Sang Penguasa Cahaya

Sang Penguasa Cahaya
Chapter 17 Hutan Kabut Ungu IV


__ADS_3

Swuuuunng


Tombak milik Guang Shen kemudian berdengung dengan keras dan sebuah pusaran energi yang berasal dari tombak itu menghantam serangan tapak milik komandan serigala.


" Amarah naga cahaya"


Roarggggggg


Seekor naga besar berwarna putih meraung dengan keras dan melesat ke arah komandan serigala langit.


Boommmm


Naga cahaya tersebut menghantam dada komandan serigala dan langsung meregang nyawa.


" Komandan kalian sudah mati. Apakah kalian mau membiarkanku lewat atau mati seperti komandan kalian itu?" Tanya Guang Shen.


Para prajurit serigala langit nampak berpikir. jika mereka membiarkan Guang Shen lewat, maka rasa takut hewan lain kepada kawanan serigala langit akan hilang. Namun jika mereka tidak membiarkan Guang Shen lewat, maka mereka akan mati seperti komandan mereka.


" Tunggu! Karena kau susah membunuh salah satu komandanku, maka kau harus di jatuhi hukuman mati." Ucap Raja serigala langit.


" Siapa suruh dia menghentikan perjalananku." Ucap Guang Shen.


" Sialan kau. Aku adalah raja di sini, seharusnya kau bersikap hormat padaku bukannya melawan kata-kataku." Ucap Raja serigala Duan Ru.


" Dimata para serigala kau memanglah seorang raja. Tapi dimataku kau tak lebih dari seekor hewan buas yang bodoh." Ucap Guang Shen.


" Auuuuuuuuuu"


Raja serigala melolong dengan keras, lalu menerjang kearah Guang Shen menggunakan cakarnya.


" Hanya seperti ini kekuatanmu?" Tanya Guang Shen.


Booommm


Tepat saat dia menyelesaikan pertanyaannya, tubuh raja serigala sudah menghantam sebuah batang kayu besar.


" Sialan kau. Matilah bocah." Ucapnya lalu sebuah bayangan kepala serigala berwarna biru melesat dengan cepat kearah Guang Shen.


" Cermin cahaya"


Wusss


Boommm


" Ha..ha..ha..ha.. Akhirnya kau mati juga semut pengganggu" Ucap Raja serigala.


" Oh iya apakah kau yakin?" Tanya Guang Shen, yang sontak membuat raja serigala Duan Ru terkejut.


" Ini ambil kembali jurusmu." Ucap Guang Shen. Lalu bayangan kepala serigala melesat dan menghantam tubuh Duan Ru.


" Bagaimana bisa?" Tanyanya


" Aku akan memberimu dua pilihan. Melakukan kontrak darah denganku, atau seluruh kawanan serigala langit akan ku musnahkan" Ucap Guang Shen.

__ADS_1


" Ciiih, lebih baik aku bertarung sampai mati dari pada harus menjadi budakmu." Balas Duan Ru.


" Baik jika itu maumu." Ucap Guang Shen.


Mereka akhirnya bertarung kembali. Dalam sekejap, hutan yang tadinya lebat berubah menjadi gundul.


" Tapak cahaya"


Booomm


Boomm


Booomm


Puluhan tapak yang di bentuk oleh Guang Shen kemudian menghantam tubuh Duan Ru secara beruntun.


" Aku menyerah, aku siap melakukan kontrak darah dengan tuan." Ucap Duan Ru.


Guang Shen kemudian melukai ujung jarinya, lalu meneteskan darahnya ke kepala Duan Ru.


" Yang mulia, mengapa kau melakukan kontrak darah dengan anak itu?" tanya komandan Ceng.


" Karena jika aku tidak melakukannya, maka dia akan menghancurkan kawanan serigala langit." Jawab Duan Ru.


" Tuan aku siap membantu tuan kapan pun jika tuan membutuhkan."


" Kalau begitu aku akan pergi dulu" Ucap Guang Shen


" Itu tidak masalah tuan." Ucap Duan Ru.


Wuss


Wuss


Guang Shen kemudian melesat meninggalkan wilayah serigala langit menuju kearah barat.


" Kak. Apakah kita ingin kemana sekarang?" Tanya Run Gai.


