
" Oh iya, ngomong-ngomong dimana suamimu?" Tanya Lian Bun.
" Dia sedang berlatih. untuk menembus ranah dewa." Jawab Lian Hua.
Lian Bun hanya mengangguk mendengar jawaban Lian Hua.
" Aku menantikan hasil latihan kalian bulan depan." Ucap Lian Bun lalu menghilang.
" Oh iya bu, aku juga ingin melanjutkan petualanganku sekarang." Ucap Guang Shen.
" Kau mau berpetualang dimana Shen'er?" Tanya Lian Hua.
" Aku ingin pergi ke bintang selatan. Aku ingin mengunjungi tempat-tempat tersembunyi yang ada di sana." Jawab Guang Shen.
" Oh iya bu, Jika ayah mencariku bilang saja kalau aku pergi menjelajah." Ucap Guang Shen lalu melesat pergi.
Wuusss
Sebuah kilatan cahaya berwarna putih melintasi langit kota lampion. Saking cepatnya, para penduduk mengira itu adalah meteor.
Wuss
Wuss
Wuss
Guang Shen terus melesat dengan kecepatan penuh, sehingga hanya dalam sehari, dia sudah mencapai perbatasan antara kekaisaran Nan dan kekaisaran Han.
Guang Shen kemudian mengaktifkan mata bintangnya untuk mengamati daerah tersebut selama beberapa menit. Lalu dia kemudian membuka peta bintang selatan.
" Masih banyak tempat di kekaisaran Han yang belum dijelahi oleh para kultivator." Ucapnya lalu menutup peta dan melanjutkan perjalanannya.
Guang Shen sudah terbang selama setengah hari, tapi dia belum menemukan satu kota pun.
" Mengapa tidak ada kota di wilayah ini?" Tanya Guang Shen.
" Pasti ada sesuatu yang membuat para warga enggang membangun kota di sini" . Ucapnya.
Karena penasaran, Guang Shen kemudian mengaktifkan mata dewa bintangnya dan alangkah terkejutnya saat melihat wilayah tanah lapang yang tadinya sangat luas berubah menjadi lautan yang sangat luas, dengan air berwarna ungu. Dan dia sendiri berdiri di pinggir laut tersebut.
" Mengapa tiba-tiba ada laut di sini, dan mengapa airnya berwarna ungu?" Ucap Guang Shen bertanya-tanya.
" Lebih baik aku mencaritahunya saja." Ucap Guang Shen.
Lalu, dia kemudian melangkahkan kakinya menuju kearah laut ungu tersebut, saat kedua kakinya menginjak air, tiba-tiba saja Guang Shen menghilang dan tiba-tiba dia sudah ada di depan sebuah istana megah berlapis emas.
__ADS_1
" Sebuah kerajaan bawah laut, tapi tempat ini tidak ada di peta benua bintang." Gumam Guang Shen.
Boooommm
Tiba-tiba saja sebuah serangan mengenai Guang Shen dan membuatnya terseret ke belakang.
" hai anak manusia, bagaimana bisa kau berada di sini?" Tanya seorang pria parubaya dengan mahkota emas.
" Aku juga tidak tahu. Awalnya aku hanya penasaran dengan laut yang ada di perbatasan. Katena penasaran aku berjalan menuju ke laut, saat kedua kakiku sudah menginjak bibir pantai, tiba-tiba saja aku sudah di sini." Jawab Guang Shen.
" Kau pikir aku akan percaya dengan kata-katamu itu, dasar pembohong." Ucapnya lalu sebuah pusaran air dua bentuk dan dia lemparkan kearah Guang Shen.
Tanpa basa-basi lagi, Guang Shen membentuk sebuah bola cahaya sebesar bola kasti, lalu dia lemparkan kearah pusaran air itu.
Seketika ledakan terjadi saat pusaran air milik pria tersebut menabrak bola cahaya Guang Shen.
" Ha..ha..ha..ha.. Kau pikir ini adalah daratan. Di sini, serangan elemen selain air tidak ada gunanya." Ucapnya.
" Aku tidak peduli, dan aturan itu tidak berlaku bagiku." Ucapnya lalu menghilang, dan melayangkan sebuah tapak dari arah belakang raja Atlas.
Kembali sebuah ledakan terjadi saat tapak cahaya milik Guang Shen mengenai punggung milik raja Atlas.
" Bagaimana mungkin?" Tanya raja Atlas.
" Sudah kukatakan tadi, kalau aturan itu tidak berlaku bagiku." Ucap Guang Shen.
