Sang Penguasa Cahaya

Sang Penguasa Cahaya
Chapter 21 Kota Merak II


__ADS_3

Guang Shen kemudian melangkah masuk kedalam kota merak. Guang Shen sempat kagum dengan keindahan dan ketertiban di kota merak.


" Benar-benar kota yang sangat indah." Ucap Guang Shen.


" Benar kak. kota merak berkali-kali lebih indah dari kota mentari." Ucap Run Gai.


" Sebaiknya aku mencari kakak dan saudaraku yang lainnya. mungkin saja mereka sudah sampai" Ucap Guang Shen.


Dia kemudian mulai menjelajahi kota merak untuk mencari keberadaan Guang Xin, Guang Zang, Guang Jiang, dan Guang Fang.


" Kak daripada mencari mereka di kota yang luas ini, mendingan kita membeli makan dulu." Ucap Run Gai.


" Ya baiklah." Ucap balas Guang Shen.


Dia lalu berjalan kearah sebuah restoran yang terletak tidak jauh darinya. Dia kemudian berjalan menuju meja yang berada di pojok restoran.


" Tuan, tuan mau pesan apa?" Tanya Pelayan restoran.


" Aku ingin memesan makanan terbaik yang ada di restoran ini." Jawab Guang Shen


" Baiklah pesanan tuan akan segera datang." Ucap pelayan itu.


Tak lama kemudian, pelayan itu kembali dan membawakan satu porsi makanan yang terdiri dari daging hewan tingkat awan, beberapa buah-buahan, dan juga sayuran.


" Makanlah" Ucap Guang Shen.


" Baik"


Run Gai mulai menyantap makanan yang sudah dipesan, begitu juga dengan Guang Shen. Mereka berdua makan dengan lahap, hingga makanan yang ada di meja habis mereka lahap.


" Pelayan, berapa harga makanan yang kupesan tadi?" Tanya Guang Shen.


" Harganya seribu koin emas tuan" Jawab pelayan tersebut.


Guang Shen lalu mengeluarkan satu kantong koin emas yang berisi seribu koin emas dan memberikannya kepada pelayan tersebut lalu beranjak pergi.


" Hai kau." Teriak seseorang kepada Guang Shen


" Ya, minggirlah aku buru-buru" Ucap Guang Shen.


" Sialan kau. Aku ini adalah putra Lin Kong, seharusnya kau bersikap hormat padaku." Ucap pemuda itu.


" Aku tidak peduli kau ini anak siapa. Yang jelas jika kau masih menghalangiku maka aku akan menyingkirkanmu dengan paksa." Ucap Guang Shen dengan tatapan dingin.


" Dasar sombong. Aku ingin lihat apakah kau berani melakukannya." Ucap pemuda itu.


Booooommmm


Tanpa basa basi lagi, Guang Shen menyerang pemuda itu dengan tapaknya hingga dia menghantam sebuah pohon.


" Sialan, kau. Aku akan mematahkan kaki dan tanganmu di turnamen lima belas hari lagi." Ucapnya lalu pergi dengan malu.


" Dasar pengganggu" Ucap Guang Shen.

__ADS_1


" Apakah saudaramu yang lain akan datang?" Tanya Run Gai.


" Tentu saja. Karena mereka akan mengikuti turnamen yang akan diadakan lima belas haru lagi." Jawab Guang Shen.


" Kakak, akhirnya aku menemukanmu" Ucap sebuah suara yang tak lain adalah Guang Fang.


" Dimana yang lain?" Tanya Guang Shen.


" Mereka sudah ada di penginapan bersama ayah dan paman dan hanya kau saja yang belum datang." Jawab Guang Fang.


" Baik, tunjukkan jalannya." Ucap Guang Shen.


Mereka lalu berjalan menuju ke sebuah penginapan yang letaknya di pusat kota.


Setelah berjalan selama satu jam, mereka akhirnya tiba di penginapan yang lumayan mewah.


" Kau serius ini tempatnya?" Tanya Guang Shen.


" Iya kak. Ini adalah penginapan tempat para peserta turnamen yang disediakan oleh patriak Ling Kong." Jawab Guang Fang.


" Hei siapa pemuda yang bersama dengan tuan muda Guang itu?" Tanya seorang pemuda.


" Mungkin pelayannya." Jawab yang lain.


" Shen'er darimana saja kau. kami sudah menunggumu selama setengah hari." Tanya Guang Dan.


" Maaf ayah. Aku juga baru sampai tadi." Jawab Guang Shen.