" Mencari sebuah gua. Aku ingin menyerap kristal jiwa milik naga yang kubunuh di air terjun beberapa hari yang lalu." Jawab Guang Shen.


Setelah satu hari menjelajahi terbang, mereka akhirnya menemukan sebuah gua yang berada di atas bukit.


Wuss


Wuss


Guang Shen kemudian mendarat di mulut gua. Dia melemparkan sebuah batu kedalam gua untuk memastikan bahwa tidak ada hewan di dalam.


" Sepertinya tidak ada hewan di dalam kak." Ucap Run Gai.


" Itu belum pasti, karena yang aku lempar tadi hanya batu. Dan mungkin saja ada hewan yang tinggal di bagian dalam gua ini." Ucap Guang Shen. Dia kemudian melangkah masuk kedalam gua. Di dalam gua, ada banyak kristal yang menancap di dinding gua yang menjadi lampu penerang.


Mereka terus berjalan hingga akhirnya mereka sampai di bagian ujung gua itu, dan terlihat seekor singa berambut emas sedang tertidur bersama anaknya.

__ADS_1


" Dari pada membangunkan singa ini, lebih baik kita pergi." Ucap Guang Shen.


Berjalan sejauh seratus meter dari tempat tersebut lalu melesat menuju mulut gua.


" Kak. Mengapa kita pergi bukankah lebih bagus menjadikan singa itu sebagai bawahanmu kak?" Tanya Run Gai.


" Aku tidak melakukan kontrak darah dengan sembarang hewan. Dan selama dia tidak mengusikku, aku tidak akan mengganggu mereka." Ucap Guang Shen.


Dia kemudian memasang formasi ilusi yang melindungi keberadaan mereka dari singa itu. Lalu dia mengeluarkan kristal jiwa milik naga ilusi yang di bunuhnya dan mulai menyerapnya.


perlahan-lahan benang-benang energi terserap masuk kedalam tubuh Guang Shen. Satu hari kemudian....


Boommm


Boommm


Boommm


Kultivasi Guang Shen menerobos tiga bintang yang artinya kultivasinya menerobos ke ranah immortal bintang satu.


Setelah memperkokoh pondasi kultivasinya, Guang Shen kemudian membuka matanya dan mendapati Run Gai masih tertidur.


Karena merasa gerah, Guang Shen kemudian masuk kedalam kalungnya untuk membersihkan diri selama lima belas menit lalu kembali ke gua.


Guang Shen kemudian mengeluarkan dua potong daging naga yang sudah di panggangnya beberapa hari yang lalu, dan kondisinya masih hangat seperti baru saja selesai di panggang.


" Hai Gai, apakah kau mau tidur seharian?" Tanya Guang Shen.


" kak kau sudah selesai." Tanya Run Gai


" Ya aku sudah selesai. Ini makanlah." Ucap Guang Shen.


" Kak. Apakah kau memanggangnya kembali?" Tanya Run Gai sambil memakan daging tersebut


" Tidak. Aku tidak memanggangnya kembali." Jawab Guang Shen.


" Lalu, mengapa dagingnya masih hangat seperti baru saja di panggang?" Tanya Run Gai.


" Mungkin karena tidak ada aturan waktu di dalam cincin ruang sehingga daging naga itu terawetkan." Jawab Guang Shen.


" Kak setelah ini kita kemana?" Tanya Run Gai.


" Mungkin kita keluar dari hutan kabut ungu." Ucap Guang Shen.


Setelah selesai memakan daging, Guang Shen dan Run Gai yang duduk di bahu Guang Shen kembali melesat meninggalkan gua tersebut. Mereka melesat melewati rimbunnya hutan. Guang Shen juga sudah membunuh puluhan hewan yang mencegatnya. Dia berencana menjualnya saat tiba di kota terdekat.


Saat sedang melesat, Guang Shen mendengar suara pertarungan tak jauh darinya.


" Kak. Sepertinya ada orang yang bertarung." Ucap Run Gai.


"Kau benar. Dan sepertinya tak jauh dari sini." Ucap Guang Shen.


Guang Shen kemudian melesat menuju ke sumber pertarungan tersebut. Tak lama kemudian, dia tiba di sumber suara pertarungan dan terlihat lima orang pemuda berpakaian serba putih melawan sekelompok orang bertopeng hitam dan berpakaian hitam.

__ADS_1


__ADS_2