
Krrriiinnggg......
Jam weker milik Sania berdering, Pagi itu juga Sania langsung bangun dan mematikan jam wekernya. Namun saat ia membuka mata terus di hampiri dengan bayangan yang melintas di pandangannya.
"Kenapa sih!" ucap Sania mengeluh dan memegang kepalanya. "Kenapa harus terus di hantui sama bayangan yang begini, aku tuh takut!" serunya.
Ia dengan rasa kesalnya itu lalu beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya. "Pagi kak!" menyapa Hana dengan muka lesunya.
Hana melirik dan tersenyum ke arah Sania. Sania masuk ke kamar mandi untuk segera bersiap-siap pergi ke sekolahnya.
Hana juga demikian ia sedang menyiapkan sarapan untuk Sania pergi ke sekolahnya. Pagi itu di awali dengan rasa sedikit kesal karena bayangan yang selalu Sania lihat.
Bayangan tentang penggambaran seseorang akan tewas dan hal lain semacamnya. Sania saat bangun tadi ia melihat gambaran si penjual toko material atau Wanita yang sering ia lihat akhir-akhir ini.
Ia berencana untuk menemuinya saat ke sekolah nanti bersama dengan Lisa. "Udah siap? ayo kita sarapan!" kata Hana melihat adiknya yang keluar dari kamar.
Lalu Sania mendekat ke meja makan, tanpa sadar ia melihat aura Hana yang berwarna merah pekat keluar dari punggungnya. Sania melihat secara serius dengan ke dua bola matanya ia menatap punggung Hana.
'Aura? Merah Pekat?' Pikir Sania saat melihat itu. "Ayo duduk!" kata Hana menarik kursi untuk Sania. "Iya kak!" jawab Sania.
'Aura yang kemaren aku lihat sekarang beda lagi! aku harap kak Hana baik-baik aja!' dalam hati Sania. Mereka berdua sarapan bersama-sama, rutinitas setiap pagi hari mereka berdua.
"Kak!!" sapa Sania saat selesai makan dan tangannya masih mengelap mulutnya dengan tisu. "Iya kenapa?" jawab Hana santai.
"Kakak kemaren jadi ke temu temen kakak?" kata Sania. "Jadi kok, kebetulan temen kakak waktu itu baru dateng, untung kamu cegah kakak pergi ke gedung yang kebakaran kemaren coba aja kalo nggak, kakak pasti sekarang lagi di rawat" ucap panjang Hana.
__ADS_1
"Iya kak untungnya, Eh kak! hari ini kakak mau kemana?" Lalu Sania mendadak menanyakan tentang Hana. "Hari ini? nggak tau deh, kenapa Nia?"
"Aku boleh ikut?" kata Sania dengan nada yang sedikit malu-lalu mengatakannya. "Oo, boleh kok! nanti kakak ajak kamu kalo gitu waktu kamu udah pulang" kata Hana.
Lalu Sania kemudian segera berkemas, "Ya udah kak nanti aku pulang cepet kalo gitu!" Sania kemudian beranjak dan berpamitan dengan Hana.
"Aku berangkat kak!" Sania berjalan keluar rumahnya. "Iya hati-hati!" sahut Hana. Hana kemudian membereskan bekas makanan dan merapikan meja makannya.
**********
"Lisa!!" Seru Sania melambaikan tangannya. Lisa menoleh dan tersenyum ke Sania. "Sini Nia!" seru Lisa. Sania berlari ke mendekati Lisa. "Eh Lis, aku tadi waktu bangun ngeliat bayangan itu lagi!" ucap Sania saat sudah berada dekat Lisa.
"Kamu lihat bayangan tentang Wanita itu lagi?" jawab Lisa. "Iya, sama kayak kemaren deh!" kata Sania. "Ya udah coba nanti kita kesana lagi, kita lihat dia!" jawab Lisa
"Ehm.." sahut Sania mendehem. Kemudian ia duduk di samping Lisa. seketika ia duduk tiba-tiba pandangan Sania tertuju ke bus yang sedang melintas di sebrang jalan.