" Seharusnya serangannya tidak berguna disini. Tapi, bagaimana bisa." Ucap raja Atlas bingung.
Mereka berdua kemudian beradu tapak. Serangan mereka menyebabkan ledakan keras terus terjadi, sehingga menyebabkan para prajurit Atlantis bergerak menuju ke sumber pertarungan.
Hanya dalam waktu satu jam, mereka sudah bertukar puluhan jurus, sehingga menyebabkan laut atlantis bergejolak. Walau laut itu tidak terlihat, tapi gelombangnya menyebabkan perbatasan menjadi gempa.
" Ciih, kali ini kau benar-benar akan tamat." Ucapnya dan di tangannya sebuah trisula yang terbuat dari emas muncul dari kehampaan.
" Hyaaatttt, matilah kau." Ucapnya lalu menusukkan trisulanya kearah Guang Shen.
Melihat raja Atlas menyerang kearahnya, Guang Shen kemudian mengeluarkan pedang cahaya dan menahan trisula milik Atlas.
Triiiiinnggg
Kraakkk
Terdengar suara dentingan logam.Trisula Atlantis yang merupakan senjata warisan turun-temurun dari dewa Antis retak saat berbenturan dengan pedang Guang Shen.
Raja Atlas sendiri tidak percaya saat melihat trisula Atlantis warisan dari dewa Neptunus retak saat berbenturan dengan pedang Guang Shen.
__ADS_1
" Jika kau tidak menarik senjatamu dariku, maka aku pastikan trisula ini akan hancur berkeping-keping." Ucap Guang Shen.
" Baiklah" Ucapnya lalu menarik trisulanya dari arah Guang Shen.
" Kau memang hebat. Kau adalah satu-satunya orang yang membuat trisula Atlantis ini retak." Ucapnya.
" Kalau boleh tahu, dimana ini?" Tanya Guang Shen.
" Ini adalah Atlantis, dan aku adalah Atlas raja Atlantis generasi ke lima ratus." Jawab Raja Atlas.
" Sebelumnya perkenalkan namaku adalah Guang Shen" Ucap Guang Shen.
" Tapi, mengapa aku tidak pernah mendengar nama Atlantis?" Tanya Guang Shen.
" Wajar kalau kau tidak tahu. itu karena kerajaan Atlantis tidak pernah terlibat dalam dunia luar. Bahkan bukan hanya itu saja, wilayah kerajaan Atlantis yang dulunya adalah laut yang yang sangat luas, berubah menjadi daratan akibat kutukan Raja Arigus." Jawab Raja Atlas
" Apakah Atlantis adalah penguasa laut sebelum kerajaan mutiara?" Tanya Guang Shen.
" Ya, dan sebenarnya kerajaan Mutiara keturunan dari dewa laut Antis juga, bedanya mereka adalah keturunan dari pangeran Armus, sementara kami adalah keturunan dari pangeran Triton."
" Dahulu, Atlantis adalah penguasa laut, tapi sejak Raja Atlan menghilang, Atlantis perlahan-lahan melemah, hingga akhirnya Atlantis di serang dan di kalahkan oleh Raja Arigus." Jelas Raja Atlas.
" Oh iya, kalau berkenaan aku ingin meminta satu hal kepada anda" Ucap Raja Atlas.
" Apa itu?" Tanya Guang Shen.
" Aku ingin anda menikahi putriku, Atlana sebagai permintaan maafku." Jawab Raja Atlas.
" Maaf, tapi aku belum memikirkan soal wanita. Selain itu, aku juga belum siap menikah." Ucap Guang Shen.
" Tapi tuan muda. Tuan muda sudah mengalahkanku, dan tuan harus menikahi putriku." Ucap Raja Atlas.
" Aku tidak mungkin menikahi seorang wanita dengan terpaksa." Ucap Guang Shen.
Sementara itu, Atlana yang sedang berjalan untuk menemui ayahnya tanpa sengaja mendengar pembicaraan ayahnya.
" Pemuda itu.. Sama persis seperti yang ada di dalam mimpiku." Batin Atlana.
" Jadi, itu sebabnya kau selalu menolak lamaran pangeran dari kerajaan Duyung?" Tanya pangeran Atlan.
" Ya, kak." Jawab putri Atlana.
" Baiklah, kalau itu maumu pergilah bersamanya." Ucap pangeran Atlan.
Atlana hanya mengangguk dan berjalan menuju kearah Guang Shen dan Raja Atlas.
__ADS_1