Sang Penguasa Cahaya

Sang Penguasa Cahaya
Chapter 16 Hutan Kabut Ungu III


__ADS_3

Naga itu terus melawan terus menghindari serangan dari Guang Shen yang hanya ilusi, dan tubuhnya mulai terluka, sementara Guang Shen melesatkan Api putih ke arah luka yang terdapat di dada naga ilusi tersebut.


" Arggggg. Bagaimana bisa?" Tanya Naga itu sambil menahan sakit.


" Karena yang tadi itu hanya ilusi." Jawab Guang Yiang.


Sementara luka yang di sebabkan oleh ilusi milik Guang Shen semakin membesar, dan kini menembus dagingnya.


Guang Shen kemudian mengeluarkan energi ilahi dan mulai menyerang luka naga itu.


" Roarggggg"


Naga itu kemudian meraung dan seketika bola energi biru menyerang kearah Guang Shen. Tapi Guang Shen berhasil menahan serangan energi biru naga itu. Dia kemudian menggunakan langkah cahaya dan muncul di hadapan naga itu. Guang Shen kemudian menghantamkan bola energi ilahi miliknya ke luka naga itu.


" Baik selamat tinggal" Ucap Guang Shen.


Lalu Guang Shen menebaskan pedangnya ke dada naga itu. Seketika tubuh naga terbagi menjadi dua. Guang Shen kemudian mengambil kristal jiwa yang berwarna putih itu, dan menyimpannya di cincin ruangnya.


" Kak dagingnya mau kita apakan?" Tanya Run Gai.


" Kita Panggang saja." Jawab Guang Shen.


" Kalau begitu, kita panggang sekarang." Ucap Run Gai.


" Aku juga penasaran bagaimana rasanya makan daging naga." Ucap Guang Shen.


Guang Shen kemudian memanggang bagian kepala yang terpotong sampai dada, dan sisanya dia simpan di dalam cincin ruangnya.


Guang Shen hanya memanggangnya selama lima menit menggunakan api suci miliknya.


Setelah daging naga itu matang, Guang Shen membaginya menjadi dua lagi dan setengahnya di berikan kepada Run Gai sementara setengahnya lagi dia makan.


" Ternyata daging naga ini enak juga." Ucap Run Gai.


" Kau benar." Ucap Guang Shen.


Mereka berdua terus memakan daging naga itu hingga daging yang mereka makan habis.


Guang shen merasakan energi yang ada di dalam dantiannya bergejolak yang menandakan dia akan menerobos, begitu juga dengan Run Gai. Mereka berdua kemudian mulai berkultivasi untuk mengontrol energi yang bergejolak itu.


Beberapa menit kemudian...


Boomm


Boomm


Terdengar ledakan dua kali dari tubuh Guang Shen yang menandakan kultivasinya menerobos ke ranah bintang bintang tujuh. Sementara kultivasi Run Gai yang awalnya berada di ranah kaisar bintang tiga menerobos ke ranah bumi bintang tiga.

__ADS_1


Guang Shen kemudian mengeluarkan sisa daging naga yang panjangnya hampir seratus meter itu, dan memotong-motongnya hingga menjadi seratus potong. Setelah memotongnya, Guang Shen kemudian memanggangnya, sebelum memanggang, Guang Shen mengambil kristal darah milik naga itu yang memiliki ukuran sebesar telapak tangannya.


Selesai memanggang daging naga, Guang Shen dan Run Gai melanjutkan petualangan mereka.


" Kak, mau kau apakan kristal darah milik naga itu?" Tanya Run Gai.


" Aku juga tidak tahu." Jawab Guang Shen.


Mereka terus berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya hingga mereka sampai di sebuah danau yang memiliki air sangat jernih.


" Apakah mau berenang di sini Gai?" Tanya Guang Shen.


" Tentu saja. Air danau ini pasti terasa sangat segar." Jawab Guang Shen.


Guang Shen lalu menanggalkan bajunya lalu melompat ke dalam danau.


" Airnya sangat segar kak." Ucap Run Gai.


" Kak bagaimana kalau kita menyelam?" Tanya Run Gai.


" Baik, siapa takut." Jawab Guang Shen.


Guang Shen dan Run Gai kemudian menyelam menuju dasar danau. Semakin dalam mereka menyelam, air danau semakin terang.


