
" Ayah, kaukah itu?" Tanya Lian Hua.
" Iya ini aku. Apakah kau sudah melupakan ayahmu sendiri?" Tanya Lian Bun.
" Dan mengapa kau tidak pernah mengabari ayah jika kau memiliki seorang putra yang jenius?" Tanya Lian Bun balik bertanya.
" Aku juga baru tahu tadi, jika kultivasi Shen'er dan Xin'er sudah menembus ranah dewa." Jawab Lian Hua.
" Ibu, apakah dia adalah kakek?" Tanya Guang Shen.
" Iya itu adalah kakekmu" Jawab Lian Hua.
" Tapi, kenapa sikapnya kekanak-kanakan?" Tanya Guang Xin.
" Dasar bocah nakal. Apakah kalian tidak senang bertemu dengan kakek? Kalau begitu kakek pulang saja" Ucapnya.
" Kami senang kek. Dan berhentilah ngambek. Karena kakek seperti anak kecil saja." Ucap Guang Xin.
Lian Bun kemudian berjalan dan memeluk Guang Xin dan Guang Shen dengan erat, sehingga membuat mereka sesak nafas.
" Apakah kakek bisa melepaskan kami?" Tanya Guang Shen.
" Oh maaf." Ucap Lian Bun.
" Oh iya, namamu Shen'er kan?" Tanya Lian Bun.
" Iya kek." Tanya Guang Shen.
" Shen'er, Xin'er, siapa dia?" Tanya Lian Bun.
" Dia adalah anak dari paman Guang yang, dan dia adalah adik angkat kami juga." Jawab Guang Xin.
" Memangnya kenapa kek?" Tanya Guang Shen.
" Tidak apa-apa." Jawab Lian Bun.
" Oh iya kakek membawakan sesuatu untukmu Shen'er." Ucap Lian Bun sambil mengeluarkan sebuah giok berwarna kuning dari cincin ruangnya.
" Apa ini kakek?" Tanya Guang Shen.
__ADS_1
" Ini apa kek?" Tanya Guang Shen.
" Ini adalah giok darah. Giok ini dapat membersihkan darahmu dari berbagai kotoran." Jawab Lian Bun
" Sebenarnya kakek ingin memberikannya saat kamu lahir, tapi kakek baru memiliki kesempatan sekarang." Ucap Lian Bun.
Melihat kebersamaan mereka, Guang Fang hanya tertunduk lesu sambil menangis.
" Hai, ada apa? Mengapa kau menangis?" Tanya Lian Bun.
" Tidak apa-apa. Aku hanya merindukan ibu saja." Jawab Guang Fang.
" Ini, ambillah." Ucap Lian Bun sambil menyodorkan giok hijau kepada Guang Fang.
" Apa ini?" Tanya Guang Fang.
" Itu adalah kristal jiwa singa es, dan itu cocok untukmu" Jawab Lian Bun.
" Terima kasih kek" Ucapnya sambil memeluk Lian Bun. Lalu sesaat kemudian, dia melepaskan pelukannya.
" Maafkan aku." Ucapnya.
Sementara, Guang Xin hanya cemberut karena hanya dirinyalah yang tidak mendapatkan hadiah.
" Ini untuk cucu kakek yang cantik." Ucap Lian Bun.
" Apa ini kakek?" Tanya Guang Xin.
" Ini adalah gelang giok peninggalan nenekmu. Aku memberikannya padamu karena ibumu tidak mau mengambilnya." Ucap Lian Bun.
" Terima kasih kakek." Ucapnya lalu memakai gelang giok tersebut.
" Oh iya ayah. Mengapa kau datang secara mendadak seperti ini?" Tanya Lian Hua.
" Ya, kakek datang ke sini dengan tujuan menjemput kedua cucuku dan membawanya ke klan Lian" Ucap Lian Bun.
" Kakek aku tidak mau tinggal di klan Lian, aku hanya ingin pergi menjelajah." Ucap Guang Shen.
" Kakek sebenarnya tidak ingin memaksakan kehendak kakek padamu, hanya saja, ini sudah aturan klan Lian. Dimana seluruh keturunan klan harus tinggal di klan Lian." Ucap Lian Bun.
__ADS_1
" Kakek apa aturan itu tidak bisa di hilangkan?" Tanya Guang Shen.
" Itu bisa saja, asalkan kau bisa menerobos ranah dewa bumi bintang lima dalam waktu satu tahun." Ucap Lian Bun.
