
Maaf, ya para readers jika author time skip, jadi jangan heran, jika terlihat terburu-buru.
Karena jika author tulis chapter tentang latihan mereka, alurnya akan terburu-buru, seperti novel sang dewa cahaya. Jadi author putuskan time skip aja
...----------------...
Pagi harinya, semua pemuda klan Guang di kumpulkan berdasarkan elemen mereka masing-masing.
" Ingat, Berlatihlah dengan sungguh-sungguh karena kalian adalah masa depan dari klan Guang." Ucap Guang San
" Baik kami akan berlatih dengan sungguh-sungguh leluhur." Jawab mereka.
" Ok, sekarang bergabunglah dengan kelompok yang sudah di tentukan, dan mulai berlatih." Ucap Guang Sin.
" Baik leluhur." Jawab mereka.
Wussss
Sebuah portal terbentuk, dan semua anak-anak klan Guang masuk kedalam portal tersebut, selain yang memiliki elemen tanah dan air.
Wussss
Wusss
Mereka semua muncul di gunung pagoda, yang mana gunung itu merupakan gunung tertinggi di sana, jadi Guang San dan Guang Sin dapat mengawasi pergerakan musuh sambil melatih anak-anak klan.
Sementara di tempat lain, terlihat seorang anak yang berumur 10 tahun duduk bersemedi, dan di kelilingi oleh energi kegelapan yang pekat.
" Ha..ha..ha..ha. Walaupun aku harus kehilangan semua kekuatanku, yang penting aku berhasil naik ke alam langit." Ucapnya.
Ya, dia adalah penguasa kegelapan yang memaksa masuk ke alam langit sepuluh tahun yang lalu. Dia berhasil masuk ke alam langit, tapi, tubuh kasarnya hancur. Walaupun begitu dia berhasil masuk di tubuh seorang anak yang sedang sekarat.
" Tunggulah, aku akan menghabisi penguasa cahaya yang baru, dan menguasai alam langit. Ha..ha..ha..ha.." Ucapnya.
Sementara di klan Gun...
" Sialan, bagaimana bisa kalian bisa kehilangan dia?" Tanya patriak Gun.
" Maaf patriak, kami tidak tahu di mana anak itu berada, tapi menurut perkiraan kami, anak itu sudah berada di klan Guang." Jawab salah satu pasukan.
" Benar-benar tidak berguna. Bagaimana kita bisa menculik anak itu, jika anak itu sudah berada di klan Guang?" Tanya patriak Gun.
__ADS_1
" Tapi, patriak. kita masih bisa mendeteksi keberadaan anak itu menggunakan darah dari Guang Yang." Ucap salah satu pria.
" Kau memang benar. Tapi, kita tidak akan bisa masuk ke klan Guang. Walaupun kita menggunakan darah Guang Yang, tetap saja aku tidak bisa mendeteksi keberadaan klan Guang." Ucap Patriak Gun.
" Bagaimana kalau kita memasang mata-mata di klan seluruh bintang timur?" ?" Tanya pria itu lagi.
" Baik, mulai besok, terus awasi pergerakan tiap klan di bintang timur." Pintah patriak Gun.
" Baik patriak." Jawab mereka.
Kembali ke klan Guang
Saat ini, semua pemuda klan Guang sedang berlatih. Saat ini Guang Shen sedang melatih bab ke tiga dari kitab kuno tersebut, yaitu Api suci.
Api suci adalah api yang terbentuk dari elemen cahaya, dan berkali-kali lebih panas dari api biasa.
Guang Shen mulai mengumpulkan elemen cahayanya di telapak tangannya, dan seperti biasa dia gagal lagi dan lagi.
Satu bulan berlalu, dan Guang Shen belum berhasil membentuk api suci miliknya.
Satu hari berlalu, dan akhirnya dia berhasil membentuk api sebesar kelereng.
" Akhirnya berhasil juga, walaupun hanya sebesar kelereng." Ucapnya.
