
" Shen'er, perlu kau ketahui, di dunia ini ada dua jenis energi alam, yaitu energi bumi dan energi langit." Ucap Yang Han.
Kali ini Guang Shen tidak lagi kaget karena dia sudah tahu kalau Yang Han akan muncul lagi.
" Energi yang selalu di gunakan oleh kultivator di dunia rata-rata adalah energi alam bumi. pengguna energi langit sangat jarang bahkan hampir tidak ada di temukan di alam langit, bahkan di alam surgawi, hanya di alam nirwana di temukan pengguna energi langit itupun hanya klan Dewa langit." Jelas Yang Han.
" Dan satu lagi, selama ini belum ada satu kultivator pun yang berhasil menggabungkan kedua energi itu selain dewa agung." Jelas Yang Han.
" Paman, bagaimana cara menggabungkan kedua energi itu paman?" Tanya Guang Shen.
" Aku tidak tahu, tapi paman tahu cara menyerap energi langit." Ucapnya lalu menempelkan jari telunjuknya ke dahi Guang Shen.
" Terima kasih paman, dan sepertinya aku akan keluar dari kalung ini. Mungkin hari sudah pagi." Ucap Guang Shen.
" Kembalilah." Ucap Yang Han.
Wusss
Guang Shen muncul di kamarnya dan benar saja, hari sudah menjelang pagi. Lalu dengan cekatan Guang Shen melompat ke tenpat tidurnya dan berpura-pura tertidur karena ibunya datang ke kamarnya.
Dan benar saja satu jam kemudian, ibunya membuka pintu kamarnya.
" Shen'er, apakah kau akan tidur hingga siang. Adikmu sudah berlatih di halaman dari tadi." Ucap Lian Hua.
Hoaaaaa
Guang Shen berpura-pura menguap dan membuka matanya, seakan-akan baru bangun tidur.
" Baik bu aku juga akan pergi berlatih." Ucap Guang Shen tanpa pergi mandi, karena dia sudah mandi terlebih dahulu sebelum keluar dari kalung dimensi miliknya.
Guang Shen lalu berjalan menuju halaman rumah, dan duduk bersila. Dia berencana mempraktekkan teknik menyerap energi langit dan bumi.
Satu jam kemudian, terlihat energi berwarna hijau dan biru masuk ke dalam tubuhnya,
Boommm
Terdengar ledakan kecil dari dalam tubuhnya tanda bahwa kultivasinya meningkat ke ranah pemula tahap delapan.
" Sekarang aku akan mencoba menggabungkan kedua energi ini tapi tidak di sini." Ucapnya lalu jiwa Guang Shen masuk kedalam kalungnya sementara tubuhnya menyerap energi langit dan bumi di luar.
Guang Shen lalu duduk dengan posisi lotus dan mengeluarkan energi berwarna hijau di tangan kirinya, dan energi berwarna biru di tangan kanannya. Lalu dia mendekatkan kedua energi itu perlahan-lahan, hingga menyatu.
Dhuarrrrrr
Terdengar ledakan besar di sekitar tempat Guang Shen, tapi bukanya berhasil menggabungkan malah gagal menggabungkan kedua energi itu.
Dia kemudian mencoba lagi dan lagi, tapi hasilnya selalu sama.
__ADS_1
Dhuarrrr
" Gagal"
Dhuarrrrr
" Gagal"
Dhuarrrr
" Gagal."
Dia kemudian mencoba menggabungkan energi itu lagi perlahan-lahan, dan kedua energi itu mulai menyatu dengan sempurna.
Booooommmm
" Akhirnya aku berhasil menggabungkan energi langit dan bumi menjadi energi ilahi." Ucap Guang Shen. Dia kemudian mencoba mengeluarkan energi ilahi di telapak tangannya, dan terlihat energi dengan dua warna berbeda menyatu, membentuk suatu energi berwarna Cyan.
" Paman, aku berhasil menyatukannya." Ucap Guang Shen.
" Selamat Shen'er. Kau menjadi orang kedua yang berhasil menggabungkan kedua energi itu." Ucapnya.
" Oh iya paman, aku kembali dulu. Jika aku terlalu lama di sini, maka adikku akan khawatir karena aku sudah empat bulan di sini atau empat jam bermeditasi." Ucapnya.
" Baiklah." Jawab Yang Han.
