
Di pagi hari jam 05.30 mereka sudah terbangun dari tidurnya, sania pun sudah terbangun dia tidak mengalam mimpi buruk 2 kali.
"sania, kamu semalam mimpi buruk ya?" tanya lisa yang berada di samping sania.
"iya, aku semalam mimpi tentang anak kecil itu lagi" ungkap sania.
"terus kamu kedapur ngapain?" tanya lisa.
"aku kedapur minum abis itu aku ke kamar mandi" kata sania.
febby dan widia mendekat dan duduk di kasur sania.
"kamu ngeliat hantu beneran sania?" tanya widia.
"iya, dia ada di dekat pintu dapur, kalo enggak salah dia ada di sebelah pintu deh" ungkap sania yang mengingat hantu bocah itu.
"iihh kok serem sih" kata lisa.
"halah bilang aja kamu takut kan, hahaha" kata febby menyindir lisa sambil tertawa.
"hehe kan aku emang takut" lisa menjawab febby.
"ya udah lah ayo kita kan mau sekolah" kata lisa mengajak teman-temannya untuk bersiap-siap.
mereka satu per satu keluar dari kamar sania, sementara sania dan widia merapihkan kamar.
"eh eh, tolong bawain kasur ini ke kamar kak hana" kata widia menyuruh lisa dan febby.
"oke" kata lisa.
mereka berdua mengangkat kasur itu dan memindahkannya ke kamar hana.
"kebetulan kita datang ya nia"...
"coba deh kalo kita enggak datang, kamu pasti udah ketakutan di rumah sendirian" kata widia.
"kebetulan juga kalian datang ya, padahal aku enggak ngasih tahu kalo kak hana pergi" kata sania.
"mungkin karena kejadian perampokan yang buat kami penasaran sama cerita lisa jadi kita semua datang deh ke rumah kamu" kata widia.
setelah itu mereka selesai membereskan kamar milik sania, kemudian mereka keluar dan pergi ke arah dapur.
sania dan widia yang berjalan ke arah dapur melihat febby dan lisa yang sudah dulu di dapur.
"kalian ngapain di dapur?" tanya widia melihat mereka berdua yang sibuk.
"kita laper jadi kita mau masak" jawab lisa.
"mau di bantuin?" tanya iseng sania.
"enggak perlu, nanti kalian makan aja" kata febby yang sedang menggoreng.
lalu sania pun pergi ke kamar mandi, setelah itu dia pun membuat minuman hangat dan mengambil cemilan di dalam kulkas.
setelah itu dia kembali ke meja dan menyajikannya di atas meja bersama widia.
"kalian pada sekolah kan?" tanya sania ke teman-temannya.
"iya dong" jawab lisa.
"minum teh dulu sini" kata sania.
dia pergi ke kamar mandi.
"kamu mau ngapain nia?" tanya lisa.
__ADS_1
"aku mau mandi, biar enggak telat" kata sania yang berada di dalam kamar mandi.
sementara sania sedang mandi lisa dan febby juga sebentar lagi menyelesaikan masakannya, dan febby menyiapkan mangkuk untuk wadah masakan yang dia buat.
"ayo kita makan" kata febby sambil membawa sayurnya ke meja.
"tunggu bareng sania aja" kata widia yang sedang minum teh.
setelah beberapa saat sania pun selesai mandi dan dia langsung menuju ke kamarnya.
"aku ganti baju dulu ya" kata sania sambil berlari-lari kecil.
"oke"...
"sekarang siapa yang mau mandi" kata lisa.
"aku duluan deh kalo gitu" kata widia dia pun berdiri dari kursi dan berjalan menuju kamar mandi.
setelah widia mandi selanjutnya lisa dan juga febby secara bergantian lalu setelah mereka selesai semua mereka pergi menuju menja makan untuk sarapan.
************
setelah semua selesai mereka pun pergi ke sekolah bersama dan pergi menuju halte untuk menunggu bus sekolah.
"hari ini kita kompak" kata lisa sambil tersenyum.
Nngggg......
Mbusss.......
mobil bus sekolah yang mereka tunggu akhirnya datang juga dan mereka segera menaikinya.
