Sang Penguasa Cahaya

Sang Penguasa Cahaya
Chapter 26 Persiapan menuju kota Lampion


__ADS_3

" Oh iya paman, Ini kan hanya dimensi buatan, bagaimana bisa petir kesengsaraan bisa masuk kedalam sini?" Tanya Guang Shen.


" Kalung ini terbentuk sendiri oleh energi kumpulan elemen cahaya murni, bukan di buat oleh orang lain. dan bisa di bilang ini adalah dunia kecil yang terbentuk oleh kekuatan cahaya dan hukum surgawi itu sendiri. Selain dimensi yang luas, dimensi cahaya ini memiliki aturan mutlak yang tidak dapat di rubah. Seperti aturan ruang dan waktu. Ruang dan waktu dimensi kalung milik tuan tidak dapat di tambah atau di kurangi." Jelas Yang Han.


" Selain elemen cahaya, dimensi ini di bentuk juga oleh elemen tanah, air, angin dan api serta elemen petir, dan es, dan terakhir elemen ruang dan waktu." Jelas Yang Han.


" Apakah masih ada elemen lain selain yang paman sebut tadi?" Tanya Guang Shen.


" Dialam semesta ini terdapat sepuluh macam elemen yaitu air, api, angin, dan tanah dan cahaya sebagai elemen kehidupan. Elemen petir, dan es , sebagai elemen kehancuran, elemen racun dan kegelapan merupakan elemen kematian, dan terakhir elemen kehampaan ." Jelas Yang Han.


" Jadi racun termasuk elemen juga ya? Selama ini aku mengira jika racun itu hanya sebuah teknik non elemen" Ucap Guang Shen.


" Oh iya paman. Dimana aku bisa menemukan elemen racun dan elemen ruang dan waktu( kehampaan)?" Tanya Guang Shen.


" Kau mau apa dengan kedua elemen itu? Kau tahu kan, elemenmu tidak dapat di tambah lagi?" Tanya Yang Han.


" Ya, aku tahu paman. Aku ingin menyerap kedua elemen itu untuk menyempurnakan kekuatan ilahi milikku" Jawab Guang Shen.


" Untuk elemen kehampaan, ada di sebelah barat, tapi elemen racun tidak ada di dimensi cahaya." Jawab Yang Han.


" Terima kasih paman. Aku akan menyerapnya sekarang. Jika saudara-saudaraku mencariku, bilang saja dia sedang berlatih" Ucap Guang Shen.


" Mungkin mereka akan selesai tiga bulan lagi. Jadi, kau bisa kembali sebelum mereka menyelesaikan kultivasi mereka." Ucap Guang Shen.


" Mengapa bisa selama itu paman?" Tanya Guang Shen


" Itu karena mereka hanya menggunakan kristal surga, dan sumber daya tingkat tinggi, sementara kau menggunakan batu ilahi untuk menembus ranah dewa." Jawab Yang Han.


" Baiklah paman. Aku pergi dulu." Ucap Guang Shen.


Wusss


Guang Shen melesat kearah barat dengan kecepatan tinggi. Dari bawah, hanya kilatan cahaya yang terlihat melintas di langit malam.


" Dunia ini sangat luas. " Gumam Guang Shen.


" mungkin saja dimensi ini sama luasnya dengan daratan supra." Ucapnya sambil menerka-nerka.

__ADS_1


Setelah terbang selama sepuluh hari, Guang Shen akhirnya tiba di wilayah barat dimensi cahaya.


" Selain daratan yang luas, dimensi cahaya juga memiliki samudra yang luas." Ucap Guang Shen.


" elemen kehampaan di sini sangat pekat. aku tidak tahu mengapa delapan elemen ada di sini, tapi elemen kegelapan dan elemen racun tidak ada" Ucap Guang Shen.


Setelah mencari selama dua jam, Guang Shen akhirnya menemukan danau. Tanpa menunggu lagi, Guang Shen langsung duduk dengan sikap lotus diatas batu dan naga ilahi miliknya mulai menyerap elemen kehampaan. Selain itu, di teratai ilahi Guang Shen satu buah kelopak transparan terbentuk perlahan-lahan.


Awalnya kelopak baru itu transparan, tapi perlahan-lahan elemen kehampaan mengisi kelopak transparan itu. Kelopak teratai yang awalnya transparan perlahan-lahan membentuk sebuah kelopak yang utuh dengan warna abu-abu.