" Kak, dari mana asal cahaya ini?" Tanya Run Gai.


Satu jam kemudian, dasar danau mulai terlihat. Dan di sana sebuah tombak dengan panjang setengah meter memancarkan cahaya yang sangat terang.


" Ternyata cahaya tadi berasal dari tombak itu kak." Ucap Run Gai.


" Kau benar. Aku akan mencoba mencabut tombak ini." Ucap Guang Shen.


Guang Shen kemudian mendekati tombak itu. Tapi, dia selalu terlempar kebelakang.


" Bagaimana caranya agar aku bisa mendekati tombak itu?" Ucap Guang Shen bertanya-tanya.


" Mungkin aku harus meneteskan darahku ke tombak itu." Ucap Guang Shen


Tubuh Guang Shen kemudian di selimuti oleh cahaya yang sangat terang. dia mendekati tombak itu perlahan-lahan. setelah jarak antara Guang Shen dan tombak itu hanya 10 cm, Guang Shen kemudian menggigit ujung jarinya dan meneteskan darahnya di atas gagang tombak itu.


Guang Shen kemudian memegang tombak gagang tombak itu, dan mencabutnya perlahan-lahan.


Swusssss


Tombak itu bercahaya semakin terang dan cahaya itu memancar hingga membuat air di atas danau memancarkan cahaya seperti aurora.


Tombak itu kemudian masuk kedalam tubuh Guang Shen dan seketika cahaya yang awalnya sangat terang berubah menjadi gelap gulita.

__ADS_1


Guang Shen kemudian mengeluarkan cahaya seperti kobaran api yang membuat dasar danau terang kembali.


" Ayo kita naik keatas." Ucap Guang Shen.


Mereka berdua kemudian berenang menuju keatas danau. Tak butuh waktu lama, mereka berdua sampai keatas danau. Mereka Guang Shen kemudian memakai pakaiannya kembali, dan melanjutkan penjelajahannya di hutan kabut ungu.


" Hm, kultivasiku naik satu tingkat lagi." Ucap Guang Shen.


Wuss


Wuss


Mereka terus melesat melewati pohon-pohon yang sangat tinggi dan lebat. Cahaya di sana semakin minim, bahkan sinar matahari tidak dapat masuk. Kini mereka sudah memasuki bagian inti dari hutan kabut ungu, tempat para penguasa hutan kabut ungu.


" Berhenti..." Cegat prajurit serigala.


" Mengapa tuan-tuan sekalian menghentikan kami?" Tanya Guang Shen


" Kalian sudah memasuki wilayah serigala langit." Jawab Prajurit serigala.


" Tangkap dan bawa pemuda itu kehadapan raja" perintah komandan pasukan.


" Atas dasar apa kau ingin menangkap ku?" Tanya Guang Shen.


" Karena kau menginjakkan kaki di wilayah kami. Dan siapa pun yang menginjakkan kaki di sini akan di berikan hukuman penjara." Jawab prajurit.


" Tangkap saja aku kalau kalian bisa." Ucap Guang Shen.


" Prajurit tangkap pemuda ba*ji*ngan itu" Perintah komandan serigala.


" Baik komandan." Jawab para prajurit serigala. Mereka lalu mengepung Guang Shen dengan mata senjata diarahkan padanya.


" Aku akan mencoba senjata yang baru kutemukan tadi." Ucap Guang shen


Guang Shen.


Wusss


Tombak berwarna putih keemasan muncul dari kehampaan. Guang Shen kemudian memutar tombaknya, dan menghentakkannya ketanah dan seketika seluruh prajurit yang mengepungnya terhempas dan menghantam pohon.


" Hm, tombak itu memiliki kekuatan besar. Jika aku memilikinya, maka aku akan menjadi penguasa tunggal di hutan ini." Batin sang komandan.


" Hai kau. Jika kau ingin keluar dari hutan inu dengan selamat, maka serahkan tombak itu kepadaku sekarang juga." Ucapnya.


" ambil saja kalau kau mampu" Balas Guang Shen.


Mendengar perkataan Guang Shen yang seakan-akan meremehkan kekuatannya membuat komandan serigala langit marah dan mengerahkan tapaknya kearah Guang Shen.

__ADS_1


__ADS_2