
" Sekarang giliranku, Bulan es kembar." Wu booommm
Dua buah bulan es, menghantam para prajurit klan Gun yang tersisa dan membuat mereka mati membeku.
" Ayolah adik Fang, sisakan juga untukku." Ucap Guang Jiang.
" Tugasmu, kau bakar saja Altar yang ada di sana untuk menggagalkan ritual yang mereka lakukan." Ucap Guang Yang melalui telepati.
" Baik paman" Jawab Guang Jiang.
" Phoenix api biru"
Kwaaakkkk
Seekor phoenix dengan kobaran api biru di tubuhnya bersiul dengan keras, dan melesat kearah altar.
Booommm
Phoenix itu menabrak altar milik klan Gun, dan seketika api besar berkobar.
" Argggghhh, Ba*n*s*t. Siapa yang berani sekali membakar altar ini." Teriak patriak Gun.
" Lapor patriak, Guang Yang menghilang dari penjara bawah tanah, dan sepertinya ada yang menyelamatkannya" Ucap salah satu komandan.
" Lapor patriak. Sebanyak seratus orang lima puluh orang prajurit elit klan mati di depan gerbang klan." Ucap seorang tetua.
" Arggggg, sekarang juga kumpulkan semua tetua dan habisi orang yang melakukannya." Ucap Patriak Gun.
Sementara di luar...
Guang Yang membuka matanya setelah semua pil yang di berikan oleh Guang Shen habis dia serap. Kini kekuatannya kembali seperri sedia kala. Bahkan kultivasinya menerobos keranah immortal bintang dua.
" Terima kasih karena telah, menyelamatkan paman" Ucap Guang Yang.
" Tidak apa-apa paman. Ngomong-ngomong, namaku Guang Shen, ini kakakku Guang Xin, dan mereka berdua adalah Guang Jiang, dan Guang Zang, putra paman Han." Ucap Guang Shen.
" Paman, tidak menyangka jika keponakan kecil paman yang dulu sangat imut sekarang menjadi kultivator hebat." Ucap Guang Yang.
Wuss
Wuss
Sekitar seribu orang pasukan klan Gun muncul di hadapan mereka.
" Oh ternyata lima orang bocah dari klan Guang yang melakukan ini." Ucap patriak Gun.
Wusss
Wuss
Sreekk
Sreekkk
Tanpa mendengar basa-basi patriak Gun, mereka berlima melesat dan memenggal kepala pasukan yang ada di barisan paling depan.
" Serang dan tangkap kelima bocah itu." Perintah Gun Miao.
" Seraannnggg"
Triiinngg
Sreekkk
__ADS_1
Srekkk
Booomm
Kepala pasukan klan Gun yang menyerang tumbang satu persatu, di tangan kelimanya.
" Halo paman, oh lebih tepatnya iblis pembunuh. Yang dengan teganya membunuh saudaranya sendiri hanya karena ambisi." Ucap Guang Fang.
" Tau apa kau bocah." Teriak Gun Miao lalu menyerang Guang Fang.
" Hoopp tidak secepat itu, paman" Ucap Guang Fang, membekukan bagian tubuh Guan Miao sehingga dia tidak dapat bergerak.
" Mungkin jika kita bertarung secara langsung, aku yang akan kalah. Tapi, karena paman menyerangku secara langsung, maka aku memiliki peluang untuk membekukan paman." Ucap Guang Fang.
Gun Miao lalu mencoba mencairkan es yang membekukan dirinya menggunakan api hitam miliknya, tapi saat es itu mencair, Guang Fang membekukan kakinya lagi.
" Ayah, mau kita apakan pria iblis ini?" Tanya Guang Fang.
" Itu terserah padamu Fang'er." Jawab Guang Yang.
" Kakak, bagaimana kalau kakak membakar tubuh pria iblis ini dengan api suci milik kakak?" Tanya Guang Fang.
" Itu ide yang bagus" Jawab Guang Shen.
Wusss
Kobaran api berwarna putih, muncul di telapak tangan Guang Shen. Dia kemudian memperkecil api itu hingga menjadi aebesar kelereng lalu melemparkannya ke arah Gun Miao.
Gun miao lalu mencoba melawan api suci Guang Shen, menggunakan api asyura miliknya tapi itu sia-sia karena api asyura miliknya hanya bagian kecilnya saja, bukan intinya.
" Fang'er maafkan kesalahan yang telah paman lakukan Fang'er." Ucapnya.
