
"Ah udahlah ngapain juga aku mikirin yang nggak penting" ucapnya pelan. Hana datang membawakan secangkir teh untuk Sania "Nah! udah jadi" meletakkan teh tersebut di depan Sania.
Sania tersenyum ke Hana "Makasih kak!" ucapnya. Sania dan Hana mengobrol berdua di sana hingga jam malam pun tiba, hujan juga mulai mereda badai juga sudah hilang.
Tetapi huan gerimis biasa yang masih mrnghiasi malam tersebut. Sania kemudian beranjak pergi meninggalkan meja makan dan langsung menuju kamarnya.
Saat Sania berjalan menuju kamarnya Sania lagi-lagi di perlihatkan bayangin hitam milik utari. Seketika langkahnya berhenti di tengah jalan, kedua tangannya memegang kepalanya. 'kenapa bayangan kak utari menghatuiku terus'
Ia merasa kesal karena setiap kali ia pergi kemanapun atau sedang melakukan hal apapun selalu saja di ganggu bayang hitam milik utari. "Sania! kamu kenapa?" seru Hana melihat Sania tengah berhenti berjalan.
"Aku nggak apa-apa kok kak!" Sania kemudian melanjutkan langkahnya menuju pintu kamarnya. Saat Sania sudah berada di depan pintu kamarnya, di balik pintu tersebut masih ada sesosok wanita, ia tengah berdiri disana.
Sania pun langsung masuk ke dalam kamarnya, saat ia akan menutup pintu kamarnya sosok wanita itu pun seketika sudah menghilang, tetapi Sania merasakan sesuatu hal, ia mampu merasakan keberadaannya saat itu.
Sania pun menoleh ke arah kirinya tetapi ia tidak melihat apapun hanya merasakan dingin yang sebelumnya ia rasakan, 'dingin ini! apa dia masih disini!' pertanyaan itu muncul saat ia merasakan dingin itu.
Sania segera mengunci pintu kamarnya, kemudian ia mencoba memeriksa kembali jendela kamarnya, ia mencoba melihat-lihat ke arah luar namun ia sama sekali tidak melihat apapun di luar sana.
"Kok aneh! aku ngerasain dingin ini tapi nggak ada siapapun!" Setelah memeriksa ia kemudian berjalan menuju kasurnya dan akan mulai tidur disana.
'kalo memang udah nggak ada disini kenapa masih ada hawa dingin yang sebelumnya aku rasain ya!' pikirannya terus mengarah ke sana ia terus memikirkan ke wanita yang memakai dress pink itu.
__ADS_1
Hingga suatu ketika ia pun mulai tertidur lelap. Pagi hari pun tiba, ia pun segera bangun dan mulai beraktifitas seperti biasanya dan ia akan pergi ke sekolahnya.
***********
"Kak aku berangkat!" seru Sania dari depan rumahnya, ia pun segera pergi keluar menuju halte bus, Sampai di halte ia duduk sendirian disana sambil terus berpikir tentang kejadian semalam.
"Aku masih nggak abis pikir deh sama perepuan yang semalam!" ucapnya kesal, "Emang kenapa Sania!" tidak sengaja Lisa yang berjalan menuju ke Sania mendenger ucapannya.
"Ehh Lisa! nggak kok cuma hal biasa" katanya. "Hal biasa kok sampe bikin kamu kesel begitu?" kata Lisa ia penasaran. "Iya, aku semalam cuma ngerasa aneh aja kok Lis!"
"aneh kenapa nia? coba dong ceritain aku penasaran nih" Lisa mulai meraya Sania untuk berbagi cerita dengannya. "Nggak ada kok Lis, nanti aja deh aku juga masih bingung mau cerita apa ke kamu!" kata Sania.
Bus sekolah juga sudah datang menghampiri dirinya, mereka berdua segera meninggalkan halte dan menaiki bus sekolahnya, saat mereka berdua menaiki bus Sania melihat ke arah halte, ia juga melihat sesosok wanita itu tengah duduk disana.