Setelah menyerap elemen kehampaan selama dua bulan sepuluh hari, Guang Shen membuka matanya dan menyelesaikan kultivasinya.


" Sisa dua elemen lagi yang aku butuhkan." Ucap Guang Shen.


Guang Shen lalu beranjak dari tempat duduknya dan menepuk-nepuk bajunya yang di penuhi oleh debu.


" Sebaiknya aku segera kembali untuk melihat perkembangan mereka." Ucap Guang Shen.


Wusss.


Dia kembali melesat dengan kecepatan penuh menuju kearah timur. Setelah sepuluh hari melesat tanpa henti, Guang Shen akhirnya tiba di pinggir danau tempat dia berkultivasi. Tepat saat dia mendarat, Guang Xin, Guang Fang, dan Guang Jiang serta Guang Zang menyelesaikan petir kesengsaraan mereka.


Setelah mengganti baju, mereka melesat menuju kearah danau tempat awal mereka muncul di dimensi tersebut.


" Selamat untuk kalian. Karena kalian sudah menembus ranah dewa" Ucap Guang Shen.


" Terima kasih adik. Ini semua berkat bantuanmu juga" Ucap Guang Xin.


" Iya kak. Seandainya kakak tidak membawa kami ke dimensi ini, mungkin kami belum bisa menembus ranah dewa." Ucap Guang Fang.


" Tidak masalah. Sebaiknya kita keluar sekarang. Aku takut paman Liao menyadari kalau kita tidak ada di kamar. Dan satu lagi sembunyikan tingkat kultivasi kalian yang sebenarnya." Ucap Guang Shen.


Setelah menyembunyikan kultivasi mereka, Guang Shen kemudian membuka portal menuju dunia luar dan membawa mereka keluar dari dimensi cahaya.


" Kalian sangat lama." Gerutu Run Gai.


" Siapa suruh tidak mau ikut. Lagian kami hanya pergi selama tiga jam." Ucap Guang Shen.

__ADS_1


" Ya, tapi aku bosan berada di kamar ini terus. jadi aku pergi berkeliling lembah setelah kalian pergi" Ucap Run Gai.


" Apakah kau menjelajahi lembah ini hanya dalam waktu tiga jam?" Tanya Guang Shen.


" Bukan tiga jam, tapi satu bulan. waktu di sini memiliki selisih satu bulan dengan kota yang ada diatas lembah." Jelas Run Gai.


" Oh iya kak. Para anggota klan Guang sudah mengemas barang-barang mereka, dan mereka sudah siap untuk pindah ke kota lampion" Ucap Run Gai.


" Bukankah mereka harusnya berkemas empat belas hari lagi?" Tanya Guang Shen.


" Aku tidak tahu. Tapi yang kudengar, ada satu batalion pasukan dari kekaisaran San yang menuju ke lembah ini untuk menghancurkan klan Guang, jadi itu sebabnya mereka berkemas hari ini. Tujuannya untuk menghindari adanya korban jiwa di pihak klan" Jawab Run Gai.


" Kak. Sebaiknya kita menemui mereka. Mereka pasti sudah berkumpul di lapangan klan." Ucap Guang Fang.


" Kau benar." Ucap Guang Shen.


Wusss.


Wuss


Mereka berlima bersama dengan Run Gai berjalan menuju ke lapangan klan Guang.


Dan benar saja, di lapangan itu, para tetua, patriak, pemuda, serta semua anggota klan sudah berkumpul.


" Karena kalian sudah siap, maka kita akan berangkat menuju kota lampion." Ucap Guang Shen.


" Tapi sebelum itu, mundur sejauh mungkin dari sini, karena aku akan meledakkan bangunan ini." Ucap Guang Shen.


" Baik tuan muda." Jawab mereka.


Setelah mereka semua mundur sejauh lima ratus meter, Guang Shen kemudian melayang di langit-langit klan Guang. Lalu dia menciptakan sebuah kubah yang menutupi seluruh bangunan klan Guang tersebut.


" Formasi kaca peledak." Teriak Guang Shen.


Booooommm


Sesaat kemudian, ledakan besar tercipta akibat ledakan formasi kaca peledak. Uniknya, seluruh bangunan meledak tapi tidak meninggalkan bekas, melainkan hanya meninggalkan serpihan-serpihan kaca.

__ADS_1


__ADS_2