" Apakah semudah itu memaafkan orang yang membunuh ibuku, dan menyekap ayahku selama sepuluh tahun?" Tanya Guang Yiang.
" Maaf saja, orang sepertimu tidak pantas di maafkan." Ucap Guang Fang.
Wusss
Api putih yang ada di tubuh Gun Miao semakin membesar dan mulai membakar tubuhnya hingga menjadi abu.
" Ayaaaahhh" Teriak Gun Ming
" Hiks.. Hiks..hiks.."
" Ayah aku akan membunuh mereka semua agar membuat ayah mati dengan tenang." Ucap Gun Miao.
" Kalian kejam. Mengapa kalian membunuh ayahku dengan cara yang kejam." Ucapnya berpura-pura.
" Sudahlah. Berhentilah berpura-pura. Aku kau adalah penguasa kegelapan." Ucap Guang Shen.
" Ha..ha..ha..ha..ha.. Aku tidak menyangka jika aktingku di ketahui oleh kalian." Ucapnya lalu tubuh Gun Miao berubah menjadi seorang pemuda berambut hitam, dan bermata hitam.
" Sudah kuduga, kau bukanlah Gun Miao, tapi kau adalah orang lain." Ucap Guang Yang.
" Oh, si sampah itu sudah kubunuh, dan sekarang aku akan membunuh pemuda yang menjadi ancamanku selama ini." Ucapnya lalu menyerang Guang Shen.
Tubuh Guang Shen kemudian di selimuti oleh cahaya berwarna putih keemasan, sehingga pemuda yang merupakan penguasa kegelapan itu, tidak dapat menyentuhnya.
" Dasar dewa cahaya sialan. Ternyata dia menyiapkan suatu perlindungan untuk melindungi pewarisnya. Tapi tidak masalah, aku akan menyandera gadis itu agar dia mau menyerahkan dirinya." Ucapnya.
Wuss
dia kemudian melesat kearah Guang Xin, tapi formasi cahaya melindungi mereka semua.
__ADS_1
" Apakah kau berencana menyandera kakakku?" Tanya Guang Shen.
Guang Shen lalu mengaktifkan mata bintangnya, dan sebuah energi berwarna putih menyelimuti Guang Yang, Guang Xin, Guang Jiang, dan Guang Zang.
" Sekarang kalian sudah aman. Kalian urus sisa-sisa klan Gun, sementara aku akan bertarung dengannya." Ucap Guang Shen.
Mereka berlima lalu melesat membantai pasukan klan Gun, sementara Guang Shen dan pemuda itu saling bertarung menggunakan aura.
Wusss
Boomm
Booomm
Mereka berdua kemudian beradu tapak, dan cahaya hitam dan putih menghiasi langit.
Guang Shen lalu menggunakan kekuatan jiwa cahayanya dan membentuk api jiwa suci.
Wuss
Dengan cepat, Guang Shen melesatkan api yang berwarna putih keemasan itu kearah penguasa kegelapan.
Wusss
Api itu mulai membakar tubuh penguasa kegelapan menjadi abu yang ternyata cuma kloningan.
" Sialan, rupanya itu hanya kloning jiwa saja." Ucap Guang Shen.
" Dan sepertinya, dia tidak ada kota ini." Ucapnya.
Dia mengalihkan perhatiannya, kearah pertarungan atau lebih tepatnya pembantaian yang di lakukan Guang Yang, Guang Fang, Guang Xin, Guang Jiang dan Guang Zang.
Sreekkk
Sreekkk
" Arrrgggg,"
Teriakan yang menyayat hati terdengar dimana-mana, dan asap mengepul di langit-langit klan Gun yang membuat seluruh warga penasaran dan berbondong-bondong menuju klan Gun.
" Paman, sebaiknya kita selesaikan dengan cepat lalu kita pergi." Ucap Guang Shen.
" Itu benar."
Booommm
Boooomm
Sreekkk
Sreekkk
Mereka segera membantai sisa-sisa klan Gun. Tempat yang tadinya penuh dengan bangunan megah, kini berubah menjadi reruntuhan, sementara Guang Yang, Guang Shen dan yang lainnya sudah pergi dan kembali ke kota lampion.
Wuss
Wuss
Tap
Tap
Mereka berenam muncul di depan aula klan Guang, yang membuat seluruh tetua yang mengadakan rapat terkejut.
__ADS_1