
" Dasar bocah ke**pa*t, matilah kau." Ucapnya. Lalu seluruh tubuhnya mulai di selimuti oleh energi bumi. Energi itu kemudian membentuk seekor singa api.
Singa api itu menatap Guang Shen dengan tajam, lalu melesat kearah Guang Shen.
Boooommmm
Saat singa itu sudah berjarak beberapa centi darinya, sebuah pusaran energi bumi menghantam singa itu.
" Tapak cahaya"
Booooommm
Satu buah tapak cahaya menghantam dada pria itu dan membuatnya meluncur kebawah dengan cepat dan menghantam tanah dengan keras.
" Aku ingin menanyakan satu hal padamu." Ucap Guang Shen.
" Apa itu?" Tanya pria itu.
" Apakah orang yang masuk kedalam restoran milikmu harus menggunakan baju mewah dan juga seorang bangsawan?" Tanya Guang Shen.
Pria itu terdiam karena memang dia menerapkan aturan seperti itu. Bahkan lebih parahnya lagi, tidak ada yang boleh keluar dari restoran sebelum membeli makanan yang sangat mahal.
" Jadi, benar. Kau melakukan hal itu selama ini?" Tanya Guang Shen.
" Tuan tolong maafkan aku. Aku tidak akan melakukan hal itu lagi." Ucapnya.
" Oh iya, apakah kau bisa memegang janjimu?" Tanya Guang Shen.
" Iya tuan" Jawabnya dengan senyum sinis.
" Dasar bodoh. Aku akan mencari dan meminta ganti rugi kepada keluargamu." Batin pria itu.
" Dasar pembohong" Ucap Guang Shen lalu menebas kepala pria itu lalu dia membakar jasad pria tersebut agar tidak menjadi sumber penyakit di kemudian hari.
" Masalah ini belum selesai" Ucap Guang Shen.
" Maksud kakak?" Tanya Run Gai.
" Karena pria ini memiliki kekuatan besar di belakangnya." Jawab Guang Shen
" Kekuatan apa kak?" Tanya Run Gai
" Aku juga tidak tahu pasti. Tapi, yang jelas jika bangsawan biasa, tidak mungkin dia berani menindas dan memeras klan bangsawan lainnya." Jawab Guang Shen.
Wusss
Guang Shen kemudian meninggalkan tempat tersebut untuk mencari tempat sepi yang dapat dia gunakan untuk berlatih sekaligus menghindari kerusakan di kota mentari jika ada organisasi yang mencarinya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Guang Shen berhenti di hutan perbatasan kota mentari dengan kota bunga. Setelah memasang formasi pelindung, Guang Sheng kemudian mengeluarkan tombak ilahi dan tombak cahaya yang dia temukan di dasar danau. Dia mencoba untuk menggabungkan kedua senjata yang berbeda itu.
Perlahan-lahan Guang Shen mendekatkan kedua tombak itu. Semakin dekat kedua tombak itu, maka hembusan angin akan semakin kencang. Guang Shen mengatupkan kedua rahangnya menahan rasa sakit akibat penggabungan kedua senjata itu.
Lima jam berlalu, dan kedua tombak itu hampir menyatu dengan sempurna. Setelah beberapa saat kemudian, kedua itu menyatu dengan sempurna serta di dominasi oleh warna emas dan di gagang tombak itu terdapat ukiran seekor naga yang terlihat sangat nyata.
" Karena tombak ini memiliki ukiran naga di gagangnya, maka aku akan memberinya tombak naga ilahi." Ucap Guang Shen. Lalu tombak itu melayang dan masuk kembali ke tubuh Guang Shen. Setelah menghilangkan formasi yang melindunginya, Guang Shen lalu melesat ketempat Run Gai tertidur.
" Hah kakak kau sangat lama. Aku sampai bosan menunggumu." Gerutu Run Gai.
" Ya..ya. Maaf" Ucap Guang Shen.
" Ha..ha..ha..ha.. Akhirnya kami menemukanmu juga bocah." Ucap seorang pria yang memakai pakaian serba hitam diikuti oleh beberapa orang yang memakai pakaian serba hitam pula.
" Kalau boleh tahu, mengapa anda mencariku?" Tanya Guang Shen.
" Tentu saja ingin mencabut nyawamu yang begitu lancang membunuh anggota klan Han." Jawab pria itu.
