
" Adik Fang apakah kau akan mencari kitab jurus di tingkat pertama atau naik ke tingkat kedua?'' Tanya Guang Shen.
" Aku mencari di sini saja kak. Lagian aku juga hanya ingin mencari kitab teknik dasar kultivasi kak." Jawab Guang Fang.
" Kalau begitu aku akan naik ke tingkat ketiga dulu" Ucap Guang Shen.
" Apakah kau sudah mencari kitab di tingkat dua kak?" Tanya Guang Fang.
" Ya, tapi tidak ada satu kitab pun yang cocok denganku." Jawab Guang Shen.
Guang Shen lalu melangkah naik ke tingkat tiga perpustakaan klan Guang. Dimana setiap anak tangga memiliki tekanan yang bervariasi yang dapat meningkatkan kekuatan fisik seseorang. Itulah alasannya mengapa Guang Shen selalu lama di perpustakaan dan mengambil buku pengetahuan saja karena dia memanfaatkan tekanan yang ada di setiap anak tangga untuk melatih kekuatan fisiknya
" Hm, anak tangga di sini memiliki tekanan yang lebih kuat dari anak tangga yang ada di tingkat kedua." Ucap Guang Shen.
Dia terus melangkahkan kakinya keatas setiap anak tangga walaupun sering tersungkur tapi tidak membuatnya menyerah untuk sampai di tingkat ketiga.
Setelah melewati lima puluh anak tangga, akhirnya dia mencapai tingkat ketiga setelah puluhan kali terjatuh.
Lalu tanpa berlama-lama lagi, dia menjelajahi tingkat ke tiga dan berharap dia menemukan satu kitab teknik yang sesuai dengan elemen miliknya. Selain itu dia cukup penasaran dengan kalung yang ada di lehernya, dia tidak bisa melepaskan kalung itu. Saat dia memaksa melepaskannya dia akan merasa kesakitan seakan-akan kalung itu menyatu dengan kulit dan dagingnya.
Setelah melewati tiga rak kitab, mata Guang Shen menangkap sebuah kitab yang lusuh dan berdebu.
" Sepertinya ini adalah kitab kuno yang tidak pernah di pelajari." Ucapnya.
Karena tertarik dengan kitab itu, Guang Shen mengambilnya dan segera turun ke lantai ketiga, karena dia berpikir Guang Fang sedang menunggunya.
" Kak Shen, mengapa kau sangat lama?" Tanya Guang Fang.
" Maaf tadi, aku mencari sebuah kitab, dan aku menemukan kitab tanpa sampul ini. Karena tertarik aku mengambilnya saja." Jawab Guang Shen.
" Jujur saja kak. Aku tahu kalau kau memanfaatkan tangga ke lantai tiga untuk melatih fisikmu iyakan?" Tanya Guang Fang.
" Kau ini memang pintar. Kau memang benar. Tapi jangan beritahu ibukukalau aku melatih fisikku di tangga perpustakaan, kalau tidak aku akan di marahi oleh ibu. Karena dia akan mengira jika aku tidak mencari kitab melainkan melakukan hal lain." Ucap Guang Shen.
__ADS_1
" Kak, sebaiknya kita pulang. Karena tidak lama lagi perpustakaan akan di tutup." Ucap Guang Fang.
Kau benar. Hampir saja kita terkurung lagi seperti tahun lalu." Ucapnya.
" Ya, kak. untung saja kau membawa makanan kalau tidak kita akan mati kelaparan." Ucap Guang Fang.
Tak lama kemudian mereka keluar dari perpustakaan dan di sambut oleh penjaga perpustakaan.
" Paman kami sudah selesai. Dan aku menemukan kitab ini di tingkat tiga." Ucap Guang Shen.
Guang Ceng hanya menggelangkan kepalanya mendengar perkataan Guang Shen, saat dia mengatakan tingkat tiga.
" Kitab itu adalah kitab kuno yang di temukan oleh kakekmu, tapi tidak ada yang tertarik, jadi kakekmu menyimpannya saja. Dan dia bilang padaku, jika ada yang mengambilnya maka berikan saja padanya karena tidak akan ada yang mempelajarinya." Ucap Guang Ceng.
'' kalau begitu aku boleh mengambil kitab ini paman?" Tanya Guang Shen.
