
Sania menarik napas dengan lega ketika ia melihat isi di mobil ambulan itu. Lalu Hana menghampiri Sania ia mengajaknya untuk pulang "Sania! ayo kita pulang"
Sania menoleh ke arahnya dan kemudian ia menjawab "Ayo kak" kata Sania sambil mengangguk. Mereka berdua berjalan meninggalkan rumah Nindy menuju pinggir jalan mencari angkutan.
Setelah beberapa lama menunggu di pinggir jalan mereka menaiki bus yang melaju ke arah rumah mereka. Saat di dalam mobil Sania lagi-lagi di perlihatkan bayangan dari Utari.
Hingga ia hampir terjatuh dan sambil memegangi kepalanya. 'kenapa sih ada apa ini?' pikir Sania. "Kamu nggak apa-apa?" kata Hana memegangi Sania yang hampir terjatuh.
"Iya kak!" Sania kemudian berdiri di bantu oleh Hana. lalu mereka mencari tempat duduk yang kosong. "Kamu kecapekan kali!" kata Hana. "Nggak kok kak! kan aku nggak ngapa-ngapain dari kemarin" kata Sania.
Mereka duduk di kursi belakang dekat pintu keluar bus. "Ya udah kalo kamu nggak apa-apa, ini minum dulu!" kata Hana ia memberikan sebotop air miliknya. "Makasih kak!" Sambil mengambil air tersebut.
Di dalam mobil Sania menegakkan kepalanya saat itu juga matanya melihat ada beberapa warna aura yang ia lihat yaitu warna aura hijau, merah dan biru sekitar dalam mobil bus.
'Ada beberapa aura disini, sedikit samar warnanya' dalam pikir Sania ketika melihat aura tersebut. 'Semoga bukan apa-apa'
Setelah beberapa lama menaiki mobil yang terus melaju hingga mereka sampai di dekat mini market rumahnya. Mereka meminta supir untuk berhenti lalu mereka berdua turun dari mobil dan berjalan beberapa meter ke rumahnya.
"Ayo sini, biarin kakak aja yang bawa barang punya kamu!" kata Hana. "Nggak usah kak, aku bisa kok kakak juga capek kan!" kata Sania. ia menolak Hana.
"Ya udah kalo gitu, kamu pulang dulu aja ya, kakak mau ke mini market dulu" kata Hana, "Ya udah kalo gitu aku masuk duluan ya kak!" Sania kemudian berjalan meninggalkan Hana.
__ADS_1
Hana juga berjalan meninggalkan Sania, seketika saat Sania berjalan menuju rumahnya tiba-tiba ia di perlihatkan oleh matanya bahwa Hana tertabrak mobil saat akan menyebrang jalan.
Matanya membesar dan ia juga menarik napas yang sangat panjang ketika melihat itu, ia langsung berbalik arah ia berlari ke arah Hana yang masih berdiri di pinggir jalan. "Kakak!!" seru Sania sambil berteriak.
Hana menoleh ketika Sania memanggilnya, Sania terus berlari mendekat ke arah Hana, "Kak! jangan pergi dulu!!!" seru Sania.
Ia sampai di dekat Hana, dengan napas yang sangat terengah-engah ia sedikit berjongkok. "Kak jangan pergi!" ucapnya dengan napas yang masih terngerah-engah. "Kenapa? kamu kenapa Sania?" kata Hana ia merasa bingung dengan adiknya yang seperti itu.
"Jangan pergi dulu!" katanya. Hana mencoba menenangkan Sania yang napasnya tidak terkontrol itu, "Jangan ngomong dulu kamu masih begitu!" kata Hana, lalu Hana duduk di sana. "kamu duduk dulu aja!" kata Hana.
"Kamu kenapa kok sampe lari-larian ke sini?" ucap Hana. "aku tadi lihat sesuatu yang sangat mengerikan!" kata Sania. "apa itu? apa kamu lihat kakak?" Hana kemudian langsung bertanya tentang sesuatu yang mengerikan yang di maksud oleh Sania.
