Sang Penguasa Cahaya

Sang Penguasa Cahaya
Chapter 24 Masih di kota Bara


__ADS_3

" Oh iya tuan muda, silahkan masuk" Ucap Guang Liao.


" Baiklah" Jawab Guang Shen.


Mereka kemudian masuk ke dalam klan Guang bersama para tetua dan patriak Guang Liao.


" Apakah kau tahu, siapa yang masuk bersama patriak dan para tetua?" Tanya salah satu pemuda klan Guang.


" Dari ciri-cirinya, mereka berasal dari klan yang sama seperti kita, tapi aku tidak pernah melihat mereka" Jawab yang lain


Guang Shen sangat kagum dengan keindahan klan Guang di kota bara. Belum lagi para pemuda klan juga tidak saling menghina satu sama lainnya seperti pada kebanyakan klan lainnya, dimana jika ada salah satu pemuda klan yang tidak memiliki kemampuan, atau kemampuannya leboh rendah maka dia akan di hina. Tapi berbeda dengan klan Guang. Persaudaraan mereka sangat erat, selain itu mereka juga saling membantu.


" Persaudaraan mereka cukup erat" Ucap Guang Shen.


" Kau benar tuan muda. "


" karena jika mereka saling menghina dan merendahkan bukan ciri khas klan Guang " Ucap Guang Liao.


" Oh iya tuan muda, kalian boleh menempati kamar ini" Ucap Guang Liao yang menunjukkan lima kamar yang kosong.


" Paman, apakah tidak ada yang menempati ke lima kamar ini?" Tanya Guang Shen.


" Tidak ada. Kamar itu sudah kosong sejak pertama kali klan ini berdiri. Aku sendiri tidak tahu apa tujuan kamar ini di bangun" Jawav Guang Liao.


" Tapi, mengapa kami di izinkan menempati kamar ini?" Tanya Guang Xin.


" Karena aku merasa kamar ini di peruntukkan buat kalian berlima." Jawab tetua agung.


" Sudahlah kalian istirahatlah" Ucap Guang Liao.


" Baik paman" Jawab mereka.


" Wah kamar ini sangat indah" Ucap Guang Shen.


" Kau benar kak. Dan kamar ini juga luas." Ucap Run Gai lalu melompat ke atas kaaur.


" Kau istirahatlah, aku akan berlatih dulu" Ucap Guang Shen.


Guang Shen kemudian duduk dengan sikap lotus, dan mulai berkultivasi.


Satu jam kemudian, Guang Shen membuka matanya, dan pandangannya tertuju kepada salah satu pintu

__ADS_1


" Pintu apa itu" Tanya Guang Shen penasaran.


Guang Shen kemudian berjalan menuju ke pintu itu dan membukanya perlahan-lahan.


Krieekkk


Pintu itu terbuka secara perlahan-lahan, dan cahaya yang menyilaukan mata juga keluar dari dalam ruangan.


Setelah cahaya itu menghilang, Guang Shen membuka matanya, dan dia terkejut melihat ada apa di balik pintu tersebut.


Di dalam ruangan itu di perlihatkan pertarungan yang membuat kejayaan klan Guang merosot. Dari sekian banyaknya orang yang berperang, Guang Shen hanya tertuju kepada satu orang.


" Eh bukankah dia adalah orang yang sama, yang ada di dalam pagoda naga waktu itu?" Tanya Guang Shen.


Pertarungan terus berlanjut dan memperlihatkan para leluhur klan Guang mendirikan klan Guang di sebuah kota, yang di beri nama Lampion.


" Hm mengapa pertarungan ini di perlihatkan padaku?" Tanya Guang Shen.


" Karena aku yakin, kau adalah orang yang akan membawa kejayaan klan Guang di masa depan" Ucap Sebua suara yang membuat Guang Shen terkejut dan waspada.


" Sudah, aku adalah Guang Xian orang yang sama yang kau temui di dalam pagoda naga " Ucap Guang Xian.


" Itu hanya julukan saja. Julukan itu di berikan padaku karena waktu itu kultivasiku menembus ranah dewa langit bintang dua." Jawab Guang Xian.


" Tapi mengapa leluhur bisa dikalahkan?" Tanya Guang Shen.


