
" Ha..ha..ha.. Menyerah saja kalian. Kalian tidak akan mampu mengalahkan kami. Akan lebih baik jika kalian menjadi budak kami saja. Ha..ha..ha..ha." Ucap pemimpin pasukan bertopeng.
" Lebih baik kami mati daripada menjadi budakmu, dasar manusia iblis" Ucap Ying Huang.
" Kalau begitu terimalah kematian kalian" Ucap topeng jingga. lalu dia menghantamkan tinjunya ketanah dan seketika tanah yang di pijak oleh murid sekte teratai biru berubah menjadi lumpur
" Semuanya naik keatas pohon" Ying Huang.
Wuss
Wuss
Dengan cepat, mereka berlima melompat keatas pohon agar tidak terjebak di lumpur tersebut.
" Senior, bagaimana kita bisa mengalahkan mereka?" Tanya Lu Xia.
" Aku juga tidak tahu Junior Xia karena tidak ada yang pengguna elemen tanah ikut bersama kita" Jawab Ying Huang.
" Ha..ha..ha..ha.. Kalian tidak akan bisa mengalahkanku. Serahkan saja bunga kristal itu padaku." Ucap pria bertopeng hitam.
" Kami tidak akan menyerah begitu saja tanpa melawan" Ucap Yun Jian.
" Badai tornado" Ucap Yun Jian yang mengibaskan kipas miliknya kearah pasukan bertopeng tersebut.
" Ha..ha..ha..ha. Aku kira jurusnya mengeluarkan tornado ternyata hanya tiupan angin saja." Ejek pria bertopeng ungu.
Wuuuussss
Tiba-tiba saja, sebuah pusaran kecil terbentuk. pusaran kecil itu terus membesar dan menerbangkan seluruh pepohonan yang ada di sekitarnya. Tornado itu terus berputar dan menerbangkan semua pria bertopeng tersebut dan melemparkannya.
" Ukhuuuukk"
Kelima pria bertopeng itu memuntahkan darah segar dari mulutnya yang menandakan mereka menderita luka dalam.
" Tamparan ombak"
Wusss
Booomm
Belum sempat mereka berdiri, tiba-tiba lima buah ombak menampar mereka semua.
" Sialan kau bocah. sambaran petir"
Zzzzzzzzz
" Arggggggggg"
Mereka berlima berteriak saat petir terus menyambar mereka tanpa henti.
" Ha..ha..ha..ha.. Makanya kalian jangan melawan. Lebih baik kalian serahkan bunga kristal itu pada kami serta seluruh koin yang kalian bawah dan serahkan juga kedua wanita itu pada kami." Ucap topeng merah sambil menunjuk ke arah Lu Ying dan Fan Xia.
" Kalau kau menginginkan mereka, langkahi dulu mayatku" Ucap Yin Huang.
" Oh ternyata kau masih bisa berdiri" Ucap topeng hijau.
__ADS_1
" Tapak petir"
ZZZZZZ
Sebuah tapak yang di selimuti oleh energi petir di arahkan oleh Topeng ungu kearah Ying Huang.
Boooommmm
Saat tapak petir milik topeng Ungu sudah hampir menghantam tubuh Ying Huang, sebuah tapak berwarna putih menghantam tapak petir milik topeng ungu.
" Dasar perampok topeng iblis. Beraninya hanya melawan orang yang dengan kultivasi ranah bumi." Ucap Guang Shen.
" Sepertinya kau anak dari klan Bangsawan. Kau akan mati terlebih dahulu, baru mereka." Ucap Topeng merah yang mengarahkan aura kultivasinya kepada Guang Shen untuk menekannya. Tapi sebuah tekanan yang lebih besar menekan kakinya gemetar.
" Tapak Cahaya"
Boooommm
Guang Shen melesatkan tapak cahaya miliknya kearah topeng merah dan membuatnya terseret kebelakang menghantam pohon.
" Pusaran air." Ucap topeng perak mengeluarkan jurusnya.
" Tapak pelangi"
Booommm
Ledakan pun terjadi saat jurus tapak milik Guang Shen menabrak jurus milik Topeng Perak.
Wusss
" Kubah tanah"
Tapi kubah itu meleleh seperti es yang mencair saat api putih Guang Shen mengenainya.
