
" Shen'er, kuharap kau menyimpan kitab itu dengan baik." Ucap Guang Dan.
" Memangnya siapa yang menginginkan kitab dengan elemen cahaya ayah?" Tanya Guang Shen.
" Bagaimana kau tahu, jika kitab itu berelemen cahaya?" Tanya Guang Dan.
" Ya, karena tadi, kitab itu menyerap elemen milikku jadi,aku simpulkan kitab ini memiliki elemen cahaya." Jawab Guang Dan.
" Kau memang benar. segel suatu kitab akan terbuka jika seseorang mengalirkan elemen yang sama, atau menggunakan teknik khusus." Ucap Guang Dan.
"Ayah aku ingin ke kamarku dan mempelajari kitab ini." Ucap Guang Shen.
" Baiklah. Tapi ingat jangan tidur terlalu malam.'' Ucap Lian Hua.
" Baik bu." Jawab Guang Shen.
" Aku juga ingin kembali ke kamarku ibu." Ucap Guang Fang.
" Baiklah." Jawab Lian Hua.
Guang Dan dan Guang Fang pergi ke kamar masing-masing. Guang Fang langsung beristirahat sementara Guang Fang sedang membaca kitab kuno yang dia temukan di perpustakaan.
Tapi, saat dia membuka halaman berikutnya, sesuatu menggores tangannya hingga terluka, dan tanpa sadar dia menyentuh bandul kalung yang ada di lehernya sehingga kalung itu bercahaya, dan menariknya masuk.
" Dimana ini?" Tanya Guang Shen.
" Tuan ada di dalam kalung yang selama ini ada di leher tuan." Ucap sebuah suara.
" Siapa kau?" Tanya Guang Shen.
" Aku adalah roh penjaga kalung ini." Jawabnya.
" Bisa kau ceritakan mengapa kalung ini sudah ada si leherku sejak aku lahir" Pintah Guang Shen.
" Di kalangan penguasa, kalung ini adalah kalung yang menunjukkan status seorang penguasa. Seperti kalung berwarna hijau yang di pakai oleh dewa agung, kalung Biru, milik dewa suci, kalung hitam milik dewa kegelapan atau penguasa kegelapan, dan kalung berwarna emas milikmu. Dan kalung yang sering tuan gunakan, adalah kalung dimensi yang dapat memasukkan apa saja termasuk makhluk hidup." Jelas roh penjaga.
" Dan juga kalung ini berisi warisan dari penguasa cahaya terdahulu." Jelas roh penjaga.
" Tapi, bagaimana caranya kalung ini sudah bersamaku sejak lahir?" Tanya Guang Shen.
" Aku tidak tahu pasti, yang kutahu, setiap ada penguasa yang mati, maka kalung yang ada pada mereka akan menghilang dan muncul kembali bersamaan dengan lahirnya penguasa yang baru." Jelas roh penjaga.
" Dan satu lagi, tuan dapat berlatih dengan leluasa di sini karena waktu satu bulan di sini, sama dengan dua jam di dunia nyata." Ucap roh penjaga.
__ADS_1
" Dan aku akan menyalurkan teknik kultivasi dewa cahaya kepada tuan." Ucapnya lalu menempelkan ujung jarinya ke dahi Guang Shen.
" Terima kasih. Tapi apakah kau punya nama?" Tanya Guang Shen.
" Ada tuan nama hamba Yang Han." Jawab Yang Han.
" Dan satu lagi, jangan panggil aku tuan, panggil saja aku Shen'er." Pintah Guang Shen.
" Aku tidak berani tuan" Jawab Yang Han.
" Tidak apa-apa. Panggil saja aku Shen'er, lagi pula tidak ada yang keberatan." Ucap Guang Shen.
" Baiklah, Shen.. Shen'er." Ucapnya kaku.
" Baik kalau begitu aku akan mempelajari kitab ini." Ucap Guang Shen.
" Tapi, bagaimana caraku keluar dari sini paman" Tanya Guang Shen.
" Caranya mudah Shen'er. cukup pejamkan mata dan bayangkan dimana kau ingin keluar. Maka otomatis kau akan keluar di tempat yang kau ingin." Jawab Yang Han.
" Kalau begitu aku akan berlatih paman" Ucap Guang Shen.
" Baik kalau begitu paman pergi dulu." Ucap Yang Han.
Guang Shen lalu membaca bab pertama berulang-ulang, hingga dia memahaminya.
