
Seorang perampok itu datang ke arah mereka berdua.
"hei berika barang-barang yang kalian punya!!"...
"Cepat!!!" kata perampok itu dengan tegas.
sania dan lisa yang ketakutan dan duduk di pojok dekan kulkas minuman pun pasrah memberikan barang-barang dan juga uang yang mereka punya.
saat sania memberikan beberapa sejumlah uang ke pada perampok itu dia tidak sengaja menyentuhnya dan melihat beberapa kejadian di masa lampau perampok itu.
"ugh" menarik nafas dan terkejut melihat masa lampau orang itu.
dia pun dengan refleks menarik tangannya yang bersentuhan dengan orang itu.
lisa yang melihat sania seperti ketakutan itu pun langsung memeganginya karena sania terlihat sangat lemas.
perampok itu yang melihat sania aneh begitu dia pun meninggalkannya dan kembali ke temannya yang sedang menunggu di luar.
"Sania!!"...
"hei!!"..
"Sania!!" kata lisa memegangi sania.
sania menenggok ke arah lisa lalu memeluknya.
"kamu kenapa?" tanya lisa.
sania masih terdiam tidak menjawab lisa.
***********
wiu.... wiu.... wiu.....
Nnngggg......
Polisi pun tiba di kejadian perampokan mini market itu.
mereka langsung menyelamatkan orang-orang yang ada di dalam, beruntungnya menurut polisi itu tidak ada korban jiwa.
polisi menyelamatkan beberapa orang yang ada di dalam dia juga menyelamatkan sania dan lisa yang ada di dekat kulkas.
"kalian tidak apa-apa?" tanya polisi itu.
"kami tidak apa-apa pak" jawab lisa.
mereka pun berdiri lisa pun membantu sania yang terlihat sedikit ketakutan.
"teman kamu kenapa?" tanya polisi.
"dia cuma ketakutan doang kok pak" jawab lisa sambil merangkul sania.
dia pun berjalan keluar TKP perampokan itu.
para polisi mengamankan TKP itu dan menanyai sejumlah korban perampokan disana.
***********
"Nia, nih minum dulu" kata lisa menyodorkan minuman ke sania.
sania menerima minum itu, lisa pun duduk di sebelah sania.
"kamu tadi kenapa?"...
"tadi keliatan aneh banget lho" tanya lisa.
"aku tadi ngeliat masa lalu orang itu"...
"aku enggak tahu apa yang aku liat tadi, tapi tadi itu bener-bener buat aku takut sama sedih" kata sania.
"ya udah kalo gitu tenangin diri kamu dulu ya" kata lisa.
"Permisi, kami mau menanyakan beberapa pertanyaan ke kalian"...
"apa kalian bersedia untuk kami tanyain?" kata polisi yang mendekat ke arah mereka berdua.
"iya pak silahkan" jawab lisa.
"apa kalian juga korban dari perampokan tadi?" tanya polisi itu.
"iya pak tadi kami ketakutan, tapi tadi kami berikan beberapa sejumlah uang ke mereka" jawab lisa.
"apa kamu melihat wajah pelaku atau ciri-cirinya?"...
"beritahu kepada kami jika kalian mengingat sesuatu" kata polisi itu.
"mm..." menyentuh dagu dengan telunjuknya dan berusaha mengingat sesuatu.
"sepertinya enggak ada deh pak, soalnya mereka pake kupluk gitu" jawab lisa.
__ADS_1
"baiklah kalau begitu"..
"terima kasih banyak sudah mau kami tanya-tanya"...
"kami akan mencari tahu sejumlah barang bukti dan juga mengecek CCTV" kata polisi itu dan meninggalkan mereka.
Lisa pun kembali duduk di sebelah sania dan mengajaknya untuk pulang.
"Sania, ayo kita pulang" ajak lisa ke sania.
sania yang terlihat sudah tidak seperti sebelumnya pun akhirnya dia berdiri.
"Ya udah ayo"...
"Aku sekarang udah baikan kok" ungkap sania.
lisa berdiri dan berjalan bersama meninggalkan mini market itu.
mereka menyebrangi jalanan dan terus berjalan menuju rumah mereka masing-masing.
saat di jalan lisa yang masih sedikit penasaran dengan apa yang sania lihat tadi.
'Sebenernya apa sih yang dia lihat sampe begitu syok' dalam pemikiran lisa.
lisa melirik sania dari samping.
