
Para tetua yang awalnya bersikap siaga berubah menjadi hormat saat mereka mengetahui siapa yang datang.
" Adik Yang. Apakah ini benar kau?" Tanya Guang Dan.
" Iya kak. Aku Guang Yang, adikmu." Jawab Guang Yang.
Guang Dan langsung memeluk Guang Yang dengan erat selama beberapa saat, lalu melepaskannya.
'' Yang'er siapa yang menyelamatkanmu?" Tanya Guang Dan.
" Fang'er dan empat saudaranya yang menyelamatkanku." Jawab Guang Yang.
" Tapi mana mereka?" Tanya Guang Dan.
" Mungkin mereka sudah pergi." Jawab Guang Yang.
Sementara itu, Guang Shen, Guang Fang, Guang Xin, Guang Jiang, dan Guang Zang berpetualang secara terpisah. Guang Shen menuju ke timur, yang mana arah itu adalah arah hutan kabut ungu, Guang Fang menuju ke barat, Guang Xin ke utara, Guang Jiang ke baray daya, dan Guang Zang ke selatan. masing-masing arah yang mereka tuju adalah bintang tengah.
Sementara Guang Shen tiba di bagian depan hutan kabut ungu, yang mana hutan itu adalah hutan yang tidak pernah di masuki oleh warga kota lampion, karena hutan itu sangat berbahaya.
Wusss
Wuss
Wuss
Guang Shen kemudian melesat menembus rimbunnya hutan. Hutan itu sangat gelap, sehingga membuat orang yang masuk akan tersesat, tapi karena Guang Shen memiliki mata dewa bintang Guang Shen dapat melihat dengan jelas di dalam hutan.
" Aku penasaran, mengapa daun di hutan ini berwarna ungu" Ucap Guang Shen.
Roarrggg
Tiba-tiba terdengar suara raungan hewan tak jauh dari tempat Guang Shen berada. Karena penasaran, Guang Shen melesat menuju ke sumber pertarungan. Dan di sana terlihat seekor harimau bertarung dengan seekor rubah putih. Dan terlihat harimau itu lebih unggul karena rubah putih itu sudah menderita luka yang cukup parah.
" Mengapa mereka bertarung?" Tanya Guang Shen.
" Menyerahlah kalau kau masih ingin hidup." Ucap Harimau itu.
" Dasar harimau licik. Sampai mati pun aku tidak akan menyerah padamu." Jawab Rubah putih itu.
__ADS_1
" Kalau kau tidak ingin menyerah, maka serahkan kristal suci, dan batu itu padaku." Ucap Harimau itu.
" Cihh, aku tidak akan menyerahkannya padamu, dasar harimau busuk." Ucap rubah putih itu.
" Baik, kalau begitu, matilah kau.." Ucapnya.
Cakar harimau itu berubah menjadi panjang, dan menghantamkannya ke kepala
Booomm
Tepat saat cakarnya hendak mengenai kepala rubah putih itu, Guang Shen melesatkan sebuah tapak sehingga harimau itu di buat terbang ke atas.
" Siapa kau?" Dan mengapa kau ikut campur urusanku haah?" Tanya Harimau itu.
" Aku tidak suka saja sikapmu itu." Jawab Guang Shen.
" Tombak tujuh cahaya."
Wusss
Wuss
Tuju buah tombak cahaya melesat dengan cepat kearah harimau itu. Walau dia berhasil menghindari enam tombak cahaya Guang Shen, tapi satu buah tombak menancap di perutnya.
" Sialan kau manusia" Ucapnya sebelum harimau itu mati.
" Terima kasih tuan muda, dan kuharap tuan muda mau mengambil Kristal suci dan ini." ucapnya. Lalu Rubah putih itu mengeluarkan satu buah kristal suci dan sebuah batu yang berwarna keemasan.
" Mengapa kau memberikan benda yang sangat berharga ini padaku, bagaimana kalau aku orang jahat?" Tanya Guang Shen.
" Jika kau orang jahat, maka kau tidak akan menyelamatkanku, dan membunuhmu dari tadi." Jawab Rubah putih itu.
" Dan satu lagi, sebaiknya tuan muda menyerap batu ini saat kultivasi tuan muda sudah menembus ranah immortal bintang 9. Dan kristal suci ini akan menaikkan kultivasi tuan sebanyak dua ranah." Ucap Rubah putih itu.
