
" Kalau begitu Silahkan tuan muda ikut denganku." Ucapnya.
Mereka kemudian berjalan menyusuri jalan kota. Menuju sebuah Gang yang sepi, dan sebuah rumah yang tidak terlalu mewah berdiri dengan kokoh di sana.
" Paman, mengapa paman membuat rumah di gang yang sepi?" Tanya Guang Shen.
" Dulu tempat ini adalah tempat dimana Klan San berada. Tapi klan San pindah ke kota merak dan aku pun tinggal di sini dan tidak mau ikut ke sana." Jawabnya bertele-tele.
" Sudahlah paman. Sebaiknya paman jujur saja, tidak usah bertele-tele seperti itu. Aku tahu kalau paman adalah perampok bertopeng yang kulawan di hutan." Ucap Guang Shen.
" Ha..ha..ha..ha. Matamu tajam juga bocah. tapi tidak apa kalau kau tahu siapa aku sebenarnya, karena kau juga akan mati malam ini juga." Ucapnya lalu sebuah pusaran energi berwarna biru langit menutupi pria itu, dan seekor singa langit menatap Guang Shen dengan tajam.
" Ternyata pengguna energi langit. Dan aku yakin kau bukan dari alam langit ini" Ucap Guang Shen.
" Ha..ha..ha..ha. Benar. Kau memang benar bocah. Aku adalah anggota klan dewa langit yang terjatuh di alam langit ini. Walau aku harus merelakan kultivasiku turun ke ranah bintang bintang tujuh, tapi itu lebih baik dari pada harus di sambar petir surgawi." Jawab pria tersebut.
" Kau pikir hanya kau saja yang dapat menggunakan energi langit?" Tanya Guang Shen.
Wusss
Energi berwarna Cyan kemudian menyelimuti tubuh Guang Shen, dan seekor naga ilahi muncul lalu berpecah menjadi naga bumi dan naga langit.
" Tidak mungkin bagaimana mungkin kau dapat menggabungkan energi langit dan bumi?" Tanya pria tersebut.
" Itu tidak penting. Dan kau tidak perlu mengetahuinya." Jawab Guang Yiang, yang kemudian melayangkan tinju langit dan bumi miliknya ke arah pria tersebut.
Tidak mau kalah, pria itu juga melayangkan sebuah tinju yang di lapisi oleh energi Langit untuk menahan tinju Guang Shen.
Booommmm
Ledakan besar terjadi saat kedua tinju itu saling berbenturan. Tapi, tinju milik Guang Shen berpecah dan salah satu tinjunya mendarat di dada pria itu.
" Sialan. Walaupun aku adalah seorang dewa, tapi Kultivasiku lebih rendah dari anak ini." Ucapnya.
Roargggggg
Belum sempat berdiri dengan baik, seekor naga melesat kearahnya dan menghantam tubuhnya sekali lagi.
Karena terus di pojokkan, pria itu kemudian membuat segel tangan, lalu seketika aura dewa yang selama ini dia segel keluar dan dia mengarahkannya kepada Guang Shen.
" Oh rupanya kau ingin mati di sambar petir ya." Ucap Guang Shen, yang juga mengeluarkan aura ilahi miliknya dan menekan balik aura dewa milik pria itu.
Sementara itu, langit yang tadinya cerah berubah menjadi gelap.
Jedarrrrrr
Petir itu kemudian menyambar pria itu dan membuat bajunya compang-camping.
" Baiklah, selamat menikmati sambaran petir itu." Ucap Guang Shen lalu meninggalkan pria tersebut.
__ADS_1
" Dasar bocah sialan. Jika aku selamat, akan kucabik-cabik tubuhmu itu." Ucapnya.
Jedarrrrr
Jedarrrr
Booommm
Petir surgawi terus menyambar pria itu, yang membuat pria itu semakin terpuruk.
" Petir sialan." Umpat pria itu.
" Sial. Bagaimana caranya agar aku bisa menghindari petir sialan ini?" Tanyanya dalam hati.
Jedarrrrrrr
Satu sambaran terakhir mengenai kepalanya yang membuat pria itu mati.
" Untung saja aku tepat waktu" Ucapnya lalu menghilang.
Sementara saat ini Guang Yiang berada di dalam kalungnya. Dia sedang berkultivasi di pinggiran danau dengan tenang tanpa mempedulikan kehebohan yang terjadi akibat petir surgawi yang menyambar di kota mentari.