" Heh, kultivasiku sudah menembus ranah roh tahap pertama, tapi bentuk hewan apa yang menjadi spirit soulku?" Tanya Guang Shen.
Lalu dia mencoba mengeluarkan energi ilahi miliknya, dan bersamaan dengan itu seekor naga berwarna cyan atau hijau kebiruan muncul di atas kepalanya.
Roarggggg
Naga itu meraung dengan keras sehingga seisi rumah berlari ke halaman.
" Hah. Untungnya saja adik Fang tidak terkejut." Ucapnya.
" Hampir saja kecerobohanku membuat adik Fang celaka." Ucapnya.
Lian Hua, Guang Dan, dan Guang Xin berlari keluar menuju halaman dan mendapati seekor naga berwarna Cyan, di belakang Guang Shen.
'' Shen'er, Kau membangkitkan spirit suol naga yang sangat lengendaris." Ucap Guang Dan.
Guang Shen kemudian menarik kembali spirit soul miliknya kedalam tubuhnya. Karena sebelumnya dia lupa kalau spirit soulnya masih berada di belakangnya.
" Apakah kau sudah menembus ranah roh adik?" Tanya Guang Xin.
" Ya kak. Aku baru saja menembus ranah roh tanpa sengaja tadi." Jawab Guang Shen.
__ADS_1
" Ibu kira tadi ada yang menyerang rumah, ternyata itu ulahmu." Ucap Lian Hua
" Maaf ayah, ibu, karena sudah mengagetkan kalian. Kalau begitu Shen'er, kembali berlatih." Ucap Guang Shen
" Baiklah. Ayah juga ingin ke aula klan untuk mengadakan rapat." Ucap Guang Dan.
" Rapat apa ayah?" Tanya Guang Xin.
" Rapat tentang pengadaan seleksi murid klan Guang, selain itu kakekmu juga keluar dari pertapaannya hari ini" Jawab Guang Shen.
" Ibu.. Jangan tinggalkan aku bu." Ucap Guang Fang, yang membuat Guang Dan, Lian Hua berlari kearah Guang Fang, begitu juga dengan Guang Shen dan Guang Xin.
" Suamiku pergilah rapat. Biar aku, Xin'er, dan Shen'er yang menengkan Fang'er." Ucap Lian Hua.
" Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" Ucap Guang Dan.
" Fang'er, sadarlah." Ucap Lian Hua
Wusss
Tiba-tiba sesosok bayangan wanita transparan muncul di hadapan Lian Hua.
" Salam kakak ipar." Ucap Bayangan tersebut.
" Adik Yua, ada apa sepertinya kau sangat khawatir?" Tanya Lian Hua.
" Tidak kak. Aku hanya muncul di alam bawah sadar putraku untuk memberinya teknik elemen Es milik klan Gun. Dan kuharap kakak menjaga putraku dengan baik. Oh iya, aku sudah menyegel aura es murni miliknya agar Klan Gun tidak menemukannya." Ucap Gun Yua lalu berubah menjadi butiran cahaya.
" Fang'er, sadarlah." Ucap Lian Hua.
Guang Fang lalu membuka matanya, dan melihat Lian Hua mengkhawatirkannya.
" Ibu maafkan Fang'er. Karena sudah membuat ibu khawatir." Ucap Guang Fang.
" Tidak apa-apa. Oh iya apa pesan ibumu padamu?" tanya Lian Hua.
" Ibu tadi bilang, bahwa ayah masih hidup dan di sandera oleh paman Gun Hai. Ibu juga memberiku sebuah kalung untuk menyembunyikan garis darah milikku, sekaligus membantuku membebaskan ayah yang di sandera di kota Melati, di benua Awan." Jawab Guang Fang.
" Adik Fang. Berlatihlah agar kau bisa menjadi kuat. Aku berjanji akan membantumu membebaskan ayahmu." Ucap Guang Shen.
" Terima kasih kakak. Dan satu lagi. Ibu bilang aku memiliki seorang adik perempuan bernama Guang Jia." Ucap Guang Fang.
" Tapi dimana adikmu?" Tanya Guang Xin.
" Dia ada di dalam kalung ini." Ucap Guang Fang.
Dia kemudian menutup matanya sebentar, dan seketika kalung miliknya bersinar dan sebuah cahaya keluar dan seorang gadis kecil berdiri di hadapan Lian Hua dengan tatapan bingung.
__ADS_1