
Di rumah sakit Lennox Hill. Roberto,ayah Alena bersama dokter Matthew membahas kondisi kesehatan Alena setelah lima hari dirawat. Mereka terlihat tegang , beberapa kali Roberto memijat pelipisnya. Tumpukan file di tangan berulang kali ia teliti, takut ada yang terlewat dari matanya.
Matthew pelan-pelan berdiri dari kursi menuju meja dispenser di sudut ruangan. Ia mengambil segelas air putih
untuk profesornya itu, berharap dapat membantu menghilangkan ketegangan sementara.
“ Silahkan, prof.” Matthew meletakkan segelas air putih di hadapan Roberto dan kembali duduk di kursinya.
“ Terima kasih Matt.” Jawabnya.
“ Prof, apa yang anda curigai ternyata benar. “ Ujar Matthew pelan lalu menghela nafasnya. “ Alena seperti
sehat-sehat saja, tapi ternyata hasil pemeriksaan fisik dan darahnya sangat buruk.” Lanjut Matthew lagi.
Matthew tak merasa heran dengan analisa profesornya itu beberapa hari yang lalu. Sejak Roberto melihat kondisi fisik Alena dan mencocokkan dengan hasil laboratorium, perkiraannya tentang gejala-gejala yang ditimbulkan oleh racun MGX telah terbukti semua.
Matthew mengeyam pendidikan kedokteran di Universitas New York, Profesor dokter Roberto Morreti adalah guru dan orang panutannya.Pribadi yang low profile namun tegas. Orang yang selalu konsisten dalam hidupnya. Manusia paling cerdas yang pernah ia temui di dunia ini.
__ADS_1
Roberto meneguk airnya perlahan hingga tinggal sepertiga lagi dalam gelas. Kemudian kacamata yang sedari tadi
bertengger ia lepaskan dan diletakkan begitu saja ke atas meja. Ada kekalutan dalam sinar matanya. Begitu besar beban yang menghimpit dadanya. Dalam hati ia marah dan kesal menyalahkan dirinya sendiri. Seharusnya ia bisa lebih keras lagi saat menghalangi keinginan Alena, seharusnya ia tidak membiarkan Alena hidup sendiri, seharusnya ia bisa melindungi putrinya lebih ketat lagi. Namun apa daya, semua telah terjadi. Alenanya bukan lagi gadis kecilnya , kini ia telah menjelma menjadi gadis dewasa. Mimpinya tak bisa lagi ia kendalikan, Alena punya mimpinya sendiri.
“ Matt…racun MGX bersifat sistemik dan silence. Aku tak menyangka tumbuhan penghasil racun itu masih ada di dunia ini. Bagaimana orang itu bisa memilikinya? Itu bukan tumbuhan biasa. Ia adalah inti dari semua racun di dunia. “ Ucap Roberto gusar.
“Apa anda bisa jelaskan tentang racun ini prof ?” Tanya Matthew serius.
“ Tumbuhan racun itu berbunga seratus tahun sekali. Ia hanya bisa tumbuh di pegunungan es. Bunganya berwarna ungu dan bentuknya seperti terompet. Aku bersama rekan sejawatku mencoba melakukan penelitian terhadap racun bunga itu. Tapi kami tidak pernah menemukanya tumbuh, hanya literature-literature peninggalan suku pedalaman disana dan penelitian orang-orang sebelum kami berabad-abad sebelumnya yang menjelaskan.“ Jawab Roberto.
“ Tentu saja ada Matt. Sama seperti racunnya, penawarnya pun tumbuh seratus tahun sekali. Dimana bunga beracun itu tumbuh, maka di sekitarnya juga tumbuh tanaman penawarnya.” Jelas Roberto.
Matthew berdecak kagum dengan pengetahuan profesornya di dalam hati.
“ Matt…. Ya tuhan …. Aku tak ingin kehilangan putriku….Alena.” Ujar Roberto mencoba menahan bulir bening dari
matanya turun. Suaranya terdengar putus asa. Dalam hidupnya selama ini, baru sekarang ia merasa terpuruk, putus asa dan ketakutan. Putrinya yang tercinta sedang diambang kematian. Sedangkan ia sebagai ayah yang berprofesi dokter tak bisa berbuat apapun. Percuma rasanya, ilmu yang ia miliki. Percuma semua penghargaannya ia terima. Jika putri satu-satunya tak bisa ia selamatkan.
__ADS_1
“ Prof, bersabarlah demi Alena. Kita berdoa kepada Tuhan semoga kita bisa temukan penawarnya. Kondisinya saat ini masih bisa kita atasi. Panas dan gatalnya sudah hilang, walaupun ia masih sering mengalami diare dan sakit kepala tapi kita akan terus memantau kondisinya.” Matthew mencoba menyemangati.
“ Matt, waktu kita tidak banyak. Menurut penelitian masa inkubasi racun itu tujuh hari. Artinya sebelum dua hari
lagi kita harus memberi Alena penawarnya. Aku sudah katakan kepadamu kan, jika kita terlambat, Alena akan mengalami gagal jantung. Racun itu telah mengendap di aliran darahnya, sewaktu-waktu pembuluh darahnya bisa pecah. Aku sudah mencari penawarnya kemana-mana, bahkan bertanya pada rekan-rekanku, tapi hasilnya nihil. ” Ujar Roberto.
“ Bagaimana dengan pasar gelap ? Apa sudah anda cari disana prof ? Aku dengar disana sering menjual apa saja,
seperti barang yang langka atau yang tidak dijual di tempat lain.” Saran Matthew.
“ Iya, kita coba saja. Berapapun harganya tidak masalah, sekalipun harus dibayar dengan nyawaku.”
Diujung pintu ruangan dokter Matthew,Geralt berdiri mematung. Ia terpaksa menguping semua pembicaraan Roberto dan Matthew. Dadanya terasa sesak. Kakinya lemas dan gemetar.
Beberapa saat sebelumnya, Geralt terpaksa meninggalkan Alena sendiri di dalam salnya. Ia berniat menemui dokter Matthew untuk menanyakan kondisi kesehatan Alena. Namun, sebelum ia mengetuk pintu yang tidak tertutup sempurna tanpa sengaja ia mendengar semuanya.
*****
__ADS_1