan.
mereka pun keluar dari ruangan tersebut, Lien feng yang masih membawa pedang pusaka milik klan rubah ekor sembilan itu pun terus memeluknya.
setelah keluar dari sana, Lien feng pun membersihkan hewan yang di bawa oleh Soe lalu memanggangnya.
sebenarnya Lien feng ingin menanyakan tentang peristiwa itu, namun sepertinya didalam peristiwa itu ada rahasia yang disembunyikan oleh Soe sehingga Lien feng membatalkan niatnya untuk bertanya.
hingga daging itu pun telah matang, Lien feng pun makan dengan lahapnya.
setelah makan, Lien feng pun langsung beristirahat. karena ia sangat lelah hari ini.
* pagi harinya.
mereka berdua pun sudah bersiap menuju tempat dimana Lien feng akan berlatih lagi. Lien feng pun membawa pedang itu, sejak tidur sampai sekarang pedang itu tidak pernah jauh dari Lien feng.
mereka terus berjalan hingga mereka sampai di sana.
" Soe tolong jaga pedang ini " ucapnya sambil meletakkan pedang itu di sebuah batu besar.
__ADS_1
" baik tuan muda "
Lien feng pun langsung membaca mantra sihir pemanggil.
wushhhh.
Hutom pun muncul.
" hitam bersiaplah kita akan berlatih "
" baik tuan muda "
mereka pun bersiap-siap untuk berlatih pedang, alat yang mereka gunakan masih dari kayu.
mereka pun langsung berlatih, Lien feng semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam menggunakan teknik pedang itu.
kayu yang mereka gunakan untuk berlatih itu pun selalu mereka ganti karena baru beberapa kali mengayunkan kayu tersebut langsung hancur.
hari mulai sore mereka pun mengentikan latihannya.
" Soe, sepertinya saya telah bisa menggunakan pedang ini untuk melawan raja ular "
Soe pun mengangguk kepala dan berkata " kemajuan tuan muda sangat pesat, saya yakin kita akan mengalahkan raja ular itu "
" besok kita akan berburu raja ular itu, sebaiknya kita kembali dan untuk Hutom bisa kembali dan tidak perlu menemani kami pulang "
" baik lah tuan muda, saya permisi "
Lien feng pun mengangguk kepala.
wushhhh.
" ayo Soe "
mereka pun kembali.
dengan langkah tenang mereka terus berjalan.
" Soe, apakah naga itu jahat " tanya Lien feng di sela-sela perjalanan.
" tergantung naga itu tuan muda, ada yang jahat dan tidak. namun naga yang terkenal jahat adalah naga Xiobie. dia adalah naga tunggangan raja iblis "
Lien feng pun mengangguk kepala.
mereka pun tiba di rumah itu.
" Soe, untuk malam ini jangan mencari makanan untukku. esok saja saya akan makannya semabari kita berburu raja ular itu. sebaiknya kita langsung istirahat saja "
Soe pun mengangguk kepala saja menuruti perintah Lien feng.
mereka pun langsung beristirahat menunggu esok hari.
* esok harinya.
mereka sudah bersiap-siap untuk pergi.
" tuan muda, apakah Hutom tidak di panggil sekarang "
__ADS_1
" sepertinya jangan dulu Soe, jika kita dalam bahaya baru kita panggil dia "
Soe pun mengangguk kepala.
mereka pun berjalan menuju goa dimana raja ular itu berada.
setengah jam mereka berjalan, mereka menemukan kawanan rusa.
mereka pun berhenti.
" aneh, kenapa di sini malah banyak rusa " gumam Soe. padahal dari kemarin-kemarin dia selalu mencari rusa tidak pernah bertemu namun kenapa hari ini ia melihat kawanan rusa.
" apakah dari sini goa raja ular itu masih jauh "
" lumayan tuan muda, di depan sana nanti ada sungai. kita akan melewati sungai itu dan dari sungai itu tidak jauh ada goa yang di huni oleh raja ular "
Lien feng pun mengangguk kepala dan berkata " sebaiknya saya makan ikan di sungai saja, entah kenapa saya ingin memakan ikan "
" baiklah tuan muda, kita akan mencari ikan di sana dahulu "
mereka pun melanjutkan perjalanan menuju sungai itu.
sesampainya di sana. Lien feng pun membuat tombak untuk menangkap ikan-ikan tersebut. karena sungai itu tidak terlalu dalam dan airnya pun sangat jernih.
setelah tombak di buat, Lien feng pun langsung bergegas masuk ke dalam sungai untuk mencari ikan.
jlebsss.
satu ikan tertombak, Lien feng pun langsung mengambilnya dan melemparkan ikan itu ke arah Soe, Soe pun menjaga ikan tersebut.
Lien terus mencari dan menombak ikan-ikan tersebut, hingga tidak terasa ikan pun sudah banyak.
" tuan muda, sepertinya ini sudah cukup banyak "
Lien feng pun langsung menghentikan aktivitasnya setelah mendengar seruan Soe.
ia pun langsung mendekati Soe.
" makanlah beberapa ikan ini "
Soe pun mengangguk kepala dan berkata " terimakasih tuan muda "
Lien feng pun mengangguk kepala dan membersihkan ikan-ikan tersebut untuk di panggang.
setelah ikan bersih, ia mencari kayu. dan setelah persiapan sudah lengkap. Lien feng pun mulai memanggang ikan itu.
setelah ikan itu matang, Lien feng pun langsung bergegas makan dengan lahap hingga beberapa ikan yang Lien feng makan sampai ia merasa kenyang.
mereka pun beristirahat sejenak lalu melanjutkan perjalanan mereka.
" tuan muda " seru Soe saat mereka hampir mendekati goa raja ular.
" ada apa Soe "
" goanya di depan kita, goa itu tertutup semak dan batu itu "
Lien feng pun langsung menoleh kearah dimana semak dan bebatuan itu.
__ADS_1
" apakah pintu goa itu tertutup begitu, bagaimana si raja ular itu ingin pergi keluar "
" batu itu akan bergeser ketika raja ular hendak keluar, untuk itu kita menunggu raja ular itu untuk keluar "