Sang Penguasa Cahaya

Sang Penguasa Cahaya
Chapter 11 Pertarungan pertama


__ADS_3

" Oh iya, kalian pasti sangat laparkan?" Tanya Lian Hua.


" Iya ibu kami sangat lapar." Jawab mereka bertiga.


" Kebetulan ibu juga baru selesai masak." Ucap Lian Hua.


Mereka kemudian berjalan menuju ke rumah mereka, tiga puluh menit kemudian, mereka sampai di rumah. Setelah membersihkan diri, mereka langsung menyantap makanan yang ada di atas meja makan.


" Setelah ini, kalian ingin kemana?" Tanya Lian Hua.


" Kami ingin berpetualang menjelajahi benua bintang, kalau perlu kami juga ingin pergi ke benua bintang dan membebaskan paman." Jawab Guang Shen.


" Itu benar ibu. Kami sudah memutuskan akan pergi bulan depan." Ucap Guang Xin.


" Tapi, nak. Benua bintang sangat berbahaya." Ucap Lian Hua.


" Kami janji akan akan kembali sebelum turnamen diadakan di sekte merak agung, bu." Ucap Guang Fang.


" Turnamen itu akan di adakan tiga bulan lagi, dan pesertanya haruslah di bawah umur 20 tahun, dan pesertanya minimal lima orang per klan atau sekte." Ucap Guang Dan yang tiba-tiba muncul.


" Kami akan berpetualang menuju bintang tengah, sehingga kami akan sampai tepat saat turnamen itu di adakan." Guang Xin.


" Ayah akan mengikut sertakan kalian dalam turnamen yang di adakan lima tahun sekali itu." Ucap Guang Dan.


Tak terasa, makanan mereka sudah habis mereka makan. Mereka kemudian menuju ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat, sementara Guang Shen masuk ke dalam kalung dimensi miliknya, dan mulai melatih teknik pagoda naga.


Dia berlatih selama empat bulan di dalam kalung miliknya, atau setara dengan empat jam di dunia nyata.


Guang Shen kemudian membuat segel tangan lalu bayangan pagoda naga muncul di belakang Guang Shen.


" Teknik pagoda naga: segel pagoda tujuh naga"


Wusss


Pagoda naga bersinar dan tujuh ekor naga keluar dari dalam pagoda, dan bersiap menarik apa pun yang di inginkan oleh Guang Shen.


" Teknik pagoda naga: Segel pagoda kembar." Ucapnya


Pagoda naga yang ada di belakang Guang Shen berpecah menjadi dua dan menyerap sebuah pohon lalu menyegelnya.


Satu bulan kemudian..


" Ayah, ibu, kami akan berangkat sekarang." Ucap mereka meminta izin.


" Baik, ingat jangan diri kalian baik-baik." Jawab Lian Hua.


" Kakak San, kakak Xin, adik Fang, kami juga ingin berpetualang bersama kalian." Ucap sebuah suara.


" Baik, tapi ada baiknya kita berpetualang terpisah. Dan kita akan bertemu di kota merak" Ucap Guang Xin


" Aku setuju kak, tapi jangan tunjukkan identitas kita kepada orang luar kalau kita dari klan Guang, sebelum turnamen diadakan." Ucap Guang Fang.


" Bagaimana kalau kakak menggunakan gelar pedang cahaya saja, aku tombak es, kakak Xin trisula petir, kakak kapak api, dan saudara Zang tongkat petir." Ucap Guang Fang.


" Itu ide yang bagus." Ucap Guang Xin.

__ADS_1


" Baik, kalau begitu, kita mulai petualangan di kota Lampion." Ucap Guang Shen.


Wusss


Wusss


Mereka semua terbang dengan kecepatan penuh, sehingga dari langit, hanya kilatan cahaya yang terlihat.


" Hai lihat, bukankah mereka turun dari gunung itu?" Tanya salah satu warga.


" Hus, kau diamlah, mereka pasti pemuda klan misterius itu." Ucap warga yang lain.


Di tempat yang sama, sebuah kereta berjalan kearah kota, dan tepat berada di depan mereka.


" Semuanya minggir tuan putri Nan Xio ingin lewat." Teriak jenderal Hu Hai.


" Hai, apakah kalian tidak mendengar perintahku?" Tanya jenderal Hu Hai.


" Memangnya kenapa? Kota lampion bukanlah milik kekaisaran manapun, jadi kalian tidak berhak mengatur di sini." Ucap Guang Xin.


