Sang Penguasa Cahaya

Sang Penguasa Cahaya
Chapter 31 Hutan Naga


__ADS_3

Mereka berdua terus melesat menjauh dari sekte tombak perak. Setelah terbang hampir seharian penuh, mereka akhirnya tiba di hutan perbatasan kota tombak perak dengan kota naga.


"Kak Shen, mengapa kakak melarikan diri dari pemuda itu?" Tanya Xie Lia.


" Jika aku membunuhnya tadi,maka masalah bukan selesai melainkan semakin bertambah." Jawab Guang Shen


Xie Lia hanya menganggukkan kepala dua kali mendengar jawaban Guang Shen.


" Ada sesuatu di dalam hutan ini." Ucap Guang Shen.


" Ada apa kak. Mengapa kau seperti sedang menyelidiki sesuatu?" Tanya Xie Lia.


" Tidak ada. Aku hanya merasakan ada sesuatu yang aneh di dalam hutan naga ini" Jawab Guang Shen.


" Apakah kita akan masuk di hutan ini kak?" Tanya Xie Lia.


" Tentu saja." Jawab Guang Shen.


Wusss


Wuss


Wuss


Mereka berdua kemudian melesat memasuki hutan naga yang terbilang sangat misterius karena belum ada seorang pun yang pernah keluar dengan selamat dari hutan naga.


Di kedalaman hutan naga, terdapat sebuah portal yang menghubungkan dunia para hewan ilahi dengan dunia manusia. Dan disana, energi dewa sangat pekat.


" Siapa lagi yang memasuki hutan ini?" Tanya Seekor Qilin yang merupakan penguasa hutan naga.


" Lapor yang mulia. Ada dua orang manusia yang memasuki hutan naga. Saat ini mereka sudah berada di perbatasan bagian inti hutan dengan bagian luar hutan naga." Lapor seekor Kera api.


" Kau habisi mereka." perintah Qilin tersebut kepada seekor singa sisik naga.


" Baik yang mulia." Jawabnya lalu menghilang.


Sementara itu, di bagian inti hutan naga....


" Pantas saja tidak ada yang selamat saat masuk ke hutan naga, ternyata ada ras hewan ilahi di hutan ini" Ucap Guang Shen menyeringai.


" Roargggggggg"


Tiba-tiba saja, Raungan keras yang di sertai dengan gelombang petir menyerang ke arah Guang Shen dan Xie Lia.


Boooooommmm


Ledakan besar terjadi saat serangan singa itu menghantam tanah.


" Ada urusan apa kalian memasuki hutan ini?" Tanya singa tersebut.


" Seharusnya aku bertanya di sini. Mengapa kalian, para ras hewan ilahi ada di alam langit?" Tanya Guang Shen.


" Cihh, kau harusnya menjawab pertanyaanku, bukan malah bertanya kembali." Ucapnya lalu tiba-tiba saja petir menyambar kearah mereka berdua dengan beruntun.

__ADS_1


" Lia'er, hindari petir itu. Jika kau menggunakan perisai air milikmu, maka kau akan tersetrum." Ucap Guang Shen.


" Baik kak." Jawab Xie Lia.


Boooommmm


Dengan cepat, Guang Shen menghantamkan kakinya di tanah sehingga gundukan tanah muncul dan menenggelamkan keempat kaki singa Ametys.


" Lebih baik katakan padaku, mengapa kalian datang ke alam langit?' Tanya Guang Shen.


" Aku tidak akan mengatakannya padamu." Jawab Singa Ametys.


" Baik, kalau begitu selamat tinggal." Ucap Guang Shen lalu dia mengeluarkan pedangnya lalu memenggal kepala singa Amhetys dan mengambil kristal jiwanya.


" Ini, kau gunakan untuk menembus ranah dewa." Ucap Guang Shen sambil menyodorkan kristal jiwa kepada Xie Lia.


" Terima kasih kak Shen" Ucap Xie Lia lalu mengambil dan menyimpan kristal jiwa tersebut.


" Pantas saja aku tidak melihat satu pun hewan buas di sini." Ucap Xie Lia.


" Kau benar. Jika mereka tidak di usir, bisa jadi mereka di bunuh untuk menjadi makanan oleh para hewan ilahi." Jelas Guang Shen.


Booommm


Boommmmm


Booommm


Saat sedang terbang, tiba-tiba saja ratusan bola api menghujani mereka. Bola api itu jatuh dari langit seperti hujan.


