
Setelah meledakkan seluruh kediaman klan Guang, Guang Shen lalu berjalan kehadapan seluruh anggota klan Guang tersebut.
Guang Shen lalu mengeluarkan sebuah giok berwarna abu-abu lalu memecahkannya.
Wussss
Sesaat kemudian, sebuah lubang berwarna abu-abu muncul secara tiba-tiba.
" Kita tidak punya waktu, cepat masuk kedalam portal ini. Ingat jangan sampai kekaisaran San tahu jika klan Guang masih ada." Ucap Guang Xin.
" Baik nona" Jawab mereka
Satu persatu para anggota klan Guang di kota Bara memasuki portal tersebut, setelah satu jam, seluruh anggota klan Guang sudah memasuki portal, dan kini tinggal patriak Guang Liao.
" Ada apa paman? Mengapa paman nampak kebingungan?" Tanya Guang Shen.
" Tidak apa-apa tuan muda. Jika kami meninggalkan kota ini, bagaimana dengan nasib penduduk kota ini? Walau mereka tidak pernah tahu siapa yang selalu melindungi mereka, tapi mereka pasti akan selalu mengharapkan bantuan kami" Jawab Guang Liao.
" Paman tidak usah memikirkan warga kota. mereka pasti akan berusaha sendiri untuk melindungi kota mereka, dan juga pasti warga kota sendiri yang memberitahu keberadaan keberadaan kalian didalam lembah tak bertuan" Jelas Guang Shen.
" Tapi tuan muda, mereka sama sekali tidak tahu apa-apa tentang klan Guang" Ucap Guang Liao.
" Mereka memang tidak tahu, tapi mereka tahu jika ada yang tinggal di lembah ini." Ucap Guang Shen.
" Ayo kita pergi sebelum mereka sampai di sini." Ucap Guang Shen sambil menarik tangan Guang Liao menuju ke dalam portal yang sudah mengecil.
Dan benar saja, sesaat setelah mereka pergi, sekitar seribu orang prajurit kekaisaran San, datang ketempat itu.
" Tidak ada bangunan di sini sama sekali." Ucap salah satu prajurit.
" Cepat telusuri seluruh lembah ini." Perintah sang komandan.
" Baik komandan." Jawab para prajurit.
Mereka kemudian mulai menyisir lembah tersebut selama lima jam, tapi tetap saja mereka tidak menemukan apa-apa selain ribuan pecahan kaca.
" Tidak ada apa-apa di sini komandan. Hanya ribuan pecahan kaca yang kami temukan." Ucap salah satu prajurit.
"Hm, itu berarti para warga kota berbohong." Ucap komandan prajurit.
" Tunggu komandan. Sepertinya pecahan kaca ini bukan pecahan kaca sembarangan. Ini tanda jika di sini terjadi ledakan beberapa jam yang lalu. " Ucap salah satu prajurit.
" Tunggu, itu berarti ledakan yang tadi kita dengar berasal dari tempat ini?" Tanya komandan Ni Go.
__ADS_1
" Bisa jadi komandan. Selain itu pecahan kaca ini berserakan di tempat-tempat tertentu, dan tempat ini tidak di penuhi oleh pecahan kaca, seperti pecahan kaca yang ada di depan. Pecahan kaca itu jika di susun, maka akan membentuk sebuah gerbang." Jelas prajurit tersebut.
Ok, kita menuju ke Guang Shen...
Wusss
wusss
Mereka semua terbang terus menuju ke satu arah, yaitu depan. Tak berselang lama, mereka melihat sebuah cahaya terang di ujung lorong.
" Bersiaplah, kita sudah sampai" Ucap Guang Shen.
Wussss
Wuss
Wuss
Saat jarak mereka sudah sepuluh meter dari cahaya tersebut, cahaya itu seakan-akan menarik mereka sehingga mereka mendarat dalam posisi kurang baik. Bahkan ada yang saling menindih.
" Aduh saudara Hyo menyingkirlah. Kau pikir aku ini adalah kasurmu?" Tanya Guang Hyan.
" Aduh, pantatku sakit sekali." Ucap yang lain.
Sementara pemuda-pemuda klan Guang yang baru saja sampai menertawakan mereka karena terjatuh dari langit.