" Paman. Apa seorang dewa bisa mengelabui petir surgawi?" Tanya Guang Shen.
" Tentu saja. jika dia menyembunyikan aura dewa dan juga kultivasi yang sudah menerobos ranah diatas ranah dewa agung sembunyikan menggunakan teknik tertentu. Jadi, saat dia pergi ke alam langit, dia akan aman-aman saja walau kultivasi akan menurun atau bahkan menderita luka jiwa." Jelas Yang Han.
" Seandainya tadi kau menggunakan aura dewa penguasa milikmu, maka kau juga akan di sambar oleh petir surgawi." Ucap Yang Han.
" Iya sama-sama" Balas Yang Han lalu menghilang.
saat hari sudah pagi, Guang Shen keluar dari kalungnya untuk mencari sebuah restoran. Setelah mencari selama satu jam, akhirnya dia menemukan sebuah restoran mewah.
" Berhenti." Cegat penjaga restoran.
" Kenapa kau mrnghentikanku?" Tsnya Guang Shen.
" Restoran ini di peruntukkan untuk kaum bangsawan." Ucap penjaga.
" Lah terus, mengapa kau menghentikanku?" Tanya Guang Shen.
" Ha...ha..ha..ha.. Lihatlah penampilanmu itu. Kau pasti orang miskin mana mungkin kau bisa membayar makanan di restoran ini. Lebih baik kau pergi ke tempat sampah dan makanlah makanan sisa yang kau temukan." Ucap penjaga restoran tersebut.
Booommmm
Tepat saat penjaga itu menyelesaikan kalimatnya, Guang Shen memukulnya hingga membuat dinding restoran berlubang.
" Dasar bocah kep*r*t." Umpatnya.
Boooommmm
__ADS_1
Guang Shen kembali memukul sekitar dua jari di bawah pusar pria itu sehingga kultivasinya hancur.
" Arggggggg. Lebih baik kau kembalikan kultivasiku sekarang juga, atau klan Liu akan menghabisimu" Ancam pria itu.
" Oh aku tidak takut dengan klan Liu mu itu. Lagian jika kau adalah anggota dari klan Liu, mengapa kau bekerja sebagai penjaga restoran? Itu berarti klan Liu tidak menganggapmu sama sekali" Ucap Guang Shen.
Boooooommm
Saat menyelesaikan kalimatnya, satu buah tinju diarahkan kepada Guang Shen, untungnya dia menghindarinya sehingga tinju itu mengenai dinding dan merobohkan dinding tersebut.
" Dasar bocah sialan. Kau harus mengganti kerusakan yang kau buat, atau aku akan membunuhmu sekarang juga." Ucap pemilik restoran.
" Untuk apa juga aku menggantinya. Lagian bukan aku yang merobohkannya." Jawab Guang Shen.
" Sialan kau bocah. Kau tetap harus menggantinya, karena restoran ini rusak karena kau." Ucapnya.
" Baik kalau itu maumu" Ucap Guang Shen.
Dia kemudian melesat langit. Setelah memastikan tidak ada orang di dalam restoran dia kemudian meluncurkan ratusan tapak kearah restoran.
Booomm.
Booommm
Boommm
Terdengar ledakan beruntun saat ratusan tapak cahaya Guang Shen menghantam restoran itu dan menghancurkannya.
" Bagaimana? Apa yang akan kau katakan sekarang?" Tanya Guang Shen.
" Argggggg. Sialan kau bocah." Ucapnya lalu mencabut pedangnya dan menebaskannya kearah Guang Shen.
Triiiinnnggg
Dentingan logam terdengar saat kedua pedang itu berbenturan.
Triiiinng
Triiiingg
Guang Shen hanya menangkis serangan pedang dari pemilik restoran itu tanpa membalasnya.
" Sialan kau bocah. Lawan aku, jangan hanya menangkis seranganku saja." Ucap pemilik restoran tersebut.
" Aku takut, jika pedang tingkat surgawi milikmu itu hancur jika aku membalas seranganmu" Jawab Guang Shen.
" Dasar bocah sombong tebasan petir.." Ucapnya.
" Tebasan pedang suci" Ucapnya.
__ADS_1
Boooommm
Ledakan besar terjadi, saat kedua jurus pedang itu berbenturan. Yang membuat restoran yang tadinya hancur berubah menjadi serpihan kecil.