" Baik aku setuju dengan syarat itu." Ucap Guang Shen.
" Tapi, kek. Mengapa seluruh keturunan klan Lian harus tinggal di klan Lian?" Tanya Guang Xin.
" Itu karena leluhur klan Lian dimasa lalu pernah berperang melawan sekte Qilin Suci. Saat itu klan Lian membantu kaisar Fang melawan pasukan klan San yang hendak menggulingkan kekuasaan kaisar Fang Tian. Saat itu klan Lian dan Sekte Qilin suci adalah sekutu klan San. Sehari kemudian, peperangan pun akhirnya pecah. Para pasukan kekaisaran Fang melawan klan San dan sekte Qilin suci untuk melindungi kekaisaran. Satu bulan berlalu, dan klan San akhirnya menang, karena mereka menggunakan teknik perangkap jiwa, yang mana teknik itu dapat membunuh ribuan orang sekaligus. Walaupun begitu, kerugian yang sangat besar diderita oleh sekte Qilin suci. Sekitar satu juta murid sekte mati, para praktisi yang memiliki kultivasi ranah dewa hingga ranah dewa langit banyak yang mati. Karena amarah yang meluap-luap, patriak Zu Liang melontarkan sebuah kutukan, bahwa seluruh klan Lian akan musnah jika dia ikut berperang lagi walau itu orang itu hanya memiliki setengah darah klan Lian. Itulah alasan kakek ingin menjemput kalian." Jelas Lian Bun.
" Kalau boleh tahu, kapan peristiwa itu terjadi?" Tanya Guang Shen.
" peristiwa itu terjadi Dua ribu tahun yang lalu." Jawab Lian Bun.
" Jadi, kami tidak boleh ikut berperang kek?" Tanya Guang Shen.
" Ya, karena kalau kalian ikut, seluruh klan akan hancur, dan bukan hanya itu, Zu Liang juga mengatakan bahwa seluruh orang yang memiliki hubungan darah dengan keturunan klan Lian yang ikut berperang, maka dia dia juga akan ikut hancur. Selain itu dia juga mengatakan bahwa dia akan muncul kembali dan memusnahkan seluruh klan Lian dan klan kuno yang ikut berperang waktu itu. Yang berarti klan Lian, klan Fang, klan Cang, dan klan Guang dalam bahaya jika dia muncul kembali." Ucap Lian Bun.
" Apa tidak ada cara untuk menghilangkan kutukan itu kek?" Tanya Guang Shen.
" Satu-satunya cara untuk menghilangkan kutukan itu adalah dengan menembus ranah dewa langit, tapi di klan Lian tidak ada yang dapat menembus ranah itu" Jawab Lian Bun.
" Apa tidak ada cara lain kek?" Tanya Guang Xin.
Lian Bun nampak berpikir sejenak, lalu dia kemudian tersenyum.
" Ada, dan jalan keluarnya adalah kalian berdua." Ucap Lian Bun.
" Kenapa kami?" Tanya Guang Shen dan Guang Xin bersamaan.
" Sebelum meninggal, leluhur Lian Qiu mengatakan bahwa: Keturunan klan yang sudah hancur dan bangkit kembali, yang dapat melepaskan kutukan itu. Klan itu tidak ikut berperang, tapi Zu Liang ingin menghancurkannya jika dia kembali. Dan, klan itu adalah cahaya. "
" Arti Guang Sendiri adalah Cahaya. Yang berarti kalian berdua bisa mematahkan kutukan itu, asal kalian berdua bisa menembus ranah dewa bumi saat purnama bulan merah." Ucap Lian Bun.
" Tunggu dulu. Purnama bulan darah akan terjadi satu bulan lagi, dan bagaimana mungkin dia bisa menembus ranah itu dalam waktu satu bulan?" Tanya Lian Hua.
" Mereka memiliki potensi untuk menembus ranah itu. Shen'er sendiri sudah menembus ranah dewa bintang lima." Ucap Lian Bun.
" Saat gerhana bulan darah terjadi, energi langit dan bumi yang dipancarkan oleh sinar bulan itu sepuluh kali lebih tebal dari dari energi yang ada di sini. Kalian hanya harus menyerap energi itu sebanyak mungkin dan secepat mungkin sebelum gerhana berakhir" Jelas Lian Bun.
__ADS_1