" Kakak sendiri mengapa mendarat dengan posisi lumpang?" Tanya Guang Gan.
" Itu karena aku kesandung batu, belum lagi adik Fang mendorongku dari belakang, bagaimana aku tidak jatuh?" Tanya Guang Shen.
" He..he..he..he. Maaf kak. Habisnya portal teleportasi kakak pakai lubang putih segala." Ucap Guang Fang.
" Bukan aku yang membuatnya, tapi kakek kakek yang membuatnya" Ucap Guang Shen.
" Sudah. Jangan menertawakan mereka. Lebih baik kalian ajak mereka masuk dan bawa mereka menuju ke bangunan utama klan." Ucap Guang Dan.
" Oh iya ayah. Kumpulkan juga seluruh anggota klan di sana." Ucap Guang Shen.
" Memangnya ada apa Shen'er?" Tanya Guang Dan.
" Ayah bagikan cincin yang ada di dalam cincin ruang ini kepada seluruh anggota klan, berikan juga kepada kakek, dan leluhur yang sedang mengasingkan diri." Ucap Guang Shen.
" Kau sendiri mau kemana Shen'er? Apakah kau tidak mau menemui ibumu dulu?" Tanya Guang Dan.
__ADS_1
" Aku ingin memasang formasi di seluruh kota lampion, untuk berjaga-jaga ." Jawab Guang Shen.
Dia lalu terbang setinggi lima ratus meter diatas kota, Guang Shen lalu membentuk segel tangan yang rumit dengan cepat.
" Formasi kubah pelindung"
Wusss
Wuss
Sebuah kubah berwarna emas menutupi kota lampion. Kubah ini berlapis-lapis dan sulit untuk di tembus bahkan oleh seorang master formasi sekalipun.
" Aku akan menemui ibu sekarang juga." Ucap Guang Shen.
Dia kemudian melesat menuju ke rumahnya untuk menemui ibunya.
" Ibu aku pulang." Ucap Guang Shen.
Tapi tidak ada jawaban dari dalam rumah.
" Ibu aku pulang" Ucap Guang Shen.
" Masuklah Shen'er, Fang'er dan Xin'er sudah menunggumu didalam." Jawab Lian Hua.
Mendengar jawaban ibunya, Guang Shen lalu mendorong pintu dan masuk kedalam rumah.
" Kakak sangat lama." Ucap Guang Fang.
" Ya maaf. Ada sesuatu yang kulakukan tadi." Ucap Guang Shen.
" Oh iya bu. Aku ingin menanyakan satu hal kepada ibu" Ucap Guang Shen.
" Apa itu nak?" Tanya Lian Hua.
" Aku ingin bertanya tentang klan Lian. Bisa ibu ceritakan dimana letaknya?" Tanya Guang Shen
" mungkin sudah saatnya kau tahu, siapa dan darimana ibu berasal." Ucapnya.
" Seperti klan Guang, klan Lian juga salah satu klan kuno yang masih ada sampai sekarang." Ucapnya memulai ceritanya.
" Klan Lian berada di sebuah dunia kecil di timur benua bintang. Klan Lian sangat tertutup dan tidak ada seorang pun yang tahu tentang klan Lian. Kakekmu bernama Lian Bun, Kekuatannya sudah menembus ranah dewa bumi bintang tujuh. Sebenarnya dia mau datang untuk menyambut kelahiranmu, tapi dia tidak sempat datang karena waktu itu terjadi kekacauan di bintang timur, yang membuatnya harus turun tangan untuk meredakan kekacauan itu." Ucapnya.
" Tunggu, kakek sudah menembus ranah dewa bumi bintang tujuh, berarti ibu..." Ucap Guang Shen.
__ADS_1
" Ya, dugaanmu benar. kultivasi ibu sudah menembus ranah dewa bintang sembilan. Dan perlu kau tahu, di klan Lian kultivasi terendah adalah ranah immortal bintang tiga. Jadi, jika kakek mu tahu kalau kalian berdua sudah menembus ranah dewa, dia pasti akan senang, dan dia akan mengajak kalian ke klan Lian." Ucapnya.
" Kau benar Hua'er. Aku sangat senang mengetahui jika kau memiliki dua orang anak yang jenius." Ucap sebuah suara.