
Setelah menyelamatkan Hana aura yang keluar itu perlahan memudar, Sania berjalan mendekat ke Hana untuk mengecek apakah Hana baik-baik saja.
"Kak!!" kata Sania dari belakang Hana. Hana tengah berdiri kepalanya menunduk kedua tangannya masih menutupi kepalanya. "Hah!!" Hana hanya mengeluarkan suara tetapi tidak menjawab Sania. Bibirnya bergetar matanya berbinar.
Degup jantungnya tidak normal karena terkejut melihat mobil yang melaju kencang ke arahnya, badannya pun kaku hingga perlahan ia mulai lemas dan mulai duduk. "Kak!" Sania memegang bahu Hana.
"Kak!" kata Sania dengan nada lembut ia duduk di hadapan Hana. Hana menatap Sania dari tatapannya Hana masih trauma, Sania mendekat dan langsung memeluk Hana. Orang-orang di sekitar yang melihat kejadian tersebut mencoba menolong.
Menolong mobil yang menabrak tiang, "Hebat sekali bisa membelokkan mobil yang melaju kencang itu" kata dari seseorang yang menolong mobil itu ia melihat ke arah Sania. "kita tolong dia, ayo-ayo coba telpon ambulan"
Sania melirik ke arah mobil itu, tetapi banyak orang-orang yang menatap Sania, seolah mereka kagum tetapi mereka juga merasa takut karena hal yang tidak pernah mereka lihat.
Sania kemudian membantu Hana untuk berdiri, dan merangkul Hana mereka berdua berjalan pulang. Dalam perjalanan pulang Hana mulai sadar dan mulai hilang rasa traumanya.
"Sania! tadi itu apa?" Hana bertanya ke Sania tentang kecelakaan itu dan juga aura yang menyelamatkan dirinya. "Aku juga nggak tau kak, tapi yang jelas kakak selamat" Kata Sania ia tidak mengetahui dengan jelas bahwa itu adalah miliknya.
Sania masih belum sadar dengan Aura yang ada dalam dirinya itu, yang tau hanyalah orang-orang yang melihat hal tersebut, itu pun kalau aura itu muncul di hadapan mereka.
Sania masih belum menyadari akan hal itu, bahwa itu lah dirinya yang sebenarnya.
Saat sampai di teras rumahnya Sania membantu Hana duduk di sana dan memberikan minum ke Hana, "Ini kak!" Sania memberikan sebotol minum.
Lalu setelah itu Sania membuka pintu rumahnya dan membawa masuk barang-barang yang mereka bawa, Sania menghampiri Hana di depan mencoba mengecekmya lagi, "Kak!!" Sania berjalan mendekat ke Hana.
__ADS_1
Hana menoleh "Hmm!" jawab Hana. "Kakak udah baikkan?" Sania langsung menanyakan kondisi Hana saat itu juga, "Iya, kakak udah baikkan kok" kata Hana sambil mengangguk.
Sania kemudian langsung duduk di sebelah Hana dan langsung menyenderkan kepalanya ke Hana "Syukur kakak udah baikkan!" kata Sania berkata lirih.
Hana tersenyum melihat Sania bertingkah demikian, ia mengusap-usap bahu Sania dan berkata "Kamu jangan khawatir ya!" katanya.
30 menit berlalu mereka masih duduk di teras den rumahnya, Hana mengajak Sania untuk masuk ke rumah, kebetulan cuaca sore itu mendung, dan sedikit demi sedikit embun hujan mulai turun.
"Ayo kita masuk! sebentar lagi mau Hujan" kata Hana ia beranjak dari teras, Sania juga demikian mereka berdua berjalan masuk ke rumah. Sania mengantarkan Hana ke kamarnya untuk berjaga-jaga karena masih takut akan trauma dari kecekalaan tadi.
Setelah itu ia pun langsung masuk ke kamar miliknya, saat di dalam kamar ia menemui Cheryl yang sudah duduk di kasurnya menunggu Sania disana. "Cheryl! kamu disini!!" kata Sania terkejut melihat Cheryl dengan begitu banyak cahaya di tubuhnya.
"Iya kak, aku baru aja!" katanya. "Kamu keliatan beda" ucap Sania melihat Cheryl yang terlihat bercahaya terang. "Ada apa kamu datang kesini?" kata Sania.
"Yaitu kak aku cuma mau bilang makasih banyak, kakak udah bantu aku selama ini!" katanya. "Oo itu ya nggak apa-apa kali, ehh tapi bapak kamu di penjara gimana kabarnya?"