"eh udah datang ayo-ayo" kata lisa.
setelah beberapa lama dalam perjalanan menuju sekolahnya mereka akhirnya sampai di sekolah.
saat mereka semua turun dari bus dan akan berjalan ke gerbang, terlintas ada sesosok anak kecil yang berada di dekat gerbang dan menatap ke arah sania.
namun sania masih belum menyadari ke beradaan anak itu, sesaat setelah beberapa jauh dari gerbang sania menghentikan langkahnya.
"ehh" kata lisa dan menengok ke arah belakang.
"lho kenapa berhenti?" tanya lisa dan berbalik badan menghadap sania.
widia dan febby juga demikian dan melihat sania yang tengah berdiri terdiam.
"kamu kenapa sania?" tanya widia serius.
sania tidak menjawab widia dia hanya melirik sedikit ke arah belakangnya.
widia pun mendekat ke arahnya dan menarik tangan sania.
"sania ayo" kata widia dan menarik tangan sania.
sania akhirnya berjalan dan semua teman-temannya yang melihat ke arahnya sedikit di buat penasaran dengannya yang mendadak memberhentikan langkahnya.
"ada apa sania?" tanya widia yang mengandengnya.
"enggak ada apa-apa kok mungkin halu doang" katanya.
mereka pun masuk ke kelas dan memulai pelajarannya, saat di kelas pun semuanya nampak tidak ada yang aneh.
************
setelah semua pelajaran selesai semuanya kembali pulang ke rumah masing-masing sama seperti halnya sania.
__ADS_1
saat akan pulang dan akan melewati gerbang sekolahnya sania kembali menengok ke arah yang dia lihat sebelumnya.
namun dia tidak melihat keberadaan anak itu lagi, setelah melewati gerbang dan menuju halte sekolahnya tiba-tiba anak kecil itu muncul di arah belakang sania.
dia hanya berdiri dan melihatnya yang perlahan sania menjauhi gerbang.
'kok aku ngerasa aneh sih' dalam hati sania dan dia merasakan ada yang mengikutinya.
sesaat dia pun menengok ke belakang tapi anak kecil itu sudah tidak ada lagi.
'kok aneh sih' katanya.
dia pun melanjutkan ke halte bersama lisa, widia dan febby yang sudah duluan menunggu di halte.
"hei kok lama" ungkap febby yang melihat sania mendekat ke arah mereka.
***********
beberapa saat kemudian bus mereka pun datang, mereka pun segera menaiki bus dan melaju pulang.
"sania kamu kenapa?" tanya widia dari arah belakangnya.
dia pun terkejut dengan suara widia.
"aku enggak kenapa-kenapa kok" katanya menenggok ke arah widia.
"barusan kamu melamun" kata widia lalu duduk di sebelahnya.
"aku tadi, waktu kita datang aku melihat anak kecil yang semalam" kata sania lalu dia menatap dengan serius ke arah widia.
"anak kecil yang waktu kamu ke dapur itu?" kata widia.
"iya, tapi anehnya dia kok enggak ada" kata sania berkata jujur.
"apa tadi waktu kamu berhenti berjalan tadi?" tanya widia mulai terbawa cerita sania.
"iya, tadi aku ngerasa di ikutin gitu, tapi pas aku lirik enggak ada" ujarnya.
"perasaan kamu aja kali, mungkin gara-gara semalam kamu liat dia terus kebawa sampe sekarang" ujar widia dan mencoba mengalihkannya agar sania tidak terlalu memikirkannya.
sesaat setelah itu bus pun berhenti, mereka pun turun dan kembali ke rumah sania.
"hari ini kalian mau pulang? tanya sania dan berjalan ke arah rumahnya.
"enggak tahu, kayaknya sih mau pulang dulu deh" kata febby.
"nanti kita kabarin lagi aja kalo mau nginap di rumah kamu" tambahnya.
"aku pulang dulu deh" kata widia.
"aku nanti deh"...
"aku mau di rumah kamu dulu" kata lisa.
mereka pun sampai di rumah sania dan setelah itu febby dan widia pun segera merapihkan baju-bajunya untuk di bawa pulang.
"kalian langsung pulang" tanya sania dengan suara yang sedikit keras.
"iya nia, aku langsung pulang" jawab febby dengan nada sedikit pelan.
"ooo, baiklah kalo begitu" ujar sania.
"ya udah kalo gitu kita pulang dulu ya" kata widia menggendong tas miliknya dan berpamitan.
mereka berdua pun keluar dan pulang dari rumah sania dan mencari taksi untuk di tumpanginya.
__ADS_1