" Tangkap pemuda itu." Perintah pria tersebut.
Wusss
satu persatu pria berpakaian serba hitam itu menyerang Guang Shen. Melihat itu, Guang Shen lalu mengeluarkan pedang cahaya miliknya lalu menebaskannya kearah pria itu.
Sreeeekkkk
Darah menyembur kemana-mana saat Guang Shen memenggal kepala pria tersebut hanya dengan satu kali tebasan.
" Tebasan tujuh bintang" Ucapnya
Seketika tujuh buah bintang tiba-tiba muncul dan mengepung mereka semua. Ketujuh bintang itu lalu membentuk sebuah diagram bintang raksasa.
Boooooommm
Sesaat kemudian, bintang itu meledak dan membuat semua orang yang ada dalam jangkauan bintang itu mati sedangkan pemimpin mereka menderita luka yang parah.
" Tombak langit, amukan sang phoenix" Ucap pria itu menyerukan nama jurusnya.
Kwaaakkk
Sesaat kemudian seekor phoenix yang di selimuti oleh api berwarna biru bersiul dengan keras, lalu melesat kearah Guang Shen.
" Tombak naga ilahi, naga langit dan bumi"
Roargggggg
Tak mau kalah, Guang Shen juga mengeluarkan jurus tombak yang ia ciptakan sendiri.
__ADS_1
Kedua makhluk yang merupakan perwujudan dari jurus mereka berdua mulai bertarung satu sama lainnya.
" Ha..ha...ha..ha. Kukira jurusnya kuat, ternyata hanya namanya saja yang menakutkan" Ejek pria tersebut.
Guang Shen hanya menanggapinya dengan senyum sinis, dan tak lama kemudian, naga yang awalnya hanya ada satu berpecah menjadi dua dan phoenix milik pria tersebut mulai kewalahan.
Booommmm
" Ukhuuuukk"
Pria itu batuk darah bersamaan dengan lenyapnya phoenix api miliknya.
" Dari pada aku mati di sini, mending aku kabur saja." Ucap pria tersebut lalu menghilang dari hadapan Guang Shen.
" Dasar penakut" Ucap Guang Shen.
" Gai ayo kita pergi dari hutan ini" Ajak Guang Shen
" Baik kak." Jawab Run Gai.
Wuss
Guang Shen kemudian melesat meninggalkan tempat pertarungannya tadi menuju kearah barat yang mana arah itu merupakan arah menuju kota Bunga.
Hutan perbatasan antara kota mentari dengan kota bunga lumayan luas. Butuh waktu selama dua puluh hari untuk melewati hutan itu dengan terbang.
" Hm tidak ada sesuatu yang istimewa dari hutan ini" Ucap Guang Shen.
Wusss
Wuss
Guang Shen terus melesat menuju ke kota bunga. Dia hanya berhenti jika sia merasa lapar dan beristirahat selama beberapa jam lalu melesat kembali.
" Kak. Apa sebaiknya kita langsung ke kota merak saja. Turnamen itu akan diadakan satu setengah bulan lagi?" Tanya Run Gai.
" Benar apa yang kau katakan. Aku terlalu lama berada di hutan kabut ungu. Jadi aku tidak memiliki waktu untuk singgah di kota Bunga ataupun kota perak." Jawab Guang Shen.
Guang Shen terus melesat menuju kekota merak. dia hanya berjalan memasuki kota bunga lalu melesat kembali saat sudah keluar dari kota. Ini di lakukannya karena larangan terbang diatas kota jika ada yang melakukannya maka dia akan dianggap pemberontak dan akan di beri hukuman penjara.
Satu bulan berlalu, dan kini Guang Shen sudah sampai di kota merak.
" Berhenti. Tunjukkan lencana pengenal anda terlebih dahulu baru boleh masuk kedalam ibu kota." Ucap prajurit penjaga.
Dengan wajah malasnya, Guang Shen menunjukkan lencana klan Guang miliknya kepada prajurit tersebut.
" Klan Guang. Sepertinya klan ini sangat tidak asing bagiku" Ucap salah satu prajurit.
__ADS_1
" Apakah aku boleh masuk sekarang?" Tanya Guang Shen.
" Ya, tuan boleh masuk kedalam kota sekarang" Jawab prajurit tersebut