"Dia baik kok kak, semenjak kejadian perampokkan yang mereka rencanakan kemaren, mereka semua udah ke tangkap dan tadi waktu aku ngunjungin dia syukur ayahku baik-baik aja" kata Cheryl. "Syukur deh kalo gitu"
Cheryl mendekat ke Sania untuk mengajaknya keluar dari rumahnya, "Kak bisa ikut aku sebentar?" kata Cheryl. "Kemana?" Cheryl kemudian menarik Sania keluar dari dalam rumahnya.
Saat di luar cuaca semakin gelap karena mendungnya, angin kencang pun meniup dedaunan hingga terbang membawanya mengikuti arus angin. "Kita mau kemana? sebentar lagi hujan!" kata Sania ia melihat cuacanya.
"Sebentar kak!" Cheryl masih menarik Sania untuk keluar, Ia berjalan keluar dari lingkungan rumahnya dan menuju gang kecil yang berada dekat dengan rumahnya, dimana ia sebelumnya bertemu dengan Cheryl disana.
__ADS_1
"Kakak inget kan tempat ini!" kata Cheryl berdiri dekat tiang di gang kecil itu, Sania memandangi sekelilingan dan menatap tiang itu, "Iya kakak inget kok, ini tempat pertama kali kita ketemu kan!" kata Sania.
Cheryl mengangguk sambil tersenyum ke arah Sania, lalu Cheryl mengajaknya lagi dan sampai di tempat dimana ia kecelakaan waktu itu, "Disini juga tempat yang kakak lihat aku kecelakaan waktu itu!" ucapnya.
"Iya, disini kakak juga lihat semuanya dari bapak kamu yang waktu itu ngerampok di mini market depan!" kata Sania. "Iya, semenjak itu juga kakak akhirnya tau siapa aku walau kita belum ketemu!" kata Cheryl.
Cahaya di tubuh Cheryl perlahan mulai terang dan mulai membentuk leburan, "Iya, kakak juga mulai ngenalin kamu karena kakak ngerasa pernah lihat kamu sebelumnya!" kata Sania.
Sania berjalan ke tepi dekat kecelakaan mobil dari Cheryl ia memetik bunga yang tumbuh di dekat area kecelakaan itu, "Semoga kamu bisa kembali ke ibu kamu!" kata Sania sambil memetik bunga itu. "Iya kak, aku berharap bisa memeluk erat ibuku lagi!"
Sania memberikan bunga itu ke diri Cheryl dan Cheryl menerima bunga yang di berikan Sania dengan tersenyum. "Makasih kak!" katanya. Angin semakin kencang awan mendung mulai berkumpul dan daun-daun berterbangan melewati mereka berdua yang berdiri di tempat itu.
Rintik-rintik hujan perlahan mulai datang menghampiri mereka, mereka berdua masih berdiri menatap tempat kecelakaan mobil disana. Cheryl mulai melebur menghilang perlahan-lahan, "Kak, aku mau pamit dulu ya! ini udah waktunya aku kembali ke tubuhku!" kata Cheryl.
Sania mendengar itu pun terkejut ia tidak percaya bahwa Cheryl akan kembali sembuh. "Kamu serius mau kembali ke tubuhmu!!" kata Sania dengan semangat.
Cheryl tersenyum lebar ke Sania, ia meletakkan di dada bunga yang di berikan Sania tadi, "Bunga yang kakak petik ini indah, aku harap kita bisa bertemu di alam nyata yang sebenarnya kak!" kata Cheryl.
"Iya semoga kita ketemu lagi Ril, kamu semangat ya untuk hidup yang baru! aku yakin kamu bisa buat orang-orang yang sayang sama kamu kembali tersenyum melihatmu kembali!" kata Sania.
Cheryl mulai melebur dan membetuk cahaya berwarna putih dan jingga, cahaya itu terbang ke arah langit, "Aku yakin kamu bisa! kamu bisa jadi bunga yang indah!" teriak Sania ke arah cahaya itu terbang.
Cahaya itu kemudian membentuk Cheryl kembali dan tersenyum ke arah Sania sesaat setelah itu cahaya itu menghilang. Dan hujan pun mulai turun, hujan pun mulai lebat, Sania berjalan meninggalkan tempat kecelakaan itu.
__ADS_1
Sebelum ia benar-benar meninggalkan tempat itu iya memungut bunga yang sebelumnya di pegang Cheryl kemudian ia meletakkannya di dekat tiang gang kecil yang sebelumnya ia menemui Cheryl disana.