Sania kemudian diam ia ingin menjawab bahwa yang ia lihat itu adalah Hana, tetapi ia takut untuk mengatakan hal itu ke pada dirinya. Sania menganggukan kepalanya sedikit. "Emang kamu lihat apa kok sampe begini!" kata Hana.
"Tapi tadi aku lihat dari bayangan yang aku lihat di mata aku!" katanya. "Udah nggak perlu kamu khawatir begini!" Hana kemudian berdiri. "Ya udah Sana kamu pulang aja dulu kamu nggak perlu cemas kakak baik-baik aja kok!" kata Hana.
"Iya kak, kakak hati-hati ya nyebrang jalannya!" kata Sania. Kebetulan jalanan juga sedikit ramai karena hari minggu, jadi Sania sedikit cemas dengan pengelihatannya barusan.
Sania mendengarkan apa kata Hana ia pun pulang, Hana juga menyebrang jalan tetapi pada saat Hana akan menyebrang, benar saja apa yang Sania lihat. Ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Mobil itu pun oleng-oleng seperti kehilangan kendali, Sania dan Hana mendengar mobil itu membunyikan klaksonnya terus menerus. Mobil lain yang berada di jalan juga banyak yang minggir karenanya.
__ADS_1
Tiinnn.... Tiiinnn.... klaksonnya terus di bunyikan dari mobil itu. Sania melihat mobil itu melaju sangat kencang, Ia kemudian berteriak ke Hana "Kakak!!!! Awas!!!" teriakan Sania. Hana juga mendengarkan teriakan Sania.
Hana mencoba lari menjauh dari pinggir jalan tetapi mobil itu oleng menuju ke arah Hana. "KAKAK!!" Sania berteriak sekuat-kuatnya hingga matanya berubah menjadi merah, bola cahaya merah keluar dari punggung Sania.
Aura merah pun bergerak sendirinya ke arah Hana, aura merah itu berubah membesar mengalir ke arah Hana dan mencoba menahan laju mobil tersebut. "Aaaa!!!!" Sania masih berteriak tanpa sadar.
Lalu bola cahaya biru pun muncul dan membentuk bulatan di sekitar Hana bulatan yang amat sangat besar seolah melindungi Hana dari bahaya kecelakaan.
Bola Cahaya merah menahan laju mobil dengan kecepatan tinggi, perlahan laju mobil itu mulai melambat karena di tahan oleh aura merah milik Sania, Bola cahaya biru membungkus Hana.
Hana yang berada di dalam perlindungan bola cahaya biru itu, menutup wajahnya dengan menyilangkan lengannya. Ia masih belum menyadari bahwa ia selamat dari kecelakaan mobil tersebut.
Mobil itu berubah arah ke arah tiang listrik yang berada 2 meter di arah serong kiri dari Hana. Suara mobil menabrak pun terdengar oleh Hana ia perlahan membuka tangannya dan matanya.
"Hah!! Aku Selamat!!" ucapnya saat melihat mobil itu menabrak sebuah tiang, matanya melotot ke arah mobil itu. Hana kemudian menyadari sekelilingnya ada sebuah aura berwarna biru, ia di dalam bulatan aura itu. "Apa ini? dari mana datangnya!" kata Hana melihat sekeliling badannya.
Sania pun jatuh, Brukk!! suara Sania terjatuh, seketika Hana melihat adiknya dan langsung berlari ke arahnya, "Sania!!" Hana berteriak mendekat Sania.
Aura yang tadinya terlihat jelas itu perlahan mulai menghilang dan memudar saat Sania pingsan aura itu kembali ke bentuk bola dan masuk ke dalam diri Sania.
Orang-orang di sekita juga sangat terkejut melihat mobil itu orang-orang di sekitar mencoba menyelamatkan orang yang berada di dalam mobil itu.
__ADS_1
Mereka juga melihat aura itu keluar dari dalam diri Sania mereka sangat terpukau melihat aura itu bisa menahan dan melindungi Hana dari sebuah mobil yang akan menabraknya dan di belokan oleh aura merah itu.