" Sial, api macam apa ini" Ucap topeng jingga
Wusss
Api itu kemudian membakar tubuh para pria bertopeng itu dan membakarnya hingga menjadi abu.
" Terima kasih senior karena telah membantu kami." Ucap Ying Huan.
" Kalau boleh tahu siapa nama senior?" Tanya Ying Huang.
" Kalian boleh memanggilku dengan sebutan pedang cahaya." Jawab Guang Shen.
" Terima kasih senior pedang cahaya. Kalau senior berkenaan berkunjunglah ke sekte teratai biru." Ucap Lu Ying.
" Oh iya, kalau boleh tahu kalian mau apakan bunga kristal itu?" Tanya Guang Shen.
" Ini adalah bahan terakhir untuk membuat pil kristal biru." Jawab Ying Huang.
" Pil kristal biru. Pil itu di buat khusus untuk orang yang menderita penyakit darah kristal." Ucap Guang Shen
" Siapa yang menderita penyakit itu di sekte teratai biru?" Tanya Guang Shen.
__ADS_1
" Patriak Mu Duan yang menderita penyakit itu. Dia sudah menderita penyakit itu selama tiga bulan." Jawab Ying Huang.
"Kalau kalian tidak memberikan pil kristal biru padanya, maka seluruh meridian dan dantiannya akan mengkristal, dan jika masih tidak di berikan pil kristal biru maka tubuhnya yang akan mengkristal dan waktu kalian hanya tinggal besok." Ucap Guang Shen.
" Oh iya senior. Apakah senior bisa membantu kami membuat pil kristal biru? " Tanya Ying Huang.
" Baik aku akan membantu kalian, berikan semua bahannya padaku." Jawab Guang Yiang.
" Ini senior." Ucap Ying Huang yang mengeluarkan bunga kristal biru, akar kayu ungu, teratai darah, dan kristal api.
Guang Shen lalu mengambil semua bahan itu, lalu dia mengeluarkan tungkunya dan memasukkan semuanya ke dalam tungku.
Wusss
Api putih mulai berkobar di tangan Guang Shen dan membersihkan semua bahan yang ada di dalam tungku. Setelah bahannya sudah di bersihkan, Guang Shen mulai melebur semua bahanya menjadi satu.
" Padatkan"
Wusss
Boomm
Seluruh bahan yang sudah di lebur oleh Guang Shen memadat menjadi satu butir pil besar, lalu pil itu mengecil dan berubah menjadi tiga butir pil.
" Ini pilnya. Sekarang aku akan melanjutkan perjalananku" Ucap Guang Shen Lalu melesat meninggalkan kelima murid sekte Teratai biru.
" Ayo kita kembali ke sekte" Ucap Ying Huang.
Wusss
Mereka berlima juga melesat meninggalkan tempat itu menuju kearah yang berlawanan arah dengan Guang Shen.
" Kak. Kita akan kemana sekarang?" Tanya Run Gai.
" Kita akan ke kota mentari, lalu ke kota Bunga, lalu ke kota perak, dan terakhir kota merak." Jawab Guang Shen.
" Jadi kita akan sampai sehari sebelum turnamen itu di mulai ya?" Tanya Run Gai.
" Tidak. Lebih tepatnya kita akan sampai di kota merak sepuluh hari sebelum turnamen di mulai." Jawab Guang Shen.
Saat matahari sudah terbenam, mereka sudah keluar dari hutan kabut ungu. Guang Shen lalu mendarat tak jauh dari gerbang kota lalu dia berjalan kaki masuk ke kota mentari.
" Hm kota yang sangat nyaman" Ucap Guang Shen.
Dia terus berjalan menyusuri jalan kota. Dia sedang mencari sebuah penginapan yang untuk beristirahat tapi tak kunjung menemukan satu penginapan pun.
" Permisi. Apakah di kota ini ada sebuah penginapan?" Tanya Guang Shen kepada seorang pria parubaya
" Ada satu penginapan di kota ini, tapi penginapan itu sudah penuh." Jawab pria tersebut.
" Kalau berkenaan, anda boleh menginap di rumahku" Saran pria tersebut.
" Apakah itu tidak merepotkan paman?" Tanya Guang Shen
" Tidak juga." Jawab Pria tersebut.
__ADS_1