" Oh iya Shen'er, ayah sudah mencabut nomor undian untukmu, dan kau melawan Han Run dari sekte es." Ucap Guang Han.


" Jadi, kaisar Ling Kong bukan kaisar terkuat?' Tanya Guang Shen.


" Tidak. Dia adalah kaisar, sekarang kultivasinya sudah menembus ranah immortal bintang tiga." Jelas Guang Dan.


" Kau sendiri sudah menembus ranah apa Shen'er?" Tanya Guang Dan.


" Ranah immortal bintang satu ayah." Jawab Guang Shen santai.


" Apakah kau serius Shen'er?" Tanya Guang Yang.


" Iya paman. Aku serius. Kalau paman tidak percaya tanyakan saja pada rubah kecil ini" Jawab Guang Shen


" Iya kultivasi kakak memang sudah menembus ranah immmortal bintang satu" Ucap Run Gai


" Oh iya kak. Kultivasi kakak juga meningkat" Ucap Guang Shen.


" Kuktivasi kakak memang meningkat ke ranah bintang bintang sembilan." Ucap Guang Fang.


" Oh iya, satu lagi, lawan terkuat kalian adalah Ling Juan. dia adalah juara turnamen lima tahun yang lalu. Dan tahun ini dia masih ikut turnamen karena umurnya baru dua puluh tahun." Ucap Guang Han.


" Oh iya ayah paman. Aku ingin masuk kedalam." Ucap Guang Shen.


" Aku juga" Ucap Guang Fang.

__ADS_1


" Baiklah, Kalian istirahatlah" Ucap Guang Dan.


" Oh iya adik Fang, apakah kau bisa memberikan teknik elemen es kepada Run Gai?" Tanya Guang Shen.


" Tentu kak." Jawabnya lalu mengeluarkan sebuah kitab.


" Kitab ini aku temukan di hutan, aku sudah mempelajarinya


" Run Gai lalu menatap kitab yang di berikan oleh Guang Fang, dan seketika kitab itu menghilang.


" Aku akan berlatih dulu kak." Ucap Run Gai lalu melompat menuju ke sudut kamar.


" Oh iya bagaimana dengan kultivasimu Fang?" Tanya Guang Shen.


" Lumayan kak. Aku sudah menembus ranah langit bintang satu." Jawab Guang Fang.


" Oh iya kak. Aku juga ingin istirahat." Ucap Guang Fang.


" Aku juga ingin berkultivasi sebentar." Ucap Guang Shen lalu dia duduk bersemedi dan menyerap energi alam.


...----------------...


" Shen'er, Fang'er, apakah kalian ingin terus tidur?" Tanya Guang Dan.


" Aku sudah bangun ayah, Kakak tuh yang masih tertidur." Ucap Guang Fang.


" Kau saja baru bangun." Ucap Guang Shen.


" Cepatlah yang lain sudah menunggu kalian di bawah." Ucap Guang Dan lalu keluar dari kamar menuju ke lantai bawah.


Setelah mereka selesai membersihkan diri, Mereka kemudian turun ke lantai bawah untuk sarapan.


" Aku tidak sabar untuk mencoba makanan di sini." Ucap Run Gai.


" Tapi, jangan sampai orang-orang tahu kalau kau itu seekor rubah. Tetaplah bersikap seperti kucing." Ucap Guang Shen.


" Iya kak. Aku juga tidak ingin di tangkap oleh manusia-manusia serakah." Ucap Run Gai.


" Hah. Kalian berdua sangat lama. Kami sampai bosan menunggu kalian." Ucap Guang Xin.


" Ya, maaf kak."


" Makanlah." Ucap Guang Han.


Mereka pun mulai makan dengan tenang tanpa sepata kata pun yang terdengar dari meja mereka.


" Apakah kau tahu dari mana mereka berasal?" Tanya salah satu pemuda.


" Aku tidak tahu saudara Chen." Jawab pemuda yang lain.


" Aku tidak pernah melihat klan yang memiliki rambut berwarna perak." Ucap Hao Chen.


" Mungkin mereka berasal dari klan kuno itu." Ucap Li Yue.

__ADS_1


" Maksudmu klan kuno Guang?" Tanya Hao Chen.


" Iya. Dan menurut buku yang kubaca, tidak ada satu pun klan di benua bintang yang memiliki rambut berwarna perak, dan mata biru langit, selain klan Kuno Guang." Jelas Li Yue.


__ADS_2