Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
73. Mencari Utari, dan Sesuatu Yang Mengganggu Sania


__ADS_3

Mendengar itu dari Sania ibu Cheryl pun tampak mengingat sesuatu, "Itu temen kamu cewek bukan?" ibu Cheryl bertanya kepada mereka berdua. "Iya bu, dia cewek" jawab mereka dengan kompak.


"Tadi ibu waktu di luar ada satu pasien masuk di bawa pake ambulan, kayaknya dia juga abis kecelakaan deh!" ucapnya "Hah! serius bu?" Sania terkejut spontan, "dia di kamar mana bu?"


"Kalo kamarnya ibu nggak tau tapi tadi dia di bawa ke ruang UGD" ucapnya, Sania dan Lisa segera pamit setelah mendengar kalau Utari masuk ruang UGD mereka segera memeriksa Utari disana. "Semoga aja dia belum di pindahin ke kamar pasien" ucap Sania sambil berjalan keluar dari kamar Cheryl.


***********


"Bu!! mereka itu siapa?" tanya Cheryl ke ibunya, "oo, itu dia orang yang kenal kamu, waktu itu dia bawain boneka kamu sama sering dateng kesini buat nengokin kamu" ucapnya. Cheryl pun diam setelah mendengar dari ibunya.


Dia berusaha mengingat sesuatu tetapi rasanya ada yang hilang dari ingatannya. Dia juga merasa seperti pernah bertemu sebelumnya dengan mereka.


Cheryl mencoba mengingatnya baik-baik tetapi ia hanya mengingat tragedi kecelakaan dirinya saja. 'aku yakin sama mereka, mereka itu nggak asing bagiku'


**********


Sania berjalan menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD, "Dokter! di dalam ada pasien yabg namanya Utari nggak?" kata Sania, "Utari ya! kalian siapanya?" dokter itu berbalik nanya, "Kami adiknya dok! dia tadi kecelakaan di dekat tokonya"


Setelah mendengar itu dari Sania dokter pun tidak ragu-ragu ia langsung memberi izin kepada mereka berdua untuk masuk ke dalam ruangan. "Iya di dalam ada Utari sedang di rawat, kalian bisa jengukin dia di dalam" kata dokter tersebut.


Sania pun langsung tersenyum setelah dokter memberikan izin ke mereka berdua, "Makasih ya dok kalo gitu!" ucap Sania ia pun segera masuk ke kamar Utari.

__ADS_1


Tok tok tok... Sania membuka pintu pelan-pelan "Permisi kak!" Mereka masuk bersama-sama. Sampai di dalam mereka melihat Utari sedang tertidur disana, "Kak Utarinya lagi tidur Lis!" Sania berbisik ke Lisa.


"Kita bangunin aja apa?" kata Lisa. "Ehh jangan! biarin dia istirahat dulu aja" kata Sania. Mereka berdua kembali keluar dari kamar Utari, mereka takut mengganggu Utari yang sedang istirahat.


"Terus sekarang gimana Nia? apa kita nunggu kak Utari sadar?" ... "Iya nunggu dia bangun aja, ehh tapi dari yang aku lihat dia kecelakaannya nggak begitu parah sih"


"Iya dia kayaknya cuma luka ringan aja deh" .. "Iya, syukur deh kalo gitu aku khawatir banget waktu kita pulang sekolah ada rame-rame deket tokonya" kata Sania.


"kita keluar yuk, kita bawa bingkisan buat dia!" kata Sania ia mengajak Lisa untuk membeli beberapa bingkisan untuk Utari. "Di tempat kemaren?" Sania pun menggeleng "di depan deket-deket sini aja"


Lalu merek berdua berjalan keluar mencari sesuatu untuk Utari. Sampai di luar area rumah sakit Sania merasakan sesuatu perasaan itu sama seperti saat ada sesosok wanita di dekat kamarnya.


'lho perasaan ini sama kayak waktu itu' Pikir Sania sambil memegang lehernya, "Kenapa Nia?" Lisa melihat Sania yang jalannya sedikit melambat. "Enggak Lis" Sania kemudian lanjut berjalan barengan dengan Lisa.