"kenapa lis" tanya sania.
"ehh enggak, hehe" jawab lisa sambil tersenyum.
"ya udah ayo kita pulang" tambah lisa.
sesampai di depan rumah sania, lisa yang mengantarkan sampai depan rumahnya pun menyuruhnya untuk duluan masuk.
"kamu masuk duluan sana" kata lisa.
"makasih ya lisa kamu udah repot-repot nganterin aku sampe depan rumah" kata sania.
"iya enggak apa-apa aku khawatir nanti kamu kenapa-kenapa, hehe" kata lisa tersenyum.
"ya udah kalau begitu aku masuk duluan ya"...
"dahh" kata sania dan melambaikan tangan ke lisa.
lisa pun akhirnya pulang ke rumahnya.
"aku jadi penasaran, besok aku tanyain deh" kata lisa sambil berjalan pulang.
***********
Tok tok...
"kak"...
"aku pulang" kata sania mengetuk pintu rumahnya.
dia pun langsung masuk ke dalam dan menutup pintunya.
"eh iya, kak hana kan hari ini pergi" kata sania mengingat perbincangan tadi pagi dengan kakaknya.
dia langsung ke kamarnya dan berbaring di kasur.
'siapa sih anak kecil itu' dalam pikiran sania.
'apa dia anak dari perampok itu'..
'aku ngantuk banget'...
'aku mau tidur sebentar'...
Dia pun tertidur.
***********
Hik.. hik..
"ayah..!!"...
"ayah!! tolong!!..."..
kebakarang terjadi di sebuah rumah, semua orang berusaha memadamkan api yang sudah membesar itu.
"Cheryl!!"...
"Dimana kamu nak!" seru ayah cheryl.
Brakkk...
dia mendobrak pintu dan mencari cheryl yang terjebak di kamarnya.
__ADS_1
"Ayah aku di sini!!" Seru Cheryl dari kamarnya.
"ayah kesana!!" kata ayah cheryl.
Brakkk..
langit-langit mulai beruntuhan semua yang terbakar mulai berjatuhan dan api menyembur ke segala ruangan rumah.
Dukk.. Dukk..
Brakkk...
ayah cheryl mendobrak pintu kamar cheryl
"Cheryl!!!" seru ayahnya dan langsung berlari memeluk cheryl.
"Ayah!!" cheryl berlari dan langsung memeluk ayahnya.
"aku takut"...
hik.. hik..
"udah enggak usah takut"...
"ayo kita keluar"...
Prak.. prak... prangg....
ayah cheryl memecahkan kaca jendela kamar cheryl, saat sudah pecah api pun menyembur keluar.
"Ayahh...!!!"...
"aku takut!!" kata cheryl dia pun terduduk.
ayah cheryl menggendong cheryl dan melemparkan cheryl ke luar.
setelah cheryl di luar dan sementara ayahnya yang masih berada di dalam ya pun segera keluar dan menyusul cheryl.
Brakkk..
"aaaa!!!" teriak ayah cheryl yang tertiban kayu yang terbakar.
"aaaaa!!!".....
..................
"Ugh" sania pun terbangun.
"huh..."...
"ternyata cuma mimpi"...
"tapi kenapa aku mimpiin kejadian orang itu?"....
"kenapa harus keinget lagi" kata sania mengelap keringatnya.
dia pun bangun dari tempat tidurnya dan melihat ke arah jam dinding.
"udah jam 4 sore"...
"kalo gitu aku mau beres-beres rumah dulu deh" kata sania dan membuka bajunya.
dia mengganti baju sekolahnya.
**********
Tuuutttt...
tuuuttttt....
"halo" jawab widia.
"halo wid"..
"kita ke rumah sania yuk" ajakan lisa.
"lho kok tumben?"..
"kenapa lis?" tanya widia.
"udah ikut aja, sekalian kamu ajak febby, nanti aku ceritain deh di rumah sania" ungkap lisa.
"ooo, oke deh kalo gitu, nanti aku ke rumah kamu" jawab widia.
"ya udah kalo gitu"..
"sampe ketemu wid" kata lisa dan mentutup teleponnya.
setelah itu lisa pun bergegas untuk bersiap-siap pergi ke rumah sania, sembari menunggu widia dan febby datang dia pun membuat makanan untuk di bawa ke rumah sania.
__ADS_1