
" tuan muda silahkan membersihkan diri, saya akan mencari makanan untuk tuan muda "
Lien feng pun mengangguk kepala.
Soe pun langsung bergegas pergi meninggalkan Lien feng di sana.
" saya tahu kamu memiliki rahasia Soe, namun saya yakin rahasia itu tidak buruk bagi saya " batin lien Feng saat melihat kepergian Soe.
Lien feng pun langsung bergegas untuk membersihkan diri.
setelah itu Lien feng ingin membaca kitab di ruangan itu. Lien feng pun memilih kitab yang akan ia baca.
ada kitab yang menarik yang membuat Lien feng ingin membacanya, karena kitab itu sangat tinggi dan susah di jangkau olehnya maka ia pun menoleh kesegala arah untuk mencari sesuatu yang bisa ia pijak agar ia dapat mengambil kitab itu. lien Feng pun melihat kursi sehingga ia berinisiatif untuk mengambilnya.
namun karena Lien feng terburu-buru maka ia pun tersandung hingga ia tidak sengaja menyentuh kepala patung rubah ekor sembilan di sana.
tiba-tiba lantai di pojokan itu terbuka.
Lien feng sontak langsung berdiri, sehingga ia dapat melihat sebuah tangga menuju ke ruang bawah tanah.
karena penasaran dengan sebuah lorong itu menuju kemana dan isinya apa , Lien feng pun mencoba masuk ke dalam.
dan saat kaki Lien feng menyentuh tangga pertama obor di sisi kanan dan kiri lorong pun menyala menerangi seluruh ruangan tersebut.
Lien feng pun dengan hati-hati terus melangkah masuk.
Lien feng pun sempat berhenti dan berfikir. sebab ia merasa aneh, anehnya di ruangan itu seperti di dunia dia. dimana banyak alat-alat canggih di sana.
Lien feng pun terus melangkah masuk hingga ia menemukan sebuah tempat yang amat luas.
" sebenarnya ini tempat apa dan kenapa Soe tidak memberitahu tentang tempat ini " batin lien Feng
" dan ini tombol apa "
Lien feng terus mengamati beberapa tombol itu.
" tuan muda "
Lien feng pun langsung kaget sehingga ia menoleh dan tangannya tidak sengaja memencet tombol di sana.
di tengah-tengah ruangan tersebut muncullah sesuatu dari dalamnya.
__ADS_1
Lien feng pun berbalik arah untuk melihat itu.
sebuah meja dengan batu permata yang besar pun muncul di sana.
" Soe, apakah kamu tahu ruangan ini dan batu itu "
Soe pun mendekati Lien feng dan menjawab " mohon maaf tuan muda, saya sendiri tidak tahu jika di sini ada ruangan seperti ini "
" ini sangat aneh, apakah ini di buat oleh orang jaman masa lampau tapi itu mustahil " batin lien Feng lagi.
" Soe apakah kamu tahu orang-orang pada masa lampau "
Soe pun langsung menggelengkan kepalanya.
" tapi tuan muda, saya merasakan sihir yang amat kuat di dalam batu tersebut "
Lien feng pun mengangguk kepala karena ia juga merasakan hal yang sama.
" Soe coba kamu ingat-ingat lagi, pasti kamu tahu sesuatu tentang batu ini "
Soe pun mencoba mengingatnya namun ia benar-benar tidak tahu sama sekali sehingga ia menggelengkan kepalanya.
Soe yang kaget itu pun langsung bergegas mengikuti Lien feng.
" ada apa tuan muda " seru Soe.
" batu permata itu sepertinya saya pernah lihat di kitab " jawab Lien feng sambil berlari itu.
sesampainya di ruangan itu, Lien feng mencari kitab yang berisikan tentang batu tersebut.
ia membuka lembar demi lembar dan kitab demi kitab, hingga ia menemukan kitab yang berisikan tentang batu tersebut.
ia pun bergegas kembali keruang bawah tanah itu lagi.
sesampainya di sana ia mencocokkan gambar batu tersebut pada gambar di kitab itu.
" sama " seru Lien feng.
ia pun membaca lagi tentang batu itu.
__ADS_1
" batu permata klan rubah ekor sembilan adalah harta Karun yang sangat berharga, sesungguhnya ia bukan batu permata biasa melainkan pedang pusaka milik klan rubah ekor sembilan, untuk menjadikan batu itu menjadi sebuah pedang maka keturunan dari klan rubah ekor sembilan harus meneteskan darahnya di batu tersebut " ucap Lien feng yang membaca tulisan kitab tersebut.
" Soe, apakah kamu tahu letak keberadaan pedang pusaka milik klan rubah ekor sembilan "
" setahu saya pedang pusaka itu di simpan oleh sang tetua agung klan rubah ekor sembilan, namun saya tidak tahu jika pedang pusaka itu berubah menjadi batu itu "
Lien feng pun mengangguk kepala dan berkata " baiklah saya akan mencobanya, jika batu tersebut adalah pedang pusaka milik klan rubah ekor sembilan maka kita perlu mencari dua pedang lagi, iya kan "
Soe pun mengangguk kepala.
Lien feng pun mencari sesuatu yang bisa menggores tangannya. namun ia tidak menemukan apapun. ia melihat sebuah kaca sehingga ia pun memecahkan kaca tersebut.
lalu menggerakkan tangannya.
rasa perih yang amat luar biasa ia rasakan saat itu. Lien feng pun langsung bergegas menuju ke arah batu permata tersebut karena darahnya sudah mulai menetes ke lantai.
setelah beberapa tetesan,dan menunggu beberapa menit namun batu tersebut tidak bereaksi sama sekali terhadap darah Lien feng. Lien feng pun menoleh ke arah Soe dan menggelengkan kepalanya tanda batu itu benar-benar tidak bereaksi.
dengan rasa kecewanya Lien feng pun menjauh dari batu permata tersebut.
" ternyata bukan batu itu yang kita cari " seru Lien feng yang mengajak Soe keluar dari ruangan itu.
Lien feng dan Soe pun langsung berjalan keluar.
namun saat kaki mereka telah memasuki lorong, mereka pun terhenti karena ada sebuah cahaya terang dari arah belakang mereka. mereka berdua pun langsung menoleh ke belakang untuk melihat apa yang terjadi.
karena ruangan itu sangat menyilaukan mata, mereka pun menutup matanya sehingga mereka belum tahu apa yang terjadi di ruangan tersebut. hingga cahaya terang itu berubah menjadi cahaya merah barulah mereka membuka matanya.
mereka pun langsung kaget ketika mereka melihat batu tersebut berubah menjadi pedang.
" tuan muda " seru Soe.
Lien feng pun mengangguk kepala dan mendekati pedang tersebut.
saat Lien feng ingin memegang pedang itu, aura merah pun melilit tangan Lien feng dan masuk ke dalam tangan Lien feng.
awalnya Lien feng kaget namun ia merasakan aura merah itu seperti makhluk hidup karena Lien feng mendengar sebuah suara " hamba Xuzhou siap menerima perintah dari yang mulia "
" Xuzhou " seru Lien feng.
setelah Lien feng berkata pedang itu pun langsung terbang dan mengelilingi tubuh Lien feng.
__ADS_1
Lien feng pun merasakan energi sihir yang besar setelah Cahaya merah itu masuk kedalam tangannya.
Soe pun merasakan hal yang sama, ia pun dapat merasakan kekuatan yang besar mengalir di dalam dirinya