Aura itu nampak jelas berwarna abu-abu ke hitaman. Sania memandang dengan tatapan sedikit kosong karena akan hal laju tersebut. Pandangan kosongnya itu lalu terlintas gambaran akan laju akhir dari bus tersebut.
Bus tersebut menabrak sebuah tiang, dan hanya beberapa orang mengalami luka, tidak ada yang meninggal dalam kecelakaan yang di lihat Sania.
"Sania!!" Lisa memegang tangan Sania, dan langsung mengubah pengelihatan Sania. "Hah! Iya Lis ada apa?" kata Sania.
"Ayo naik, busnya udah datang!" Lisa beranjak deri tempat duduknya dan menarik Sania yang sedang duduk. "Kamu kenapa lagi? Kamu lihat bayangan wanita itu lagi?" kata Lisa.
Mereka berdua memasuki bus dan langsung duduk. "Nggak kok, aku cuma ngeliat bus yang tadi" jawab Sania santai, ia tidak memberitahu ke Lisa bahwa yang ia lihat adalah tentang kecelakaan sebuah bus.
__ADS_1
***********
Sampai di sekolah mereka berdua turun, Sania dan Lisa langsung menatap ke arah sebrang jalan untuk memastikan bahwa Wanita itu benar-benar masih ada. Tetapi pandangan mereka berdua kurang jelas karena banyak sekali kendaraan yang terus lewat menutupi pandangannya.
"Nngak jelas Lis!" seru Sania. "Iya!!" jawab Lisa. Mereka meletakkan tangannya di wajahnya untuk memandang dengan jelas tetapi tetap saja tidak bisa.
"Ya udah Lis nanti aja, hari ini jalanan rame!" ujar Sania. Seketika ia membuang pandangannya ke arah bawah dan langsung menatap ke arah gerbang. Mereka berdua berjalan menuju gerbang.
Seketika sampai di depan gerbang ada suara mobil ambulan dan suara mobil pemadam kebakaran. Sania langsung menoleh, ia memandang ke arah belakangnya. 'apa ini kecekalaan yang aku lihat tadi' dalam hatinya sambil melihat mobil ambulan.
'Mungkin aja,' Sania berjalan Sedikit menyantai ia terus memikirkan tentang ambulan yang baru daja melintas. Lisa yang lebih dulu di depan Sania langsung menoleh ke Sania.
"Kamu kok Santai banget sih! kamu pasti ada hal aneh lainnya yang kamu rasain kalo lagi begini!" ujar Lisa. Sania langsung melirik Lisa saat Lisa mengatakan demikian, seolah mata Sania memberi kode itu benar adanya.
"Ayo Nia cerita, apa aja yang kamu lihat? aku jadi penasaran!" kata Lisa ia kemudian langsung tersenyum tengil mengatakan itu betapa penasarannya Lisa dengan hal aneh Sania.
"Mm, gimana ya!" ucap Sania ia meletakan telunjuknya di dagunya. "Soalnya yang aku lihat tadi itu baru!" jawab Sania. "Baru!!?" ... "Maksudnya??" ujar Lisa.
Sania langsung mendekat ke samping Lisa. "Aku tadi waktu lihat bus yang tadi--" "Terus?" potong Lisa cepat. "Bus yang tadi itu aku lihat kecelakaan!!" ucapnya.
"Hah!! jadi waktu kamu ngelamun tadi itu?" ujar Lisa. "Iya Lis, kecelakaan!! terus aku penasaraan sama mobil ambulan sama damkar tadi lewat, soalnya aku mikir kemungkinan itu kecelakaan mobil bus tadi yang aku lihat!" Ucapnya.
Lagi-lagi Lisa di bikin hal yang tidak masuk akal oleh Sania, hal yang barusan saja ia dengar dari mulut Sania itu adalah hal yang akan datang beberapa menit sebelum kejadian.
Dan hal itu di buktikan dengan adanya ambulan yang baru saja lewat. Lisa masih tidak percaya Sania mampu melihat beberapa menit kejadian yang akan datang.
__ADS_1
Padahal yang Lisa alami bersama Sania selama ini adalah hal yang bisa di cegah sebelum kejadian, 'ini hampir sama kayak Kak Hana yang kemaren!' dalam pikir Lisa.