
Saat mereka tiba di halte bus dan mereka duduk di sana sania menceritakan tentang hari di mana dia bertemu dengan anak kecil yang bernama cheryl itu.
"terus apa?" ucap lisa ke sania yang di buat penasaran dengan seorang anak kecil yang dia temui sebelumnya.
"ceritanya lumayan panjang lis" kata sania.
"tadi waktu aku mau pergi ke sekolah dia muncul di dekat tiang gang yang arahnya mau ke mini market" ucap sania menceritakan hal tadi pagi yang dia dapat.
"terus kenapa kamu bingung?" tanya lisa.
"dia sebelumnya cerita ke aku terus ngasih tau tentang kecelakaan waktu itu yang aku ceritain ke kamu" ungkapnya.
"terus waktu dia ngasih unjuk tentang kecelakaan itu aku nanya ke dia sebelum kejadian kecelakaan itu sama tujuan dia mau kemana? terus ngapain dia ke kota?" imbuhnya.
"terus dia jawab apa" ucap lisa yang semakin penasaran dengan cerita sania.
"dia cerita kalau sebelumnya dia tinggal jauh dari sini, waktu itu rumah dia kebakaran jadi dia enggak punya tempat tinggal lagi sehabis kebakaran itu"...
"sekitar beberapa hari mereka pindah ke tempat orang tua dari ibunya tapi sebelum itu ayahnya yang nyelamatin anak kecil itu dia pergi ke kota ini" ungkap panjang sania.
"ayahnya pergi ke kota sendirian?" tanya lisa yang semakin serius mendengarkan kisah anak itu.
"iya, makanya itu mereka berjarak 5 hari nyusul ayahnya anak itu, waktu ibu sama anak itu pergi menyusul ayahnya mereka kecelakaan di jalan dekat mini market yang dekat rumah kita" ucap panjang sania.
"ooo gitu" kata lisa yang mulai paham dengan yang di ungkapkan sania.
saat sania sedang menceritakan tentang sheryl bus angkutan mereka datang, kemudian mereka menaiki bus yang telah tiba di halte tersebut.
setelah di dalam bus sania kembali menceritakan hal-hal yang mengenai cheryl dan juga memberitahukan mengapa dirinya bimbang untuk mengatakannya ke cheryl.
"itu kan kisah sebelum kecelakaan" kata sania kemudian dia mulai melanjutkan bercerita tentang cheryl.
"sebelumnya kamu inget kan tentang kejadian perampokan di mini market?" tanya sania mencoba mengingat kejadian perampokan yang mereka berdua alami sebelumnya.
"iya aku inget kejadian itu" ucapnya
"kenapa memang?" tambah lisa.
"waktu itu kamu pasti bingung kenapa aku bisa ketakutan begitu?" tanya sania.
"iya, memang apa yang kamu lihat sebelumnya?" tanya lisa sambil mengingat kejadian itu.
__ADS_1
"aku lihat kejadian kebakaran itu, kejadian itu juga yang ada di dalam mimpi aku waktu kamu, widia, sama febby nginap di rumah aku" ungkapnya dan mengingat kejadian waktu itu.
"ooo iya-iya aku baru ingat, yang waktu itu kamu kebangun terus kamu mau ke kamar mandi terus kamu teriak kaget karena kamu lihat anak kecil?" kata lisa lagi-lagi dia mengingat kejadian itu dan juga menanyakan di hari itu.
"iya lis, o iya kejadian kebakaran yang aku lihat, itu sama kayak kejadian anak kecil yang aku lihat terus juga sama persis yang di alami perampok itu" ungkap sania.
"terus kalo gitu mereka bedua ada hubungan dong?" tanya lisa yang semakin memahami yang di ungkapkan sania.
"iya bener banget tebakan kamu lis" ucap sania yang membenarkan tebakan dirinya.
"jadi, kalo bener mereka ada hubungan?" tanya lisa.
"apa hubungan mereka nia?" tanya sekali lagi oleh lisa.