" Hem, baik aku akan mencobanya sekarang." Ucapnya.
Dia lalu mengikuti instruksi yang ada di kitab tersebut dengan hati-hati. Karena sedikit saja kegagalan, maka dia akan langsung buta permanen.
Sehari berlalu, akhirnya Guang Shen berhasil mengaktifkan mata dewa, dikedua matanya dengan dua warna berbeda. Mata Guang Shen yang awalnya berwarna Biru langit, kini berubah menjadi dua warna berbeda. Mata kanannya berwarna perak, sementara mata kanannya berwarna biru laut, dengan motif bintang di kedua matanya.
" Apakah aku berhasil?" Tanya Guang Yiang.
Guang Shen lalu melihat pantulan dirinya di air kolam yang berada tak jauh darinya.
" Hm, menurut yang ada di buku, seharusnya mataku berwarna ungu, tapi mengapa mataku memiliki dua warna berbeda?" Tanyanya.
" Shen'er, selamat karena kau membangkitkan mata dewa bintang." Ucap Yang Han muncul tiba-tiba dan membuat Guang Shen kaget dan hampir saja tercebur di kolam.
" Paman hampir saja aku tercebur di kolan." Ucap Guang Shen.
" Ya, maaf Shen'er."
__ADS_1
" Paman akan menjelaskan kekuatan mata bintang milikmu."
" Mata bintang memiliki beberapa keunggulan, yaitu dapat melihat kekuatan seseorang, mengetahui titik pusat formasi, dan kebal ilusi. Untuk kekuatannya paman tidak tahu, dan shen'er sendiri yang harus mencari tahunya." Ucap Yang Han lalu menghilang lagi.
" Paman Han kebiasaan. Muncul dan menghilang begitu saja." Ucap Guang Yiang.
" Sebaiknya Aku mempelajari bab kedua dari kitab kuno itu, baru keluar dari tempat ini nanti aku ketahuan." Ucapnya
Guang Shen lalu membuka bab berikutnya dan mulai membacanya. Bab tersebut berisi tentang teknik kekuatan jiwa.
Guang Yiang membacanya hingga memahaminya. Setelah setengah hari membaca, dia memahami teknik kekuatan jiwa dan mulai melatih teknik kekuatan jiwanya.
Guang Shen lalu mulai mengeluarkan energi jiwa miliknya sesuai dengan instruksi yang ada di kitab tersebut. Awalnya dia gagal, tapi dia mencoba lagi dan lagi.
" Melatih kekuatan jiwa tidak semudah yang kupikirkan." Ucapnya.
Dia lalu mencoba lagi-lagi dan lagi, tapi hasilnya selalu sama yaitu gagal dan gagal.
Setelah puluhan bahkan ratusan kali gagal, akhirnya Guang Shen berhasil mengeluarkan kekuatan jiwanya berupa cahaya sama seperti elemen miliknya.
" Heh, mengapa cahaya?" Tanya Guang Shen heran.
" kekuatan jiwa memiliki empat unsur elemen, yaitu api, petir, cahaya, dan kegelapan. Mayoritas seorang kultivator memiliki jiwa unsur api." Jelas Yang Han yang sukses membuat Guang Shen kaget lagi.
" Ayolah, paman. mengapa kau selalu mengagetkanku?" Tanya Guang Shen.
" Ya, maafkan paman Shen'er. He..he..he..he." Ucapnya
" Kekuatan jiwa memiliki tingkatan juga sama seperti kultivasi biasa, yaitu Bumi, langit, surga, ilahi, surgawi, dan tingkat dewa Setiap tingkatan di bagi menjadi sembilan tahapan." Lanjutnya lalu menghilang lagi.
" Paman ini selalu muncul tiba-tiba dan menghilang tiba-tiba saja seperti hantu" Gerutu Guang Shen.
" Hm, menurut kitab kuno itu, meningkatkan kekuatan jiwa tiga kali lebih sulit dari meningkatkan kultivasi." Ucap Guang Shen.
Guang Shen lalu mencoba meningkatkan kekuatan jiwanya dengan menyerap energi alam, lalu mengubahnya menjadi energi jiwa.
Awalnya, dia merasa kesulitan, tapi setelah berulang kali mencoba, akhirnya dia berhasil mengubah energi alam menjadi energi jiwa.
Beberapa saat kemudian...
Guang Shen, membuka matanya.
" Akhirnya kekuatan jiwaku meningkat keranah bumi tahap tiga." Ucapnya.
__ADS_1