Sania Anak Indigo

Sania Anak Indigo
30. Pulangnya Hana dan Perampokan di Toko Emas


__ADS_3

Nnngguuunnggg....


wushhh...


Cessss....


bus dalam perjalanan ke sekolah sania dan teman-teman lainnya berada di dalam bus yang sama.


"sania" suara lisa dari belakang sania.


sania pun menengok ke belakang dan melihat lisa yang berada di belakangnya, lisa tersenyum ke arah sania dan melambaikan tangannya.


sania juga ikut tersenyum dia pun berbalik dan mendekat ke arah lisa, lisa juga demikian mendekat ke arah sania.


lalu setelah itu mereka mencari tempat duduk yang kosong dan duduk di sana.


"tadi di halte kamu kelihatan melamun,, ada apa?" tanya lisa melihat sania yang melamun sebelumnya.


"eh kamu lihat aku?" terkejut.


"kamu memang di mana?" sania menanyai tentang dirinya yang sebelumnya melamun.


"aku ada di sebelah kamu"...


"tadi mau aku tegur tapi kamu kayaknya lagi ada masalah?" tanya sania sedikit bergurau.


"sedikit lis" ungkap sania menuduk dan sedikit menjunjukan kegelisahan.


'apa yang ganggu dia' pemikiran lisa dan memandanginya dari samping.


tidak terasa bus pun berhenti di sekolahnya mereka berdua turun dari bus.


lalu lisa berjalan bersebelahan dengan sania dia memegang pundaknya, sania pun menengok ke arahnya kemudian lisa memberi senyuman lagi ke sania.


mereka pun masuk ke kelas bersama-sama, lisa ingin tahu masalah apa yang sania hadapi hingga tampak muram seperti itu dan tidak seperti biasanya.


***********


Wwiiuuuuwww...


wwiiuuww..


TOLONG!!


"Hei!! kejar dia tangkap dia!" seru polisi di sekitar perampokan dan mengejar seseorang yang merampok di sebuah toko emas.


Wusshh..


"Hah!!" ungkap perampok itu melihat dua orang polisi yang sedang mengejarnya.


"Berhenti!!" kata polisi itu sambil berlari.


Dorr.. Dorr.. seorang polisi itu menembak ke arah langit.


perampok itu yang sedang berlari dengan reflek mendudukan dan melirik ke belakang namun dia masih tetap berlari.


"sial!" ungkapnya lalu dia berbelok di antara dua gedung yang berdekatan.


kedua polisi yang sedang mengejar juga ikutan berbelok namun jangkauan antara polisi dan perampok itu sedikit berjauhan karena perampok itu merobohkan kotak sampah dan juga drum untuk meloloskan diri dari para polisi tersebut.


sesaat di ujung kedua gedung itu perampok tersebut berlari ke arah kiri lalu seketika dia menabrak hana yang sedang berjalan.

__ADS_1


Braakk... mereka berdua tabrakan hana terjatuh kemudian dia melihat ke arah perampok itu.


"Aaa" Brugg..


"aduh-aduh!" hana berteriak-teriak kesakitan.


perampok itu juga sama-sama terjatuh dan melihat ke arah hana kemudian dia menengok ke arah gang melihat polisi yang sudah melewati barang-barang yang dia jatuhkan.


"Hei diam di tempat!" seru polisi itu yang berlari mendekatinya.


perampok itu pun sedikit panik dan takut dia pun bergegas berdiri dan kemudian berlari.


setelah dia berlari meninggalkan hana yang masih duduk di jalanan polisi itu pun keluar dari gang itu dan melihat hana yang sedang di bawah kemudian polisi itu menolong hana.


"kamu tidak apa-apa?" tanya polisi itu dan membantu hana berdiri.


"iya pak saya enggak apa-apa" ungkap hana dan membersihkan bajunya.


"sial dia kabur" kata polisi itu yang melihat perampok itu berbelok dan menghilang dari pandangannya.


"kenapa pak? siapa dia?" tanya hana ke polisi yang melihat ke arah belakangnya.


"dia seorang perampok yang kamu buru" ungkap polisi itu.


"ya sudah kalau kamu baik-baik saja, kami akan pergi untuk mencari informasi tentang perampok itu lagi" kata polisi itu dengan suara sedikit tegas kemudian mereka pun meninggalkan hana dan kembali ke tempat toko emas yang baru saja di rampok.


"iya pak terimakasih banyak" kata hana dia menundukan kepalanya.


kemudian hana melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumah tepat di hari ke tiga dia meninggalkan sania di rumah sendirian.