"mereka ayah dan anak" ucap sania kemudian lisa pun terkejut dengan yang di ucapkan sania.
"terus kalo mereka ayah dan anak, kenapa ayahnya ngerampok?" tanya lisa yang bingung.
"aku juga belum tau apa yang sebenarnya, jadi makanya itu aku bimbang mau bilang ke dia" ucap sania yang nampak bimbang.
saat mereka sedang mengobrol bus pun berhenti seperti biasanya di dekat halte kemudian mereka pun turun dan berjalan menuju rumah mereka dengan langkah yang begitu santai.
"o iya lis, nama anak itu cheryl" ucap sania.
"iya, itu juga sama nama yang di dalam mimpi aku, jadi tadi pagi waktu aku bilang namanya cheryl, dia sedikit heran kenapa aku bisa tau namanya" kata sania.
"oo gitu, jadi anak itu namanya cheryl" kata lisa sudah paham dengan cerita sania.
kemudian mereka pun terhenti langkahnya di depan rumah sania dan melihat rumah sania yang nampak terlihat seperti ada seseorang disana.
"ehh lisa, kamu lihat rumah aku kayak ada orang deh" kata sania melihat rumahnya dan menunjuk ke arah jendela yang nampak seperti kepala.
"eh iya nia, itu gerak-gerak kepalanya" ucap lisa penasaran dan memicingkan matanya dari depan rumah sania.
"kita samperin aja yuk!" kata lisa mengajak sania.
kemudian mereka pun ke rumah sania dengan hati-hati dan membuka pintu rumah kemudian mereka berdua pun masuk ke dalam.
setelah di dalam lisa dan sania pergi ke arah ruangan samping yang sebelumnya mereka lihat seperti ada seseorang di sana.
"eh lisa" ucap sania dengan perlahan.
__ADS_1
lisa pun menoleh ke arah sania.
"ada orang disana" kata sania dengan bisik-bisik.
kemudian mereka berdua langsung masuk ke dalam ruangan samping rumah sania dan mengagetkan seseorang tersebut.
"Aagghh!!!" sania dan lisa mengagetkan seseorang yang di dalam rumahnya.
kemudian seseorang yang berada di sana pun terkejut dan langsung menengok ke arah lisa dan sania.
"lisa! sania!" seru hana yang merasa kaget olehnya.
"eh kak hana udah pulang" kata sania menatap hana dengan senang.
"iya kakak udah pulang kalian ngapain bikin kakak kaget tau!" seru hana dengan nada sedikit kencang.
kemudian lisa dan sania pun menundukan kepalanya dan langsung meminta maaf ke hana.
"iya kak, kita minta maaf" ucap mereka berdua dengan nada sedikit merasa bersalah.
"ya udah kalo gitu"...
"eh kamu selama tiga hari kakak tinggal enggak ada apa-apa kan?" tanya hana ke sania.
"enggak ada kok kak, cuma ada masalah dikit nanti aku ceritain deh" kata sania dan memberitahukan sedikit masalah.
"oo ya udah nanti aja" kata hana.
"aku pamit pulang dulu kalo gitu kak" kata lisa kemudian dia pun mencium tangan hana kemudian meninggalkan rumah sania.
"hati-hati ya lisa!" seru hana.
"iya kak!" seru lisa dari kejauhan.
setelah itu lisa pun keluar dari rumah sania kemudian dia langsung berjalan dengan cepat ke arah rumahnya yang tidak jauh dari rumah sania.
*********
"kakak kok enggak bilang-bilang kalo kakak pulang cepat" kata sania.
"kakak sengaja bikin kejutan buat kamu" kata hana kemudian dia memegang dahi sania dan mengusap-usapnya.
__ADS_1
"ya udah ayo kita makan, nanti kamu ceritain cerita kamu yang sebelumnya kamu mau cerita ke kakak" ucap hana kemudian hana mengajak sania ke ruang makan untuk makan bersama disana.
setelah mereka sampai di ruang makan sania pun mulai menceritakan kejadian yang dia alami sebelumnya selama di tinggal hana pergi.