Sang Penguasa Cahaya

Sang Penguasa Cahaya
Chapter 10 Pagoda Naga IV


__ADS_3

Mereka semua kemudian melesat dengan kecepatan penuh yang di miliki oleh mereka masing-masing. Tapi, walaupun sedang berlomba-lomba untuk sampai di puncak tertinggi, terkadang mereka juga saling mengobrol satu sama lainnya untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosan.


" Kakak, setelah keluar dari pagoda naga kakak mau kemana?" Tanya Guang Tan kepada Guang Hun.


'' Tentu saja, aku ingin berpetualang di dunia luar untuk menambah pengalaman bertarungku." Jawab Guang Hun


" Itu benar. Aku juga ingin berpetualang, karena jika kita tinggal di klan terus-menerus maka kita tidak akan ada peningkatan." Ucap Guang Gung.


" Yang saudara Gung katakan itu memang benar. Selain meningkatkan kekuatan kita, secara tidak langsung kekuatan klan kita akan meningkat juga." Ucap Guang jiang.


" Oh iya, jika kita ingin berpetualang, maka kita harus mencari nama yang bagus untuk menyembunyikan identitas kita yang sebenarnya." Ucap Guang Zang.


" Itu memang benar, karena sangat jarang ada orang yang tahu keberadaan klan kita." Ucap Guang Shen.


Mereka terus mengobrol hingga tanpa mereka sadari, mereka sudah sampai di gunung tertinggi, di pagoda naga.


Wussss


Wusssss


Sekali lagi, mereka berlomba-lomba untuk sampai di puncak gunung tersebut.


Wusss


Wusss


Tap


Tap


Tap


Akhirnya mereka sampai di puncak gunung.


Dua puluh orang pertama yang sampai di puncak gunung di teleportasikan ke tingkat delapan, sementara sisanya di di berikan pil untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Sementara itu, Guang Shen dan sembilan belas orang lainnya muncul di sebuah lembah yang curam dan dalam.


" Di sini kalian harus membunuh menimal lima ekor singa langit, dan kalian akan di bawa ke tingkat akhir." Ucap sebuah suara.


Roargggggg


Tak lama kemudian terdengar raungaj singa langit. Mereka semua mengepung Guang Shen dan yang lainnya secara berkelompok.


" Bersiap semuanya." Ucap Guang Shen.


Wusss


Triinngg


Triiinngg


Sreeek


Sreeekkk


Mereka semua bekerja sama untuk membunuh gerombolan singa langit yang mengepung mereka.


" Serigala langit lebih tepat untuk kalian dari pada singa langit. Karena kalian memyerang seperti serigala." Ucap Guang Shen.


Sreeekk


Sreekkk


Booomm

__ADS_1


Boommm


Mereka terus bertarung hingga akhirnya gerombolan singa itu mati tak tersisa.


Roargggggg


" Hm, bersiaplah ini akan melengkapi pencarian kita" Ucap Guang Xin.


Swiiggg


Wussss


Booommm


Satu persatu serangan di lesatkan kearah rombongan singa langit yang kedua, tapi setelah satu jam, mereka semua mati.


Wusss


Seluruh kristal jiwa yang berserakan di tanah terserap kedalam token giok mereka. Lalu mereka kemudian di teleportasikan ke tingkat sembilan.


" Selamat, kalian sudah berhasil menyelesaikan tantangan di pagoda naga. dan sebagai hadiahnya, aku akan memberikan sesuatu kepada kalian." Ucap seorang pria tua.


" Kalau boleh tahu, kakek siapa?" Tanya Guang Xin.


" Namaku Guang Rui, kalian boleh manggilku kakek Rui atau kakek saja." Jawab Guang Rui.


" Baik, aku akan memanggil senior kakek saja." Ucap Guang Shen.


Wussss


Masing-masing token giok mereka mengambang di udara, lalu semua isinya keluar. Dengan gerakan cepat, pria tua itu melebur semua bahan itu menjadi sebuah pil dan menambahkan sebuah daun berwarna kuning keemasan dan air berwarna putih.


Wusss


Tiga buah pil mengambang di hadapan mereka semua.


" Baik" Jawab mereka.


Mereka kemudian menelan pil itu satu persatu dan mulai mencernanya.


Dua hari kemudian...


Booomm


Boomm


Booommm


.....