" Ya, kau boleh mengambilnya." Ucap Guang Ceng.
" Kalau begitu kami pulang dulu paman" Ucap Guang shen lalu berjalan pulang. Mereka satu arah, karena Guang Fang tinggal bersama Guang Shen, sekaligus berlatih dengan ibu Guang Shen karena dia memiliki elemen yang sama dengan Lian Hua, yaitu elemen es.
" Kalian berdua dari mana saja. Aku sampai khawatir dengan kalian.?" Tanya Lian Hua.
" Maafkan kami ibu" Ucap mereka berdua.
" Fang'er, coba ulangi apa yang katakan tadi." pintah Lian Hua.
" Aku bilang ibu. Apakah tidak boleh?" Tanya Guang Fang.
Lian Hua lalu memeluk Guang Fang, sambil menangis.
" Kau boleh memanggilku ibu. Karena kau juga putraku." Ucap Lian Hua
" Ibu.." Guang Fang membalas pelukan Lian Hua, karena memang selama ini dia tidak pernah merasakan kasih-sayang dari ibunya. Bahkan dia tidak tahu bagaimana rupa dari ibunya
__ADS_1
" Fang'er janji akan menjadi anak yang baik dan tidak akan membuat ibu khawatir lagi." Ucap Guang Fang. Sementara Guang Dan yang melihat mereka berdua berpelukan hanya tersenyum.
" Apakah kalian akan berpelukan terus dan membiarkan ketiga anakmu kelaparan?" Tanya Guang Dan.
" Ya ampun. aku sampai lupa kalau aku belum menyiapkan makanan." Ucapnya lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan.
" Fang'er, mulai sekarang kau jangan panggil paman dengan sebutan paman lagi, tapi panggil dengan sebutan ayah." Ucap Guang Dan.
" Baik ayah."Jawab Guang Fang
Mereka bertiga lalu menuju ke ruang makan, setelah Lian Hua selesai menyiapkan makanan.
" Adik, tadi kau membawa sebuah kitab yang lusuh, sekarang dimana kau taruh kitab itu?" Tanya Guang Xin.
" Kitab kuno, maksudnya apa Shen'er?" Tanya Guang Dan.
" Ya, aku memang membawa kitab kuno dari perpustakaan, dan paman penjaga bilang aku boleh mengambilnya dan tidak perlu di kembalikan" Jawab Guang Shen, lalu dia mengeluarkan kitab tersebut dan meletakkannya diatas meja.
" Bukannya kitab ini ada di tingkat tiga. Apa jangan-jangan kau naik kelantai tiga dan memanfaatkannya untuk melatih fisikmu, bukan begitu Shen'er?" Tanya Guang Dan.
" Akhirnya ketahuan juga. Itu memang benar ayah. Lagian juga aku sudah mencari di tingkat kedua tapi tak kutemukan, jadi aku naik ketingkat ke tiga." Jawab Guang Shen.
" Berapa lama kau bertahan di sana?" Tanya Guang Dan lagi.
" Aku tidak tahu, yang jelas aku sudah mencari setiap buku di tiga rak berbeda." Jawab Guang Shen.
" Fang'er, berapa lama kakakmu berada di sana?" tanya Guang Dan.
" Kalau tidak salah, dia berada di tingktat tiga selama empat hingga lima jam, karena saat kami keluar hari sudah senja." Jawab Guang Fang.
" Apakah kau tahu Shen'er. Tidak ada satupun anggota klan Guang yang sanggup bertahan selama lima jam, paling lama hanya tiga jam itupun kondisi mereka hampir terluka. Ayah saja hanya bertahan selama tiga setengah jam." Ucap Guang Dan.
" Aku tidak tahu. Karena aku merasa bebas di tingkat tiga hanya saat pertama masuk aku merasa di tekan, tapi itu hanya sebentar dan setelahnya aku bebas berjalan di sana." Ucap Guang Shen.
__ADS_1
" Dan satu lagi, kitab ini di temukan oleh kakekmu sewaktu dia masih muda di sebuah reruntuhan kuno, tapi dia tidak bisa mempelajarinya karena kitab itu tersegel, jadi, dia hanya menaruhnya di tingkat tiga." Ucap Guang Dan.