" Keluarlah, jangan menyerang diam-diam seperti burung penakut dasar Virmilion penakut." Ucap Guang Shen.


Mendengar ucapan Guang Shen, para burung Virmilion pun memunculkan diri mereka dari dalam bayangan. diatas langit, mereka seperti rombongan prajurit yang ingin berperang.


" Jika kalian terus menyerangku, maka kupastikan kalian akan hangus oleh api kalian sendiri." Ucap Guang Shen.


" Ciih, dasar manusia sombong. Memangnya seberapa kuat dirimu hingga mampu membakar kami menggunakan api? Asal kau tahu, kami lahir dari api, jadi,kami tidak mempan pada api." Ucap pemimpin mereka.


" Apakah kalian ingin pembuktian?" Tanya Guang Shen yang di tangannya muncul kobaran api berwarna putih.


" Api apa itu? Api kami bisa melelehkan logam. Jadi, kau jangan bermimpi membakar kami dengan api anehmu itu." Ucap pemimpin burung Virmilion tersebut.


" Aku akan memberi kalian kesempatan terakhir. Menjadi bawahnku atau kalian akan menjadi abu" Ucap Guang Shen.


" Memangnya kau dapat membuat kami menjadi phoenix jika kami menjadi bawahanmu?" Tanya Guang Shen.


" Tentu saja tidak. Tapi aku bisa membuat kalian menjadi penguasa para burung." Jawa Guang Shen.


" Satu-satunya penguasa ras burung adalah phoenix, dan phoenix sudah punah jutaan tahun yang lalu." Ucap pemimpin burung Virmilion tersebut.


" Ciihh, kalian setuju atau tidak?" Tanya Guang Shen.


" Tentu saja kami tidak mau di perintah oleh bocah ingusan sepertimu." Ucapnya.

__ADS_1


" Baik kalau itu mau mu, maka rasakanlah panasnya api ini" Ucapnya lalu dia melemparkan api putih miliknya ke arah pemimpin burung Virmilion tersebut.


" Argggggg panas." Ucapnya.


Hanya dalam hitungan detik, pemimpin burung itu berubah menjadi abu yang beterbangan di udara.


" Apakah kalian ingin menjadi bawahnku atau mati seperti pemimpin kalian itu?" Tanya Guang Shen.


" Kami siap menjadi bawahan tuan." Jawab mereka.


" Sebagai pembuktian kesetiaan kalian, kalian harus melakukan kontrak darah denganku." Ucap Guang Shen.


" Baik kami setuju tuan." Ucap mereka lalu berubah menjadi manusia dan mendarat di tanah.


Guang Shen lalu menggigit ujung jarinya, dan seketika itu darah berwarna keemasan melayang di udara. Darah emas Guang Shen melayang menuju ke tengah-tengah kumpulan burung Virmilion tersebut. Lalu Guang Shen membuat segel tangan dan darah yang awalnya hanya satu tetes membesar dan berpecah menjadi seratus bagian lalu mendarat di kepala para burung Virmilion tersebut.


Kwaaaakkkkkk


Tiba-tiba saja mereka bersiul dengan keras saat mereka susah menyerap darah Guang Shen. mereka lalu berlutut di hadapan Guang Shen dan Xie Lia sebagai tanda penghormatan mereka kepada Guang Shen yang sudah menjadi tuan baru mereka.


" Baik kalian semua masuklah kedalam portal itu." Ucap Guang Shen.


Wussss


Wusss


Satu persatu para Virmilion tersebut melesat dan masuk kedalam portal yang membawa mereka kedalam dimensi kalung Guang Shen.


" Mari kita lanjutkan perjalanan kita." Ucap Guang Shen.


" Baik kak"


Wuss


Wuss


Wuss


mereka berdua kembali melesat menuju ke bagian inti pusat hutan naga. Tapi, baru terbang selama beberapa menit, kawanan serigala menghadang mereka.


Auuuuuuuuuuuuu


Auuuuuuuuuuuuu


Serigala itu melolong bersahut-sahutan dengan keras hingga tanah bergetar.


" Kak,aku juga ingin bertarung dengan mereka." Ucap Xie Lia.


" Baiklah. " Jawab Guang Shen.


Auuuuuuu


Pemimpin serigala itu melolong sekali lagi, dan seluruh serigala yang ada di belakangnya menyerang Guang Shen dan Xie Lia.

__ADS_1


" Kemarilah." Ucap Guang Shen.


__ADS_2