Mereka semua melakukan penerobosan satu ranah. Guang Shen menerobos ke ranah kaisar bintang lima, Guang Fang menerobos ke ranah raja bintang delapan Guang Jiang menerobos ke ranah Jenderal bintang empat, Guang Zang menerobos ke ranah jenderal bintang tiga, dan Guang Xin menerobos ke ranah langit bintang lima. Sementara sisanya menerobos ke ranah jenderal bintang 2 dan 3


Mereka kemudian menelan satu butir pil lagi, dan mulai menyerap esensi pil tersebut.


Dua jam kemudian..


Boommm


Boomm


Boomm...


Terdengar ledakan dari tubuh mereka sebanyak sembilan kali yang menandakan mereka menerobos satu ranah lagi.


Setelah menstabilkan pondasi kultivasi mereka, mereka menelan pil ketiga.

__ADS_1


Dua jam kembali berlalu....


Booomm


Boommm


Boomm...


Mereka semua menerobos satu ranah lagi, dan juga mengakhiri latihan mereka.


Guang Shen menerobos ke ranah langit bintang lima, Guang Fang menerobos ke ranah bumi bintang delapan, Guang Jiang menerobos ke ranah bumi bintang empat, Guang Zang menerobos ke ranah bumi bintang 3, dan Guang Xin menerobos ke ranah bintang bintang lima.


" Selamat untuk kalian semua, dan tetaplah berlatih meningkatkan kekuatan kalian, karena kultivasi di alam langit bukan hanya sebatas ranah dewa." Ucap Guang Rui


" Kalau boleh tahu, batas kultivasi di alam langit ranah apa kek?" Tanya Guang Shen.


" Di atas ranah dewa masih ada ranah dewa bumi, dewa langit, dewa awan, dewa bintang, dan dewa agung. Masing-masing ranah di batasi oleh sembilan bintang."Jawab Guang Rui


" Tapi, kakek bilang kultivasi di alam langit hanya sampai ranah dewa saja." Ucap Guang Shen.


" Itu memang benar, karena selama ini belum ada yang berhasil menembus ranah dewa agung, dan naik ke alam surgawi sejak perang besar itu usai. Dan juga untuk menerobos pembatas ranah dewa dengan ranah dewa bumi tidaklah mudah, karena pembatas kedua ranah itu seperti dinding yang berlapis-lapis." Jawab Guang Rui


" Baiklah, sekarang kalian boleh keluar karena orang tua kalian sudah menunggu kalian."


" Dan satu lagi, ambillah cincin ini." Ucap Guang Rui


" Tapi, kek. Aku sudah memiliki cincin yang sama" Ucap Guang Shen


" Sudah ambil saja." Ucap Guang Rui


" Kemarilah sebentar nak" Ucap Guang Rui


" Saya kek?" Tanya Guang Shen.


" iya. Kakek ingin memberikan teknik pagoda naga kepadamu, karena kakek melihat kau memiliki potensi untuk mewarisi teknik pagoda naga." Ucap Guang Rui


Pria itu lalu menempelkan jari telunjuknya ke dahi Guang Shen, dan mulai menyalurkan teknik pagoda naga.


" Teknik ini sangat kuat kek. Aku akan melatihnya setelah keluar dari sini." Ucap Guang Shen.


" Untuk kalian semua, pelarilah teknik ini dengan baik" Ucap Guang Rui. Lalu sembilan belas buku melayang di hadapan mereka semua, lalu mereka menyimpan buku itu di dalam cincin ruang mereka.


" Teknik yang kuberikan sesuai dengan elemen dan senjata yang kalian miliki." Ucap Guang Rui.


" Terima kasih kek, kalau begitu kami pamit dulu."


Wusss


Wusss


Tap


Tap


Mereka semua mendarat di lapangan tempat mereka berkumpul sebelum masuk ke dalam pagoda naga.


" Shen'er, Xin'er, Fang'er." Teriak seorang wanita.


" Ibu" Ucap mereka bertiga serempak.


Mereka kemudian berlari ke arah Lian Hua, dan memeluknya.


" Ibu aku sangat merindukanku" Ucap Guang Shen.


" Ibu juga sangat merindukan kalian bertiga"

__ADS_1


" Oh iya, dimana Jia'er?" Tanya Lian Hua.


" Dia sedang berlatih bersama kakek, bu" Jawab Guang Xin.


__ADS_2