"sebentar lagi aku sampai di rumah"...


"aku harus cari angkutan untuk pulang" kata hana melihat ke arah kanan dan kirinya mencari mobil.


**********


"Sania!" seru lisa dari depan di pintu masuk kelas memanggil sania yang sedang duduk.


sania melirik ke arahnya kemudian dia pun berdiri dan mendekat ke arah lisa.


saat di pintu kelas sania juga bertemu dengan widia dan juga febby yang menunggunya di luar kelasnya.


"kita makan yuk" ajakan lisa untuk makan di kantin.


"ayo" jawab sania kemudian dia ikut dengan rombongan teman-temannya.


mereka berempat pergi ke kantin untuk makan, setelah sampai di kantin mereka pun memesan makanan dan juga minuman.


setelah memesan makanan mereka mencari meja makan untuk menunggu makanan mereka.


lagi-lagi lisa memperhatikan sania namun nampaknya sania sudah tidak seperti sebelumnya.


"eh nia" kata lisa sambil memperhatikannya.


"iya lisa kenapa?" tanya sania kemudian dia pun melihat lisa.


"tadi kamu kenapa?" tanya lisa.


"oo, yang tadi pagi ya?" ujar sania menjelaskan pertanyaan lisa.


"iya, kok kamu keliatan sedikit murung ada apa?"...

__ADS_1


"kamu ada masalah?" tanya lisa sedikit pandangan serius.


"eh aku ambil makanan dulu ya" ujar febby kemudian dia beranjak dari tempat duduknya dan mengambil makanannya.


"oke, kalo susah bawanya bilang ya" kata widia menengok kebelakangnya dan melihat ke febby.


kemudian febby pun pergi mengambil makanan mereka dan membawa nampan untuk di bawa ke meja mereka.


"nanti aja deh lis, kita makan dulu" kata sania melihat ke arah febby yang sedang membawa nampan.


saat febby sampai di meja makan dia meletakanya dan masing-masing mengambil makanannya kemudian mereka memakannya.


setelah mereka selesai bell sekolah pun berbunyi kemudian mereka pun segera bergegas ke kelasnya.


"eh tunggu-tunggu" kata widia yang sedang minum kemudian merapihkan bajunya.


serentak pun teman-temannya pun menengok ke arahnya dan melihatnya.


"kirain kenapa" kata lisa sambil memandangi widia.


"ya udah ayo" kata widia kemudian mereka pun pergi bersama-sama ke kelas.


**********


Nnngggg.....


Ceesssss....


Hana turun dari bus yang dia naiki kemudian dia pun segera pergi ke rumahnya yang berdekatan dengan ia turun.


"Huff, akhirnya nyampe juga" kata hana sambil menggendong tas.


dia berjalan ke rumahnya dan melihat sekelilingnya kemudian dia melihat jam tangannya dan menunjukan pukul 11.00 pagi


"sania belum pulang nih" kata hana melihat jam tangannya.


"aku masuk aja dulu deh, sambil nunggu sania pulang" kata hana melihat ke rumahnya kemudian dia berjalan lagi dan membuka pintu rumahnya dengan kunci yang dia bawa.


kemudian dia menutup pintu rumahnya dan menuju ke kamarnya untuk beristirahat disana.


************


Krriiinnggggg...


Bell sekolah sania pun berbunyi semua siswa keluar dari kelasnya untuk pulang ke rumahnya masing-masing.


"sania" kata lisa yang sedang berkemas merapikan buku-bukunya ke dalam tas.


"iya lis, kita pulang bareng yuk" kata sania melihat lisa kemudian dia menutup tasnya.


"ehh, aku tadi mau bilang gitu lho" kata lisa menutup mulutnya kemudian dia tersenyum.


"ehe, jadi aku duluan dong yang bilang" kata sania kemudian dia mendekat ke arah lisa dan mereka pun keluar dari sekolahnya.


"eh lis" kata sania berjalan bersebelahan dengan lisa.


"hm" sahut lisa dan menengok.


"aku tadi bingung mau cerita ke anak kecil yang waktu itu datang ke kamar aku" ungkap sania.


"ehh, kamu ketemu anak kecil itu lagi!" kata lisa dia pun sedikit terkejut dengan yang di ungkapkan sania.

__ADS_1


"iya" ungkap sania kemudian mereka pun berjalan menuju halte dan sembari menunggu bus datang sania menceritakannya ke lisa


__ADS_2