" Lancang. Matilah kau perempuan sialan" Ucap jenderal Hu Hai.


Triinngg


Trisula milik Guang Xin kemudian menahan dan mengunci tombak milik jenderal Hu Hai. Guang Xin kemudian mengalirkan elemen petirnya ke trisulanya.


" Tunggu kak, jangan membunuhnya." Ucap Guang Shen


" Ada apa adik, mengapa kau mencegahku?" Tanya Guang Xin.


" Asal kalian tahu, kota ini akan berada di bawah kekuasaan kekaisaran Nan" Ucap suara dari dalam kereta


" Dasar serakah. Apakah kaisar tidak puas dengan wilayah kekuasaannya sekarang, sehingga ingin merebut kota lampion?" Tanya Guang Fang.


" Biar bagaimana pun, kota ini seharusnya berada di bawah kekuasaan ayahku. dan kota ini akan di jadikan tempat pelatihan pasukan kekaisaran." Ucap putria Nan Yu.


" Enak saja. Walau kaisar bodoh itu memohon dan bersujud kepada kami sekalipun, kami tidak akan menyerahkan kota lampion kepadanya." Teriak semua warga.


" Prajurit, serang siapa pun yang menolak titah ayah." Perintah Nan Yu.


" Baik tuan putri."


Pasukan yang berjumlah seratusan itu maju dan menyerang ke arah warga kota.


Wusss


Sreekk


Tapi, kepala komandan yang memimpin pasukan dan lima orang prajurit menggelinding di tanah, dan hal itu membuat Guang Shen gemetar dan muntah.


" Tuan, tenanglah. Tuan harus mengalahkan rasa takut tuan, agar bisa menyelamatkan warga kota." Ucap Yang Han.


Hoeeekk


Sama seperti Guang Shen, yang lainnya juga gemetar dan muntah karena baru kali ini mereka membunuh.

__ADS_1


" Ha..ha..ha..ha. Rupanya kalian baru pertama kali bertarung, dasar lemah." Ucap putri Nan Yu.


" Jenderal Tangkap mereka berlima, dan bawah ke hadapanku." Perintah Putri Nan Yu.


" Baik tuan putri." Jawab jenderal Hu Hai.


Lalu dia membentuk sebuah jaring dan menjatuhkan jaring itu ke bawah, tapi sebuah sabetan menghancurkan jaringnya.


" Hanya menggunakan jaring ingin menangkap kami, jangan mimpi kau jenderal bodoh." Ucap Guang Shen.


" Teknik pedang cahaya, tebasan matahari."


Booomm


Satu buah matahari yang berukuran bola sepak menerjang para prajurit kekaisaran. Sengaja Guang Shen membuat tebasan mataharinya sebesar bola sepak agar tidak menimbulkan kerusakan yang parah.


" Trisula petir kembar"


" Tongkat petir, amukan kera sakti"


" Kapak api, api phoenix"


" Tombak es beku"


Boomm


Boomm


Dalam sekejap, 85 pasukan yang tersisa mati, akibat serangan beruntun dari mereka berlima


" Apakah kau ingin kembali, atau aku menguburmu di tengah kota, agar seluruh warga kota menginjak-injak kuburanmu?" Tanya Guang Xin.


" Sialan, aku akan meminta ayahku menghancurkan kota ini hari ini juga, agar kalian tau rasa." Ucap putri Nan Yu. Lalu dia memecahkan giok berwarna abu-abu miliknya, dan sebuah lubang hitam besar terbentuk.


Di kekaisaran Nan..


" Siapa pun yang membuat putriku marah, maka aku akan mencabik-cabik tubuhnya." Ucap Kaisar Nan Zhu.


" Nan Wu, bawa lima ratus pasukan, dan hancurkan kota lampion sekarang juga." tita kaisar Nan Zhu.


" Baik Ayahanda" Jawab Nan Wu.


Wusss


Wuss


Lima ratus pasukan melesat masuk ke dalam portal bersama pangeran Nan Wu menuju kota lampion.


Di kota Lampion..


Pangeran Nan Wu beserta pasukan yang di bawanya berdiri di hadapan Guang Shen yang memang berdiri paling depan.


" Sebaiknya kalian berlima berlutut dan serahkan kota ini padaku, sebelum aku membunuh kalian." Ucap Nan Wu dengan sombongnya.


" Dalam mimpimu sekalipun. Kami tidak akan pernah berlutut padamu, apalagi memberikan kota lampion kepada kaisar rakus itu." Ucap Guang Shen.

__ADS_1


__ADS_2