" Karena mereka menyerang dan mengepungku selama sebulan tanpa henti. Hal itu membuat ku tidak dapat memulihkan luka yang ku derita, sampai akhirnya mereka berhasil membunuhku karena karena aku sudah kehabisan energi." Jelas Guang Xian.


" Tujuanku memanggilmu ke sini, adalah untuk memberimu sebuah wasiat." Ucapnya.


" Apa itu leluhur?" Tanya Guang Shen.


" Aku percaya kalau suatu saat kau akan menjadi orang terkuat melebihi kekuatanku di masa lalu. Dan tidak menutup kemungkinan juga peristiwa yang sama terjadi pada klan Guang. Dulu klan Guang dan kota lembah batu hancur karena orang-orang takut padaku dan mereka berniat menghabisi seluruh klan Guang hingga tak tersisa sama sekali, karena mereka takut jika di klan Guang muncul kultivator yang sangat kuat."


" Paman ingin kau memberikan ini kepada seluruh anggota klan Guang agar mereka dapat menembus ranah dewa, sekaligus sebagai permintaan maafku untuk ke jadian masa lalu." Ucapnya sambil memberikan sebuah cincin ruang.


" Di dalam cincin ruang itu ada ribuan pil dan kristal surgawi yang dapat membuat para praktisi klan Guang menembus ranah dewa, dan kau ambillah cincin ini dan berikan juga kepada keempat saudaramu" Ucapnya lalu memberikan lima cincin ruang kepada Guang Shen.


" Terima kasih leluhur."


" Aku ingin menanyakan satu hal kepada leluhur" Ucap Guang Shen.

__ADS_1


" Apa itu?" Tanya Guang Xian.


" Apakah ada orang dari klan Guang yang naik ke alam surgawi?" Tanya Guang Shen.


" Ada dua orang. Dan mereka adalah Guang Miao dan Guang Ruyu" Jawab Guang Xian.


" Dan jika kau naik ke alam surgawi, carilah mereka. dan sekarang mereka pasti sedang mengasingkan diri" Ucap Guang Xian.


" Waktuku sudah habis, ingat aku mempercayakan klan Guang padamu. Ingat jangan sampai klan Guang hancur seperti di masa lalu." Ucap Guang Xian lalu menghilang


" Aku berjanji leluhur. Aku akan menjaga klan Guang" Ucap Guang Shen.


" Kak. Bangun kak." Ucap Guang Fang.


" Ternyata cuma mimpi" Ucap Guang Shen.


" Mimpi. Memangnya orang bisa bermimpi saat sedang berkultivasi?" Tanya Guang Xin.


Guang Shen lalu memeriksa cincin ruang yang di berikan oleh Guang Xian tadi. Dan benar saja cincin itu masih dia pegang.


" Oh iya, leluhur Guang Xian memberikan ini kepada kalian" Ucap Guang Shen sambil memberikan cincin ruang berwarna biru kepada Guang Fang, Guang Xin, Guang Jiang, dan Guang Zang.


" Leluhur Guang Xian, siapa itu?" Tanya Guang Jiang.


" Dia adalah kultivator terkuat di benua bintang seribu tahun lalu" Jawab Guang Shen.


" Maksudmu pendekar bintang Matahari?" Tanya Guang Xin.


" Bukan, pendekar matahari adalah dalang di balik penyerangan klan Guang, Julukan leluhur Guang Xian adalah pendekar bintang dari lembah batu." Jawab Guang Shen.


" Darimana kakak bisa tahu julukan itu?" Tanya Guang Fang.


" Aku juga tidak tahu. Mungkin leluhur Guang Xian memberiku pengetahuannya tanpa aku sadari." Jawab Guang Shen.


" Oh iya lebih baik kalian teteskan darah kalian ke atas cincin itu lalu kalian pakai" Ucap Guang Shen.


Mereka berlima kemudian meneteskan darahnya di permata cincin berwarna biru itu, dan cincin itu bercahaya sangat terang sehingga mereka menutup mata mereka.


" Eh kemana cincin tadi?" Tanya Guang Jiang.


" Lihatlah cincin ini sudah terpasang di jari kita" Ucap Guang Xin.

__ADS_1


__ADS_2