Sania masih diam di tempat ia melihat Lisa berjalan menuju warung, Sania melihat sekelilingnya ke kanan dan kirinya, ia tidak melihat apapun di dekatnya namun perasaannya masih ia rasa seperti sebelumnya.


'kok aneh sih, aku ngerasa kayak ada perempuan itu, tapi dimana dia' Sania kembali memperhatikan area sekelilingnya lagi tetapi tidak ada seorang pun disana. Ia kemudian berjalan menuju warung.


"Kita beli apa Lis!" ... "Ini aja nih roti-roti yang lembut aja buat kak Utari" Lisa sambil memilih roti-roti tersebut. Sania kemudian merasakan lagi di belakangnya, ia mencoba berbalik.


Tidak ada siapapun saat ia berbalik badan, 'aku yakin banget dia itu ada di sini' bola matanya melirik ke kanan dan kirinya tidak ada siapapun saat dia mencari-carinya lagi. Ia begitu menasaran dengan wanita itu mengapa membuat dirinya seperti di hantui olehnya.

__ADS_1


"Ini bu uangnya!" Lisa memberikan uang untuk membeli roti tersebut, pembeli itu menyiapkan kembalian milik Lisa, "Makasih ya bu!" Lisa menerima kembalian uang miliknya.


Lisa segera berbalik badan, ia melihat Sania yang tampak sedang mencari sesuatu, "Kamu nyari apa Nia?" Lisa mendekat ke dirinya. "Ehh, kamu udah Lis?" ... "Iya aku udah, kamu lagi ngapain ngeliat ke arah sana!" Lisa penasaran dengan yang di lakukan Sania, ia melihat ke arah sebrang jalannya.


"Ada orang emang di gedung kosong itu?" Kata Lisa, "Enggak aku cuma penasaran sama gedung itu, emang gedungnya kosong ya?" Lisa mengangguk.


"Iya itu gedung rekonstruksi yang belum lama di tinggal pekerjanya!" kata Lisa. "mm, tapi masih bagus kelihatanya, tanggung juga kalo di tinggal kan bentar lagi mau jadi!" kata Sania.


"Ya nggak tau kalo itu, ya udah ayo kita ke tempat kak Utari" Lisa kemudian mengajak Sania untuk balik lagi ke rumah sakit. "Ayo!" mereka berjalan bersebelahan, Lisa memberikan sebotol air minum ke Sania.


"Ini Nia aku beliin air" .. "makasih Lis" ia menerima air tersebut dari Lisa, saat Sania akan meminum air tersebut ia melihat sebuah mobil berhenti di depan rumah sakit, ada Hana disana "Ehh Sania! kamu lihat itu kan!!" Lisa menunjuk ke seseorang yang turun dari mobil.


"Iya, itu kayak kak Hana!" kata Sania. "Iya, kita samperin yuk!" kata Lisa, ia mengajak Sania untuk mendekat ke Hana. Mereka berdua berlari Hana pun melihat mereka berdua berlari mendekat ke arahnya.


"Lho kalian!" seru Hana melihat mereka dari kejauhan. "Kalian ngapain di rumah sakit?" kata Hana ia pun sedikit bingung melihat adiknya dan juga Lisa berada disini.


"Aku ngejenguk teman aku kak! dia kecelakaan tadi waktu aku pulang sekolah!" ucap Sania. "Oo, pantesan berarti kamu ke rumah Lisa buat ngajak dia kesini juga ya" ujar Hana ia langsung menduga Sania demikian.


Sania langsung mengangguk, "Kalo kakak ngapain kesini?" kata Sania. "Kakak mau nemuin temen kakak yang kemaren, dia disini lagi katanya" .. "Ya udah kalo gitu kita bareng aja masuk!" kata Lisa.


"Ya udah ayo kita masuk, itu kalian bawa apa?" ... "Oo, ini bingkisan buat teman aku kak!" jawab Lisa. Lalu mereka bedua mulai berjalan masuk ke dalam rumah sakit. Namun ada hal lain yang mengganggu Sania, ia pun berjalan melambat lagi, Sania menoleh kebelakangnya lagi, ia menatap ke arah gedung yang ia lihat sebelumnya.

__ADS_1


'kayak ada orang yang mantau deh dari sana' pikir Sania melihat gedung tersebut.


__ADS_2