" Hari ini, kalian boleh kembali ke klan karena latihan kalian sudah selesai. Dan juga hari ini adalah hari upacara kedewasaan pemuda klan Guang." Ucap Guang Sin.
" Baik kakek." Jawab Guang Shen.
" Leluhur, kalau begitu kami pamit dulu." Ucap mereka.
Wusss
Wusss
Mereka melesat turun dari gunung pagoda menuju arena beladiri klan Guang.
" Lihat di sana. Mereka sudah kembali." Ucap salah satu anggota klan.
" Ya, dan yang terkuat diantara mereka adalah putri dari patriak Guang Dan." Ucap Yang lain.
Wusss
__ADS_1
Tap
Tap
Mereka semua mendarat bersama-sama, dan di sambut oleh para anggota klan.
" Diantara mereka semua, mereka berlimalah yang paling menonjol" Ucap tetua pertama.
" Mereka adalah Guang Shen, Guang Fang, Guang Jiang, Guang Zang, dan Guang Xin." Ucap Tetua kedua.
Masing-masing dari mereka membawa lima senjata berbeda. Guang Shen membawa pedang, Guang Fang membawa tombak, Guang Jiang membawa kapak, Guang Zang membawa tongkat, dan Guang Xin menggunakan trisula.
" Karena semua pemuda klan Guang sudah berkumpul, maka upacara kedewasaan akan segera di laksanakan." Ucap Tetua ke lima.
" Seperti sebelumnya, upacara kedewasaan di lakukan di dalam pagoda naga, yang memiliki sembilan tingkatan. Siapa yang bertahan paling lama dan mencapai tingkat tertinggi di antara semuanya, maka dialah pemenangnya." Ucap tetua kelima
Tetua kelima lalu membentuk segel tangan, dan seketika puluhan token giok melayang di udara. Mereka kemudian mengambil token giok yang melayang di hadapan mereka, dan menyimpannya.
" Sembilan tingkatan pagoda naga masing-masing memiliki sembilan macam kenampakan yang berbeda. Tingkat pertama adalah padang rumput, tingkat kedua adalah padang pasir, tingkat ketiga adalah lautan, tingkat keempat adalah padang es, tingkat ke lima adalah hutan tak berujung, tingkat ke enam adalah padang tornado, tingkat ketujuh adalah pegunungan, tingkat delapan adalah lembah, dan tingkat sembilan adalah daratan awan. Di tingkat ke sembilan adalah puncak pagoda, siapa pun yang dapat mencapai tingkat ke sembilan maka, dia akan mendapatkan warisan dari leluhur Guang. Dan bagi yang gagal, jangan bersedih karena setiap tingkatan memiliki sumber daya tersendiri yang dapat meningkatkan kekuatan." Ucap Tetua kelima
" Dan jika kalian sudah tidak sanggup bertahan, maka alirkan energi kalian ke dalam token itu, maka kalian akan di kirim keluar." Lanjutnya
Lalu tetua pertama, kedua, ketiga, dan ke enam membentuk segel tangan yang sama secara bersamaan. Dan seketika itu sebuah bayangan pagoda dengan di kelilingi naga, menghisap mereka semua.
Wussss
Wusss
Bayangan pagoda itu menghisap semua anak muda klan Guang, setelah semuanya masuk ke dalam pagoda, bayangan pagoda itu menghilang.
Wusss
Wuss
Mereka semua mendarat di sebuah padang rumput hijau.
" Untuk menuju ke tingkat berikutnya, maka kalian harus menyelesaikan tantangan yang sudah di sediakan." Ucap sebuah suara.
" Hm, membunuh lima ekor bintang ranah roh tingkat lima." Ucap Guang Shen
Semuanya mulai mencari sebuah binatang roh tingkat lima.
__ADS_1
" Banteng tanduk perak." Ucap Guang Shen.
Guang Shen lalu melesat dengan cepat dan menebaskan pedangnya kearah dua ekor banteng perak tersebut. Seketika kedua banteng itu mati dan kristal jiwa mereka terserap ke dalam tokan giok milik Guang Shen.