" Dan jagalah anakku ini seperti saudaramu sendiri. Namanya adalah Run Gai." Ucapnya. Lalu seekor rubah putih keluar dari kehampaan.
Rubah putih itu pun mati saat dia menyelesaikan kalimatnya, dan tubuhnya berubah menjadi butiran-butiran cahaya lalu menghilang menyisakan kristal jiwanya.
Guang Shen kemudian memasukkan kristal jiwa rubah putih itu bersama dengan kristal suci dan batu yang berwarna keemasan itu, tak lupa dia juga mengambil kristal jiwa harimau yang dia bunuh.
__ADS_1
Guang Shen kemudian melesat meninggalkan tempat pertarungan itu bersama dengan seekor rubah putih kecil yang masih tertidur di gendongannya. Guang Shen terus terbang mencari sebuah gua untuk di gunakan beristirahat, karena hari sudah mau petang.
Saat hari sudah mulai gelap, mereka menemukan sebuah gua. Guang Shen kemudian memeriksa gua itu untuk memastikan jika tidak ada bintang buas di dalamnya. Setelah memastikan bahwa tidak ada hewan di dalam gua itu, Guang shen kemudian masuk kedalam gua dan meletakkan Run Gai yang sedang tertidur.
Dia kemudian berjalan ke mulut gua dan membuat sebuah formasi yang menutupi mulut gua itu.
Guang Shen lalu keluar untuk berburu seekor hewan untuk di jadikan makan malam. Satu jam kemudian, dia kembali ke gua dengan membawa seekor rusa. Dan dia melihat Run Gai menangis mencari ibunya.
Guang Shen kemudian mendekati Run Gai dan mengelus bulu halusnya.
Rrrrrrrrrr
Merasakan kehadiran seseorang, Run Gai menjadi waspada dan mengeluarkan cakarnya.
" Tenanglah. Aku tidak akan melukaimu. Ibumu sudah meninggal dan menyuruhku untuk menjagamu." Ucap Guang Shen sambil memanggang daging rusa yang didapatkannya.
Mendengar perkataan Guang Shen, Run Gai menjadi semakin sedih.
" Tenanglah, sekarang makanlah daging itu." Ucap Guang Shen sambil menyodorkan satu potong daging rusa.
Raorggg
Rubah kecil itu meraung pelan, dan mulai memakan daging yang di berikan oleh Guang Shen.
Selesai makan, Guang Shen mengeluarkan kristal suci yang di berikan oleh ibu Run Gai.
Selain itu dia juga mengeluarkan kristal jiwa milik ibu Run Gai, dan memberikannya pada Run Gai.
" Seraplah kristal jiwa milik ibumu." Ucap Guang Shen.
Run Gai nampak ragu untuk menyerap kristal jiwa ibunya. Dia nampak tidak rela jika menyerap kristal jiwa ibunya.
" Seraplah agar kau bisa menjadi kuat. Kau tidak perlu ragu, karena mungkin ibumu menginginkan hal yang sama, dan juga kau bisa menyerap jurus-jurus yang dimiliki oleh ibumu. Aku tidak tahu apakah kau paham apa yang kukatakan atau tidak. Tapi, semoga saja kau dapat memahaminya." Ucap Guang Shen
Run Gai terlihat menggerak-gerakkan telinganya mendengar perkataan Guang Shen. Lalu dia kemudian mengambil kristal jiwa yang berwarna putih milik ibunya dan mulai menyerap.
Note: kristal jiwa para hewan di bedakan menjadi lima, yaitu hijau untuk hewan biasa, biru untuk hewan buas, ungu untuk ras hewan surgawi, merah untuk ras hewan dewa, dan putih untuk ras hewan ilahi. Tingkatan kultivasi para hewan sama dengan tingkatan kultivasi manusia.
Guang Shen memutuskan untuk mengawasi Run Gai yang baru pertama kali menyerap kristal jiwa milik ibunya. lima jam berlalu, dan kristal jiwa itu habis di serap oleh Run Gai. Kini kultivasi Run Gai sudah menembus ranah Kaisar tingkat lima.
__ADS_1
" Kakak" Ucapnya.