
" Bisa kau ulangi apa yang kau katakan tadi" Ucap Guang Shen.
" Kakak" Ucap Run Gai.
" Kau memanggiku dengan sebutan kakak, jadi mulai hari ini, kau adalah adikku." Ucap Guang Shen.
" Hm Gai'er, sekarang aku akan menyerap meningkatkan kekuatanku juga, dan kuharap kau tidak berkeliaran terlalu jauh." Ucap Guang Shen.
" Baik kak." Jawab Run Gai.
Guang Shen kemudian menyerap kristal suci yang di berikan oleh ibu Run Gai. Energi berwarna putih berbentuk benang terserap kedalam tubuh Guang Shen.
Dua jam kemudian..
Booomm
Boomm
Boomm
Boommm..
Boomm
Boomm
Boommm
Boommm
Boommmm
Terdengar ledakan kecil di tubuh Guang Shen yang menandakan jika kultivasinya menerobos ke ranah awan bintang lima. Tapi, kristal suci yang di serap oleh Guang Shen belum terserap semuanya.
Dua jam kemudian...
Boomm
Boomm
Boomm
Boomm
Boomm
Boomm
Boomm
Boomm
Booomm
Kultivasi Guang Shen kembali menerobos sebanyak sembilan bintang atau satu ranah. Kini kultivasinya sudah menembus ranah bintang bintang lima.
Setelah menstabilkan pondasi kultivasinya Guang Shen kemudian membuka matanya.
" Mumpung Run Gai sudah tidur aku akan meminta paman mengajariku teknik menyembunyikan kultivasi." Ucap Guang Shen. Dia kemudian masuk kedalam kalungnya dan muncul di tempat Yang Han bersemedi.
__ADS_1
" Paman, bisakah kau memberikanku teknik menyembunyikan kultivasi" Seru Guang Shen.
" Kau ini membuat paman kaget saja." gerutu Yang Han.
" Paman juga sering mengagetkanku." Ucap Guang Shen.
" Mendekatlah, paman akan mentransferkannya padamu" Pintah Yang Han.
" Baik paman" Jawab Guang Shen.
Yang Han lalu menempelkan jari telunjuknya ke dahi Guang Shen selama beberapa detik kemudian melepaskannya.
" Terima kasih paman. Aku akan segera mempelajarinya." Ucap Guang Shen lalu menghilang dan kembali ke gua.
Guang Shen kemudian duduk bersila dan mulai mempelajari teknik yang di berikan oleh Yang Han.
Setelah berhasil menguasai teknik itu, Guang Shen langsung mempraktekkannya, dan benar saja kini kultivasinya tidak terlihat.
Guang Shen lalu merebahkan tubuhnya di tanah dan mulai tertidur.
Pagi harinya, Guang Shen terbangun dan tidak mendapati Run Gai di gua itu.
" Kemana perginya rubah kecil itu?" Tanya Guang Shen.
" Kakak aku di sini." Teriak Guang Shen.
" Kau dari mana saja?" Tanya Guang Shen.
" Aku dari jalan-jalan di sekitar gua ini, dan menemukan sebuah telaga jadi aku mandi dulu." Jawab Run Gai.
" Aku akan mandi dulu lalu pergi berburu. Kau mau ikut atau tidak?" Tanya Guang Shen.
" Tidak kak. Aku di sini saja. Aku ingin berlatih teknik roh milik ibu dulu." Jawab Run Gai.
" Sudahi dulu latihanmu, ayo kita makan dulu." Ucap Guang Shen.
" Baik kak." Jawab Run Gai.
Run Gai lalu mengambil satu ekor kelinci panggang, dan mulai menyantapnya.
" Bagaimana latihanmu?" Tanya Guang Shen
" Tidak berhasil kak. sudah beberapa kali aku mencoba, tetap saja aku tidak bisa menggunakan teknik roh rubah milik ibuku." Jawab Run Gai.
" Bagaimana bisa?" Tanya Guang Shen.
" Aku tidak tahu kak. Setiap kali aku mencoba jurus itu, kekuatan rohku tidak bisa keluar seperti terkunci." Jawab Run Gai.
Wuss
Guang Shen mengeluarkan Yang Han dari dalam kalung dimensi. Melihat Yang Han yang muncul tiba-tiba, Run Gai menjadi waspada.