'loh kok?! dia ada disana? perasaan tadi aku sama Lisa disana nggak ada dia disana sebelumnya?' Sania pun mulai merasa aneh melihatnya, ia juga mulai merasa bingung.
'apa aku udah nggak bisa lihat hantu lagi?' "Sania! kamu lihat apa?" Lisa yang berada di sebelahnya memperhatikan dirinya. "Ehh Lis, coba kamu lihat kesana! kamu lihat ada seseorang nggak?" Sania mencoba menyuruh Lisa.
Saat Lisa melihat ke arah halte ia tidak melihat siapapun di halte, "Nggak ada siapa-siapa disana Nia!" ucapnya. Sania juga kembali memperhatikan dari kejauhan ia juga sudah tidak melihat wanita itu lagi.
"Lho kok aneh!" ucapnya. "Kamu halu kali Nia! nggak ada siapapun disana kok!" kata Lisa. Saat mobil bus itu melaju menjauhi halte ia tidak melihat wanita itu lagi.
__ADS_1
"Iya kali Lis, aku mungkin halu" kata Sania. Ia mulai bingung. "Dari tadi memang nggak ada orang kan disana" kata Lisa. "Ya udah Nia, kamu mungkin banyak pikiran kali sampe halu begitu!" kata Lisa.
Sania pun terdiam dan pandangannya menuju ke arah luar jendela mobil bus, ia terus memandang ke luar dengan sedikit melamun. Tidak lama juga mobil bus pun berhenti dekat sekolahnya, semuanya turun dari mobil.
Sania mencoba melihat ke arah sebrang jalan sekolahnya ia mencoba melihat Utari disana, Sania pun melihat Utari disana dan aura hitam pun menyelimutin dirinya.
"Ada apa Sania?" Lisa yang akan berjalan menuju ke gerbang pun berhenti karena Sania. "Lisa!! Lisa!" ucap Sania spontan. "Apa Nia? kamu lihat apa?" kata Lisa. "Itu disana kak Utari kan?" Sania sambil menunjuknya.
"Iya itu kak Utari, kenapa dia Sania?" Lisa mulai penasaran dengan Sania yang seperti itu. "Lis, aku lihat aura hitam milik kak Utari!" ucap Sania berbisik ke Lisa.
Lisa terkejut saat Sania berkata demikian, "Hah! jadi sekarang kamu bisa lihat aura miliknya?" Sania mengangguk. "Kalo gini gimana dong Nia?" Lisa bertanya ke dirinya. "Kau juga nggak tau, kan sebelumnya juga dia nggak ada aura hitam di tubuhnya!" katanya
"Wah!! kalo gini dia bisa.." Lisa langsung menduga akan hal itu, Sania menatap Lisa serius "aku juga mikirin itu Lis!" kata Sania. "Jadi gimana dong? kita mau samperin kesana?" kata Lisa.
"Aku nggak tau" Sania menggelengkan kepalanya. Suara bel sekolah pun berbunyi 5 menit menuju jam pembelajaran pertama akan di mulai. "Yahh!! udah mau masuk Nia!"
"aku mau kesana, mau nolongin dia!" ucapnya mulai panik. Mereka berdua mulai merasa kebingungan, rasa panik juga sudah muncul di antara mereka berdua, "Hei! kalian mau masuk nggak?" ucap Satpam sekolah yang melihatnya di luar.
Mereka berdua langsung menoleh ke arahnya, "Iya pak kami masuk!" kata Lisa, "Ayo Nia kita masuk" bisik Lisa. Sania pun ikut bersama Lisa, pandangan Sania tidak bisa lepas dari Utari. Ia hanya ingin memberitahunya ke Utari.
Mereka berdua pun masuk ke dalam sekolahnya, Sania masih menoleh ke arah belakangnya 'aku harap kak Utari baik-baik aja!' pikir Sania saat menoleh ke arah luar sekolahnya.
__ADS_1