" kau tidak usah waspada. aku tidak akan menyakitimu." Ucap Yang Han.
" Paman, apakah kau bisa membantu Run Gai melatih kekuatan rohnya?" Tanya Guang Yiang.
" Paman bisa saja membantunya Shen'er. Tapi paman harus tahu dulu jenis roh apa yang dimiliki oleh Rubah kecil ini." Ucap Yang Han.
" Dia memiliki roh jingga. Dan roh ini tersegel. Paman sendiri tidak dapat membuka segelnya. Mungkin segelnya akan terbuka dengan sendirinya saat dia mencapai umur tertentu. Dan dia juga memiliki elemen es." Ucap Yang Han, lalu menghilang dan masuk kembali kedalam kalung.
__ADS_1
" Tapi, kak. Aku tidak memiliki teknik elemen es." Ucap Run Gai.
" Apakah ibumu tidak meninggalkan teknik elemen untukmu?" Tanya Guang Shen.
" Dia hanya meninggalkan teknik elemen angin saja." Jawab Run Gai.
" Kakak juga tidak memiliki teknik elemen es" Ucap Guang Shen.
" Kakak mencari tekniknya nanti saja. Lebih baik kita menjelajahi hutan ini dulu." Ucap Run Gai.
" kau benar. aku akan meminta teknik elemen es kepada adik Fang saat aku bertemu dengan dia. Karena hanya dia yang memiliki elemen es." Ucap Guang Shen.
Wuss
Wuss
Guang Shen kembali melesat meninggalkan gua dan Run Gai duduk di bahu Guang Shen.
Guang Shen terus menyusuri hutan, dan berhenti di dekat air terju
" Ada apa kak. Mengapa kita berhenti di sini?" Tanya Run Gai.
" Aku merasakan sesuatu di balik air terjun itu." Jawab Guang Shen.
Guang Shen lalu melesat menembus air terjun itu. Dia kemudian mengaktifkan mata dewa bintang miliknya dan mulai menjelajahi gua yang ada di balik air terjun tersebut. Guang Shen terus berjalan mengikuti lorong sempit yang ada di gua tersebut yang membawanya ke sebuah ruangan. Guang Shen sangat terkejut karena di ruangan itu banyak sekali kristal langit yang menumpuk, gunungan koin emas, koin perak, perunggu, dan satu koin kristal, serta satu buah pohon dengan daun berwarna ungu.
" Siapa pemilik semua barang ini?" Tanya Guang Shen.
" Aku juga tidak tahu kak." Jawab Run Gai.
" Guang Shen lalu mengelilingi tempat itu, dan tidak menemukan apa pun.
" Ini aneh. Mengapa di sini banyak harta, tapi orangnya tidak ada?" Tanya Guang Shen.
" Sepertinya ini hanya ilusi." Ucap Guang Shen. Dia kemudian mengaktifkan mata dewa bintang miliknya yang sempat dia non aktifkan saat sampai di tempat tersebut. Dan benar saja, semua itu hanya ilusi, dan di depannya terlihat seekor naga yang siap menelannya.
Boommm
Dengan cekatan, Guang Shen melesatkan sebuah tapak yang membuat kepala naga itu menghantam dinding gua.
" Bagaimana bisa dia tergiur oleh harta yang dia lihat tadi?" Tanya naga tersebut.
" Ilusimu memang berhasil menjebakku, tapi godaan harta yang sangat banyak tidak mempan padaku." Ucap Guang Shen. Dia kemudian mengambil pedang cahaya miliknya dari cincin ruangnya dan mulai bertarung dengan naga tersebut.
Triinnggg.
Triiinngg
Triiinng
" Sial, sisik naga ini sangat keras. Pedangku seperti membentur sebuah logam." Ucap Guang Shen.
Guang Shen terus mencari tahu kelemahan naga yang ada di depannya sambil terus menghindari serangan cakar naga tersebut.
" Kak. Mungkin dia bisa di lawan menggunakan ilusi." Ucap Run Gai.
" Kau benar. Mata dewa bintang, ilusi bintang pembunuh"
Wusss
__ADS_1
" Berhasil" Ucap Guang Shen.
Naga itu terus bertarung dengan Guang Shen yang ada di depannya, tanpa dia sadari jika itu hanya ilusi brlaka.